Prodi Bahasa Inggris UMM Bagi Cerita Sukses Dua Alumnusnya

MENGHADIRKAN Teguh Sriwiyono Manajer US Peace Corps dan Muhammad Miftah Fauzan Dosen Universitas Negeri Makassar, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan webinar dengan tajuk Successful Alumni Stories: English for the Future (11/8). Bercerita tentang keputusannya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Fauzan, alumnus angkatan 2005 menyatakan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan menjadi salah satu jalan sukses. Baginya, hal terpenting yang harus digali bagi mahasiswa adalah mengembangkan potensi dirinya saat masa perkuliahan 4 tahun. “Jadi, di manapun kita kuliah, itu bukan soal universitasnya tapi bagaimana kita mengembangkan diri. Untuk itu, saat kuliah saya bergabung dengan beberapa organisasi, diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk mengembangkan karakter saya dan International Language Forum (ILF) untuk mengasah skill saya,” papar Fauzan salah satu reviewer di jurnal Elsevier itu. Selanjutnya, hal yang disenangi Fauzan ketika kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris adalah diajar oleh native speaker. Selebihnya, ia menganggap bahwa ada dua hal penting untuk sukses setelah lulus dari S1 yaitu penguasaan IELTS dan TOEFL. Lain halnya dengan pengalaman Teguh Sriwiyono, alumnus angkatan 2001. Teguh yang beberapa kali ke Amerika untuk kunjungan kerja itu merasa senang bahwa selama belajar di UMM, ia mendapati bahwa international exposure diberikan UMM secara nyata. Seperti adanya program kerja sama UMM dengan Erasmus untuk program pertukaran pelajar ke universitas di Eropa. Satu hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk sukses yaitu motivasi tinggi dalam belajar, menerima setiap tantangan, siap mengambil berbagai kesempatan, dan pandai menjalin networking. “Saya bersyukur bisa belajar di Bahasa Inggris UMM. Ketika bisa berbahasa Inggris, saya bisa dengan mudah berkomunikasi dengan kolega dari benua lain. Apalagi saat ini di tengah pandemi, skill networking dan komunikasi sangat bermanfaat bagi profesi yang saat ini saya tekuni,” terang Teguh dihadapan peserta webinar. Desy Indriyani salah satu peserta webinar yang merupakan guru SMP Kota Batu merasa senag dengan acara yang terselenggara dan ia pun bangga menjadi bagian dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. “Alhamdulillah, ELED UMM membuka kesempatan jalan saya menjadi seperti sekarang ini,” papar perempuan berkacamata itu. (*/can)

Kolaborasi UMM-Mitra Kunci Perkuat Kewirausahaan melalui KKN-TKWU

MENINDAKLANJUTI program USAID Mitra Kunci Initiative dalam rangka memperkuat kewirausahaan melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirusahaan (KKN TKWU), Selasa (11/8), dilakukan Penandatanganan FAA dan Kick Off Meeting antara Mitra Kunci dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda penandatangan FAA dan Kick Off Meeting ini dihadiri langsung Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd via daring. Kerjasama kedua belah pihak ini diimplementasikan dengan memberikan pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer/TOT) untuk Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dan fasilitator muda (youth facilitator) dari UMM dengan menggunakan modul KKN TKWU yang disusun bersama oleh perwakilan dari 60 perguruan tinggi pada masa pilot program USAID Mitra Kunci Initiative. “Tujuan KKN TKWU ini adalah memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan individu maupun masyarakat sebagai kelompok sasaran khususnya di bidang sosial-ekonomi melalui pengenalan dan penggunaan konsep kewirausahaan dalam kehidupannya,” ungkap Amrullah Sofyan selaku Youth Engagement and Higher Education Specialist USAID Mitra Kunci Initiative di hadapan sejumlah sivitas akademika UMM yang hadir. Di pertemuan ini Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si selaku Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) menjelaskan bahwa KKN di UMM memiliki payung besar yang bernama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Berbagai macam bentuk PMM  yakni berupa kegiatan yang mengandalkan kreativitas mahasiswa, kegiatan pendampingan, penyuluhan, pelatihan, serta aplikasi dan desain. Dengan tema Kewirausahaan, Pendidikan, Sosial-Budaya, serta berbagai macam bidang lain. “Ini adalah hari yang bersejarah buat Mitra Kunci, karena melakukan penandantangan FAA secara daring dengan UMM, karena situasi pandemi ini membuat kita semua harus memodifikasi seluruh pendekatan kita dan interaksi kita, dan kami dari Mitra Kunci dan universitas-universitas lain, selama proses pembelajaran, belajar banyak sekali dari program ini,” ungkap Lensi Mursida selaku Chief of Party Mitra Kunci. Dijelaskan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. ada perubahan besar yang dilakukan oleh DPPM UMM. Jika skema yang dulu menggunakan pendekatan manajemen top down, sementara program PMM ini dengan pendekatan bottom up. “Artinya, mahasiswa sudah bisa mengikuti program-program yang ditawarkan oleh DPPM, yang program itu tentu saja berbasis skill yang dimiliki oleh mahasiswa. Dan ini menurut saya memang menarik,” jelasnya. (riz/can)