Tim PMM ini Bikin Modul dan Sistem Laporan Keuangan untuk Petani

TIM Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pengabdian di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pengabdian ini dilakukan secara khusus dalam hal pendampingan membuat modul dan laporan keuangan. Novitasari Agus Saputri, M.Pd. selaku dosen pengabdi berinisiatif membuat modul berisi tentang profil Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta pemahaman tentang membuat laporan keuangan. Di dalam modul tersebut, di bagian profil setiap kelompok tani juga disebutkan unit-unit usahanya serta produk-produk yang dihasilkan. Modul yang disusun oleh Novitasari beserta timnya ini dikerjakan dengan kurun waktu kurang lebih dua minggu. “Saya sengaja membuat isi modul dengan menggunakan bahasa – bahasa akuntansi yang sederhana agar mudah untuk dipahami. Karena setelah selesai dibuat, modul ini akan dicetak dan dibagikan pada saat pelaksanaan kegiatan,” kata Novitasari (20/11). Sedangkan Ike Arisanti, SE., MBA. yang juga selaku dosen pengabdi dikelompok ini, bertanggung jawab merancang sistem laporan     keuangan. Sistem ini dibuat dengan tujuan agar para petani lebih mudah dalam membuat laporan keuangan. Sistem ini dirancang menggunakan Microsoft Excel. Ike dan Novitasari dibantu oleh 2 mahasiswa berasal dari Prodi Akuntansi UMM yaitu Gresita Mahar dan Maulana Riyan dalam menyelesaikan modul dan sistem ini dengan kurun waktu yang sangat cepat. Harapannya, disampaikan Novitasari, setelah disosialisasikan mengenai pentingnya sebuah laporan keuangan terutama untuk UMKM, dan telah dijelaskan penggunaan sistem laporan keuangan sendiri, masyarakat dapat menerapkannya dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Tim PMM Mitra Dosen mengambil tindakan ini mengingat ketua Gapoktan Desa Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu sendiri, Sutejo mengatakan bahwa masih minimnya pemahaman tentang laporan keuangan itu. “Setiap transaksi tidak dicatat, hanya penjualan dan kas saja yang mungkin ada catatannya. Karena bapak-ibu anggota kelompok tani lebih memilih simpel dan tidak mau ribet. Maka dari itu, dengan adanya output berupa modul dan sistem laporan keuangan itu sendiri semoga dapat mempermudah pembuatan laporan keuangan Gabungan Kelompok Tani Torong Makmur sehingga di setiap transaksi dapat terdokumentasi dengan jelas nantinya,” ungkap Novitasari via WhatsApp. (*/can)

Mahasiswa ini Ciptakan Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat

Tercatat, di Indonesia masih sering terjadi kasus mobil yang terjun dari lahan parkir bertingkat. Dari tahun 2006-2017 sudah terjadi 10 kasus kecelakaan kendaraan roda empat yang terjun dari parkiran bertingkat. Sementara, menurut laporan dari Road Safety Association, Korlantas Polri mencatat sekitar 50 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara, dari total 50 persen kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor manusia. Selain faktor kelengahan manusia, penyedia layanan parkir dituntut harus mampu menyediakan layanan parkir bertingkat yang aman, utamanya dalam hal pembatas parkir. Berdasarkan data permasalahan sebelumnya, maka terciptalah ide dalam inovasi rancangan batang pengganjal parkir dengan mengubah desain batang yang semula sistemnya pasif menjadi dinamis. Ide inilah yang coba diwujudkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merancang “Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat untuk Kendaraan Roda Empat”. Ide ini didaftarkan ke Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC). Adalah Muhammad Ardiansyah, Ivanda Oktavian Saputra, dan Arista Dwi Setya Budi yang memiliki ide tersebut. “Inovasi yang digagas pada design alat ini, yakni dengan mengubah design sistem pengaman parkir yang sebelumnya pasif menjadi dinamis dengan mekanisme rotasi. Cara kerjanya adalah dengan menciptakan selip pada roda mobil apabila terjadi kecepatan saat mobil mundur secara tiba-tiba, sehingga mobil tertahan oleh alat pembatas dan dapat terhindar dari kecelakaan,” terang Muhammad Ardiansyah selaku ketua kelompok. Meskipun telah ada produk-produk serupa dengan fungsi yang sama, sambung mahasiswa teknik mesin ini, produk ciptaan mereka ini diklaim lebih memiliki keunggulan. Di antaranya mudah diproduksi massal karena tidak membutuhkan teknologi tinggi serta kebutuhan safety parking di berbagai tempat parkir gedung bertingkat. Kedua, material mudah diperoleh karena material dapat dibeli secara terpisah. Terlebih, material dalam pembuatan alat ini juga diproduksi di dalam negeri (PT. Barata). Ketiga, alat ini juga berpotensi mendapatkan paten baru yakni karena mekanisme alat merupakan yang terbaru dan belum ada sebelumnya. Selain itu, produk dapat terus dikembangkan dan memiliki jangka investasi hingga 10 tahun. Keempat, keamanan alat ini juga terukur yakni, produk ini telah disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan roda empat di Indonesia. Juga, mampu menahan beban kendaraan hingga 2 Ton. Alat ini tidak memerlukan teknologi yang tinggi, tetapi hanya memanfaatkan gaya yang terjadi pada saat mobil di parkirkan (Hukum Newton III). “Mekanismenya gaya aksi akan diberikan pada saat roda berputar dan menyentuh roll as pengganjal. Ketika pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam maka gaya reaksi pada roll as akan melawan putaran roda sehingga roda tidak bisa melewati rol batang tersebut. Roll as yang menggunakan besi pejal meminimalisir patah dan bengkok ketika mendapat gaya tekan ke bawah,” terang Ardiansyah. (*/can)