Mahasiswa UMM Juarai Kompetisi Pasar Modal Nasional

Nur Azizah dan Harpiyansa, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) awal November ini berhasil menjuarai Kompetisi Pasar Modal Nasional. Keduanya ditetapkan sebagai juara III di kompetisi yang diselenggarakan Capital Market Student Club Universitas Indonesia. Mereka mengajukan paper berjudul “Analisis Saham Perusahaan dari Berbagai Sektor dan Industri di Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal”. Secara khusus, papper ini membahas dan menganalisisis perusahaan dari berbagi jenis sektor yang berbeda agar mendapat sebuah data, dari sektor manakah yang cukup baik untuk diinvestasikan di saat pandemi dan New Normal. Berdasarkan hasil analisis terhadap 11 emiten/perusahaan, terdapat 7 perusahaan yang optimal yaitu PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT. XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO). Dari hasil analisis, optimalnya perusahaan tersebut didukung selain dari laporan keuangan setiap perusahaan juga pada valuasi saham serta analisa teknikal setiap perusahaan tersebut. “Yang mana pada laporan keuangan perusahaan memiliki laporan yang cukup baik pada beberapa tahun terakhir. Serta dilihat dari valuasi saham, setiap perusahaan rata-rata memiliki kondisi yang cukup baik, meskipun bisa dikatakan cukup overprice,” ungkap Nur Azizah. Sementara, dilanjutkan Nur, berdasarkan analisa teknikal setiap perusahaan dapat disimpulkan juga bahwa PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) mendapat rangkuman Sangat Beli. Namun PT. XL Axiata Tbk (EXCL) mendapat analisis Sangat Jual pada bulan Oktober-November 2020. (*/can)

PMM UMM Kembangkan Agribisnis Kreatif di Kota Malang

PANDEMI Covid-19 belum juga mereda. Hal ini tentu berdampak pada tingkat ketersediaan cadangan bahan pangan.  Masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Abdillah dan Ali yang dibimbing Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ary Bakhtiar dan Istis Baroh melakukan kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) dengan tema “Agribisnis Kreatif”. Program pengabdian ini mengusung topik hidroponik untuk masyarakat Lowokwaru, Kota Malang. Hidroponik yang digarap menggunakan metode Deep Flow Technique dengan paralon sederhana. Tanaman disemai menggunakan rockwool selama kurang lebih 7 hari dan kemudian dipindahkan ke paralon. Tanaman yang bisa untuk ditanam secara hidroponik antara lain adalah kangkung, sawi, dan selada. “Tujuan kami melakukan kegiatan bercocok tanam dengan hidroponik pada saat pandemi ini adalah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dari rumah. Kita tahu saat ini kondisi lahan semakin sempit dan masyarakat kota juga memiliki lahan yang terbatas, serta kebutuhan akan konsumsi semakin bertambah,” ungkap Ary Bakhtiar. Salah satu aktivitas yang efektif dalam upaya mendukung ketahanan pangan saat pandemi, sambung Ary, adalah bercocok tanam secara hidroponik. Terlebih, aplikasi biaya yang dikeluarkan cukup murah dan hasil panen bisa didapatkan dengan pasti. Kegiatan PMM  merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM dilakukan sebagai salah satu bentuk melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan masyakarat kota lainnya yang ingin bercocok tanam di lahan sempit,” ungkap Alik Anshori selaku Kepala Divisi KKN UMM. (*/can)