Lulusan D-3 Keperawatan UMM Langsung Kerja di Jepang

Untuk kesekian kali, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Malang (DPVP-UMM) memberangkatkan 18 lulusan Prodi Keperawatan ke Jepang. Pemberangkatan kali ini bukan saja diikuti lulusan D-3, tapi juga S1 dan Profesi Ners. Sesampainya di Jepang, mereka akan ditempatkan di beberapa rumah sakit lansia sebagai care giver dengan masa kontrak 3 tahun. Sebenarnya, care giver merupakan kerja transisi. Tujuan utama pergi ke Jepang adalah berkarir sebagai Perawat bersertifikat internasional. Untuk itu, selepas masa kontrak, peserta harus mengikuti ujian sertifikasi profesi yang diselenggarakan pemerintah Jepang. Sejauh ini, sudah ada peserta yang telah berhasil mengantongi sertifikat internasional dan diterima bekerja sebagai perawat professional di rumah sakit umum Jepang. Melalui visi ini, diharapkan perjalanan karir lulusan keperawatan UMM bisa lebih berkembang dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan visi ini, DPVP-UMM disupport oleh perusahaan penerima (Acceptance Officer, AO) yaitu Cooperative Fuku. Ini semacam holding company yang menghimpun puluhan rumah sakit yang ada di Jepang yang siap menerima lulusan UMM. Juga ada Sending Officer (SO) PT. Duta Mandiri Indonesia, yang tugasnya mengurus semua dokumen kerja ke Jepang, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang, dan International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang. Direktur DPVP-UMM, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Senin (2/11) menerangkan, bahwa pada tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training Center hasil kerjasama UMM dan PT. OS Selnajaya Indonesia. Lembaga baru ini fungsinya melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan Perguruan Tinggi serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. Skema pekerjaan yang menjadi prioritas pada tahun ini adalah care giver, karyawan hotel, dan restoran. “Program ini paling lambat dimulai awal tahun 2021,” tandas Tulus, di ruang kerjanya. Yessy Witantry, salah satu perawat alumni Prodi Keperawatan UMM yang berangkat ke Jepang dalam sambutan mewakili rekan sejawatnya mengatakan, bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemic Covid-19 adalah mukzizat Allah. Pada awalnya, terlintas dalam benaknya bahwa tidak akan ada pemberangkatan pada tahun ini karena pandemi. Sebab dikabarkan pada bulan Maret ketika mengurus visa sehari setelahnya, mendapatkan telepon dari Konjen Jepang bahwa Jepang sedang lockdown. (*/can)
Kuliah Perdana HI UMM bersama Dubes Rizal Sukma

PROGRAM Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) menggelar Kuliah Perdana Virtual. Di hadapan lebih dari 400 mahasiswa baru Prodi HI UMM, Dr Rizal Sukma, MSc, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020 didapuk memberikan kuliah umum. Dalam paparannya Rizal Sukma mengungkap arti penting Inggris bagi Indonesia. Menurutnya, pertanyaan tentang apa arti penting sebuah negara penempatan adalah pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh seorang duta besar maupun diplomat pada umumnya ketika ditempatkan di negara sahabat. Sebagai duta besar yang berkedudukan di London, Inggris, Dubes Rizal Sukma mengungkap setidaknya ada empat arti penting Inggris bagi Indonesia. Pertama, Inggris merupakan salah satu dari lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB). Posisi Inggris ini menunjukkan bahwa negara itu memiliki kapasitas dan kapabilitas power yang besar di dunia. Sekaligus penting bagi upaya pencapaian kepentingan nasional Indonesia yang saat ini menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. “Arti penting yang kedua adalah Inggris merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dan negara dagang terbesar kesepuluh di dunia. Hal ini penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Inggris,” ungkapnya, Senin, (2/11). Peneliti senior dan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) 2009-2015 itu juga mengatakan bahwa bersama Indonesia, Inggris merupakan negara anggota G-20. G-20 sendiri merupakan forum bagi dua puluh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Posisi ini menempatkan kedua negara memiliki hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang erat. Selain itu, Inggris merupakan negara dengan jaringan media terbesar di dunia, seperti BBC, Reuters, dan lainnya. “Tidak hanya media, Inggris juga memiliki lembaga pendidikan peringkat dunia seperti Oxford, Cambridge dan lainnya. Inggris juga menjadi basis berbagai organisasi internasional pemerintah maupun organisasi internasional non-pemerintah, seperti Amnesty International dan lainnya. Semua ini menjadi penting bagi pencapaian kepentingan nasional Indonesia,” papar dubes yang juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah itu. Sebagai dubes yang juga ditugaskan sebagai perwakilan tetap pada Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO), Inggris penting karena IMO berlokasi di negara itu. Menurutnya, IMO merupakan badan khusus PBB yang sangat penting bagi Indonesia, khususnya terkait kepentingan di bidang maritim. Karena itulah, sebagai dubes, pihaknya juga ditugaskan untuk memaksimalkan diplomasi maritim Indonesia di dunia internasional untuk mendukung tercapainya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah terjalin selama lebih 70 tahun. Dalam kurun waktu itu, kedua negara memiliki hubungan dan kerja sama yang cukup erat di berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, maritim, sosial budaya hingga pertahanan. Setidaknya ada enam irisan kepentingan nasional Indonesia dan Inggris. Irisan kepentingan nasional inilah yang menjadikan hubungan kedua negara relatif stabil tanpa adanya ketegangan yang berarti. Hal yang pertama adalah kedua negara sama-sama merupakan negara maritim. “Kondisi geografis sebagai negara kepulauan ini menjadikan laut sebagai prioritas kepentingan nasional bagi kedua negara. Laut merupakan aset ekonomi dan perdagangan. Sekaligus pula, keamanan dan keselamatan di laut menjadi perhatian bersama bagi kedua negara,” paparnya. Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama di bidang perdagangan dan investasi. Inggris melihat Indonesia sebagai prioritas perdagangan dan investasi. Sebaliknya, Indonesia memandang Inggris sebagai negara maju mitra perdagangan strategis. “Sampai tahun 2016, Inggris merupakan sumber investasi terbesar kelima bagi Indonesia di berbagai bidang,” tambah peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu. Lebih lanjut, kedua negara juga memiliki irisan kepentingan di bidang pendidikan dan teknologi. Berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di Inggris, seperti Oxford, Cambridge, London School of Economic and Political Science dan lainnya miliki beragam kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, kedua negara adalah negara demokrasi. Keduanya memiliki komitmen yang sama tentang pentingnya perwujudan nilai-nilai demokrasi. Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine itu juga menegaskan bahwa Indonesia dan Inggris memiliki kepentingan yang sama terkait kawasan Asia Tenggara yang stabil. “Asia Tenggara yang stabil memudahkan Inggris untuk melakukan hubungan perdagangan dengan seluruh negara anggota ASEAN dan negara Asia Timur. Stabilitas di Laut China Selatan dan Selat Malaka sebagai arus utama lalu lintas perdagangan internasional menjadi penting,” ungkapnya. Terakhir, kedua negara yang memulai hubungan diplomatik sejak 1949 juga memiliki kepentingan dan komitmen dalam mengatasi masalah-masalah global, seperti isu perubahan iklim, kejahatan transnasional terorganisir, dan masalah global lainnya. Irisan kepentingan nasional yang sama inilah rahasia yang menjadikan hubungan kedua negara semakin kokoh yang terbangun melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama. (*can)
Rektor UMM dan Napoleon Hill Foundation Bicara The Science of Success

