Pascasarjana Gelar Program Visiting Profesor secara Gratis

DIREKTORAT Program Pascasarjana UMM kembali mengadakan program percepatan guru besar. Bukan hanya untuk kalangan dosen internal yang ada di UMM saja, namun program percepatan kali ini ditujukan bagi para dosen yang ada di perguruan tinggi lainnya,melalui kegiatan Visiting Profesor secara gratis. Kegiatan yang berisi pendampingan serta pengisian perkuliahan antar universitas ini memdapat antusias yang tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta yg mencapai 57 orang dosen dari 24 perguruan tinggi,baik negeri maupun swasta dengan status doktor dan profesor. Selanjutnya para peserta mendapatkan pendampingan langsung oleh Prof. Ahsanul In’am secara daring. “Peserta kita arahkan untuk bagaimana membuat poster yang bagus menggantikan power point dalam presentasi yang nantinya bisa didaftarkan menjadi HAKI.Lalu juga mengisi kuliah pakar, membuat makalah untuk Book Chapter, dan membuat makalah untuk Seminar Internasional berbahasa Inggris.Dari sini nantinya mereka akan punya luaran berupa book chapter, prosiding serta sertifikat visiting profesor yg nantinya akan berguna baik untuk kepangkatan maupun meningkatkan mutu prodinya,” ungkap guru besar bidang Matematika tersebut. Tidak hanya sampai disitu saja, Akhsanul In’am juga menjelaskan bahwa tujuan lain yang bisa dicapai dari program ini adalah nantinya kegiatan ini bisa dipakai untuk mendukung akreditasi 9 standar yang mulai ditempuh oleh beberapa prodi yang ada di UMM. Serta adanya peningkatan jalinan kerjasama yang semakin baik antar universitas melalui program pascasarjana.Seperti kerjasama peningkatan mutu dosen pengajar dengan pengiriman dosen untuk kuliah di UMM. Jugasaling mengisi kuliah tamu baik dari pihak UMM sebagai narasumber maupun sebaliknya. “Terlebih lagi pada saat keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini semuanya menjadi serba mudah karena bisa dilakukan secara daring. Sehingga tidak ada alasan bahwa pandemi ini menjadi halangan” ungkap Akhsanul In’am. Dilain pihak Dr. Esti Ismawati yang juga merupakan salah satu peserta program visiting profesor menyatakan bahwa dirinya sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. “Saya bersama enam teman dari Universitas Widya Dharma Klaten yang rata-rata telah memiliki masa kerja 35 tahun ke atas ini berharap kegiatan Visiting Pofesor ini dapat mengantarkan kami lebih dekat ke jenjang Guru Besar,” ujar Esti. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi berkah.Tak hanya bagi dirinya namun juga bagi semua peserta yamg mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. (*/can)

Menangi Lomba Poster Nasional BAPOMI Jawa Timur

MENGAWALIbulan November, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali torehkan prestasi. Adalah Dinda Erlinda dan Durrotun Nafysah, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang berhasil menyabet juara III lomba poster mahasiswa nasional yang digelar oleh Badan Pembina Olah raga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Kemenangan ini disampaikan lewat Surat Keputusan Hasil Lomba KTI dan Poster Mahasiswa Nasional Tahun 2020 BAPOMI Jawa Timur,  Rabu (4/11/2020). Ya, lewat poster berjudul “Pentingnya Pembinaan Bola Basket”, Dinda dan Nafysah berhasil menyingkirkan puluhan poster peserta lainnya. Setidaknya, ada tiga muatan informasi yang disampaikan Dinda dan Nafysah dalam poster tersebut, yakni hakikat pembinaan olah raga, pentingnya pembinan olah raga bola basket, dan peran pemerintah dalam pembinaan olahraga bola basket. “Pembinaan olahraga bola basket menurut kami sangat penting. Olahraga ini sebenarnya adalah olahraga yang sudah umum atau populer, tetapi nyatanya belum semua daerah memahami dan melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga ini, terutama di daerah yang notabenenya daerah pelosok. Kegiatan ini dapat memotivasi para pelajar, meningkatkan daya tarik, mengembangkan potensi para pelajar, dan meningkatkan prestasi olahraga dalam mengikuti kompetisi Prokab, Proprov, hingga PON,” tambah Dinda saat diwawancarai via WhatsApp, Senin (9/11/2020). Ditanya ihwal kemenangannya, Dinda mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pasalnya, poster ini hakikatnya adalah produk mata kuliah Kajian Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Sekolah Dasar. “Jujur, saya tidak pernah menyangka bisa menang karena awalnya cuma memenuhi tugas dan ikut berpartisipasi saja. Tapi, saya mulai optimis untuk menang setalah pengumuman lolos seleksi 20 besar. Dari situ saya dan teman saya menyiapkan materi yang akan dipresentasikan dengan sungguh-sungguh dan akhirnya berhasil mendapat juara tiga,” tutur Dinda. Atas pencapaian ini, Arina Restian, ketua Prodi PGSD mengaku bangga dan berharap kedua mahasiswa ini dapat terus mengasah potensi agar bisa bersaing pada jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah sangat bangga memiliki mahasiswa berprestasi. Saya ucapakan Selamat dan sukses atas kemenangan lomba poster Bapomi Jatim kepada Dinda Erlinda Durrotun Nafysah. Semoga bisa terus mengasah potensi dan kemampuan untuk bersaing secara nasional maupun International,” ungkap Arina. Capaian ini membuktikan formula SAL Experience yang merupakan akronim dari Student Active Learning Experience Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMM berhasil menyajikan perkuliahan yang inovatif, kreatif, bermakna dan menyenangkan bagi mahasiswa. Hal inilah yang mendorong mahasiswa untuk terus mengukir prestasi. (*/can)