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Napoleon Hill Foundation dan Napoleon Hill Indonesia menggelar talk show motivasional, Selasa (3/11), bertajuk Preview The Science of Success: Discover Your Definity Major Purpose, Embrace Your Success. Menghadirkan empat pembicara termasuk Rektor UMM Assoc. Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Pembicara lainnya yakni CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green; Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar, dan; CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. Untuk diketahui, didirikannya Napoleon Hill Foundation berangkat dari semangat seorang Napoleon Hill. Napoleon Hill (26 Oktober 1883 – 8 November 1970) adalah seorang penulis Amerika Serikat beraliran pemikiran baru yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama. Ia dianggap luas sebagai salah satu penulis buku bertopik kesuksesan terhebat. Bukunya yang paling terkenal, Think and Grow Rich (1937), adalah salah satu buku terlaris sepanjang masa. Ketika Hill meninggal tahun 1970, Think and Grow Rich telah terjual sebanyak 20 juta kopi. Rektor UMM Fauzan, dalam penyampaiannya di agenda yang diikuti sivitas akademika UMM secara daring dan luring ini menekankan, tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin sukses. Namun kesuksesan yang diharapkan diraih, khususnya oleh sivitas akademika UMM, harus kesuksesan yang beradab. “Banyak orang sukses tetapi tidak beradab. Artinya adalah kita ingin menempuh kesuksesan tetapi tidak boleh kehilangan humanisme, punya tanggung jawab peradaban. Inilah yang akan kita tekankan,” ungkap Fauzan di agenda yang disiarkan secara langsung di channel YouTube. Jadi, sambung Fauzan, berbicara kesuksesan menurutnya tidak saja hanya menggapai sesuatu titik, tetapi di dalamnya adalah sebentuk nilai kemanusiaan. Karena bagaimanapun, seseorang juga harus memiliki tanggung jawab dalam rangka untuk memperbaiki peradaban, khususnya peradaban bangsa. “Kita ingin menjadi bangsa yang beradab. Ada dua hal yang ingin kita targetkan, sukses dan beradab,” demikian pesan yang disampaikan Rektor UMM Fauzan di Auditorium BAU Kampus III UMM. Agenda ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa baru angkatan 2020. Memperkuat apa yang disampaikan rektor Fauzan, CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. apapun yang seseorang lakukan harus memiliki makna bagi yang lain. Karena, kesuksesan yang diraihnya merupakan sebentuk pemberian Tuhan yang diditipkan kepadanya untuk membantu yang lainnya. “Saya sangat terinspirasi dari Mother Teresa tentang kesetiaan. Pertama setia kepada Tuhan. Berikutnya saya akan setia kepada kemanusiaan, saya akan setia kepada bangsa Indonesia, saya setia untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif. Itulah arti kesuksesan sesungguhnya,” katanya. Sementara itu, CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green saat menanggapi pertanyaan dari peserta tentang bagaimana agar suatu pekerjaan tidak ditunda-tunda. Menurutnya, suatu pekerjaan agar tidak ditunda-tunda kuncinya adalah dengan melakukan perencanaan. Perencanaan inilah, menurut Don Green, merupakan ciri kebiasaan dari orang-orang sukses. “Salah satu kunci orang sukses adalah apapun yang dia lakukan harus terencana dan memiliki tujuan yang jelas. Praktik menunda pekerjaan dan tidak punya tujuan adalah ciri orang tidak akan pernah sukses,” ujarnya. Di sisi lain, Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar dalam pemaparannya mengutip kata-kata mutiara BJ Habibie tentang kesuksesan. Disebutkannya kesuksesan membutuhknan konsistensi. Konsistensi di manapun bidang yang ditekuni. Karena konsistensi menjadi salah satu kunci sukses. “Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Karena konsistensi adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya. Tidak ada ceritanya seseorang bisa berhasil tanpa konsistensi atas keahliannya,” ungkapnya. (*/can)