Rancang Alat Olahraga bagi Penyandang Tuna Daksa

DILATARBELAKANGI minimnya fasilitas olahraga bagi penyandang disabilitas, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang suatu alat rancang bangun untuk membantu olahraga bagi yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Alat ini diberi nama Difabel of Statis Health. Prinsipnya, alat olahraga ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan para penyandang difabel khususnya Tuna Daksa agar dapat melakukan olahraga dengan mudah. Olah raga merupakan aktivitas penting dalam hidup. Olahraga yang teratur dapat membantu tubuh tetap fit dan mengurangi resiko sakit. Ada banyak macam-macam olahraga saat ini diantaranya Olahraga Sepak bola, Bulutangkis, Berlari, Bersepeda, Bela Diri, Futsal, Catur, Tinju, dan lainnnya.Tetapi tidak semua masyarakat memiliki kondisi fisik yang sama dikarena adanya masyarakatkhususnyayang menyandang Tuna Daksa dan tidak dapat melakukan olahraga tersebut. Sayangnya, alat olahraga rata-rata dilakukanuntuk orang yang mempunyai fisik normal. Di Indonesia khususnya diKota Malang saat ini,berdasarkan penelusuran kelompk ini,100% tempat olah raga belum ada yang menyediakan tempat dan alat yang fokus terhadap mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel. Kelompok yang seluruh anggotanya berasal dari Program Studi Teknik Industri ini dibimbing oleh Dian Palupi Restuputri, S.T., M.T. Berkat inovasi ini, kelompok yang terdiri dari Anggi Ramadhani, Muhammad Fahrul Islam, Alfina Damayanti ini berhasil memenangi (Juara 1) Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kategori Umum Mahasiswa Nasional Tahun 2020 Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Di lomba yang digelar awal November ini, mereka mengusung karya tulis berjudul “Rancang Bangun Alat Difabel Of Statis Health sebagai Alat Olahraga Penyandang Tuna Daksa”. “Alat ini dikembangkan dari sebuah alat olahraga yaitu sepeda statis yang pada umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berolahraga. Alat ini akan dapat digunakan dan dioperasikan dengan mudah oleh orang penyandang Tuna Daksa. Jadi alat ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan Tuna Daksa, sehingga penyandang Tuna Daksa bisa melakukan olahraga dengan mudah,” kata Anggi, ketua kelompok dihubungi via WhatsApp, Jumat (13/11). Kelompok ini mengklaim alat ini sangat erginomis. Terdapat pedal dari kayu yang dilapisi spons dan kulit untuk kenyamanan berpijaknya kaki atau tangan. Ada dua pedal di bawah dan di atas. Terdapat juga roda yang digunakan untuk penggerak beban untuk bisa naik dan turun. Alat ini juga dapat diatur bebannya sesuai berat beban yang dikehendaki. Mulai dari 2 kilo gram hingga 5 kilo gram. Alat ini diatur dengan ketinggian disesuaikan agar mudah menaikinya. (can)