Getapak Ringankan Masyarakat Terdampak Pandemi

Pandemi yang tak kunjung berakhir memberikan dampak buruk bagi semua lapisan masyarakat. Tak terkecuali mereka yang tinggal di Kota Batu. Berangkat dari permasalahan tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Batu menginisiasi Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Getapak). Dalam pelaksanannya, kegiatan yang dilangsungkan pada 5-31 Oktober ini dibantu oleh lima mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan bimbingan dari Dr. Ir. Damat, MP. Ayu Ramadhani Kumala Dewi, selaku ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan itu mencoba memberikan solusi lain untuk membantu memulihkan ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Utamanya mereka yang tinggal di Kota Batu. “Ada tiga lokasi yang menjadi fokus kami yakni di Kelurahan Sisir, Desa Tlekung serta Desa Giripurno,” terangnya lebih lanjut. Mahasiswa asal Jombang ini kembali mengungkapkan ada beberapa tahapan-tahapan yang timnya lakukan. Diawali dengan proses pendataan dan survey masyarakat peserta.Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan terkait urban farming.Terakhir adalah pendampingan yang diberikan kepada masyarakat selama hampir sebulan. Dalam materi penyuluhan, masyarakat diajak untuk mengenal pembuatan aquaponik, hidroponik, serta budidaya ikan dalam ember (Budamber). Tiga materi itu dipilih karena dinilai cukup sederhana dan mudah dibuat. Budamber misalnya, yang hanya memerlukan peralatan yang biasa ditemukan di rumah. ”Kami mencoba memberikan solusi sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. Jadi tidak perlu menambah biaya yang besar dalam pembuatannya,” tandas Ayu. Ditemui di kesempatan lain, Baharuddin Jamil Al-Munir, anggota kelompok PMM Getapak mengatakan bahwa mereka tidak hanya menyedikan penyuluhan saja, tapi juga materi Program Cantelan serta bantuan langsung bahan pangan. Kegiatan ini juga tidak lepas dari kendala. Ia melihat bahwa masyarakat peserta penyuluhan masih kesulitan dalam memahami materi urban farming. “Mungkin karena baru pertama kali mendengarnya. Meski begitu, pelan pelan masyarakat tertarik dan mulai memahami dengan baik berkat pendampingan yang kami lakukan,” sambungnya. Mahasiswa UMM asal Bengkulu itu juga berharap agar agenda ini bisa meringankan beban masyarakat terdampak pandemi. Sayur dan buah yang dihasilkan dari teknik-teknik yang disampaikan dalam penyuluhan bisa menjadi alternatif pemenuhan gizi. Selain itu juga Budamber yang dapat memenuhi bahan pangan masyarakat di tengah pandemi seperti ini.(wil)
Luthfi Juarai Kompetisi Arabic Story Telling Tingkat Nasional

Berawal dari kecintannya akan bahasa arab disertai hobi membaca dan menulis sedari kecil, Luhtfi Hasan K, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara dua pada lomba arabic story telling di Gebyar Virtual Hari Bahasa Arab Se-Dunia. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Awardee Lembaga Pengelolahan Dana Pendidikan (LPDP) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pada Jumat (18/12) lalu. Luhtfi menceritakan berbagai persiapan yang ia lakukan menjelang perlombaan. Selama lima hari dirinya sibuk membaca banyak literatur untuk memperoleh inspirasi cerita. Lalu menuangkan ide ceritanya dalam sebuah tulisan. Adapun ide cerita yang Luhtfi sertakan dalam perlombaan itu bertema mengenai cara untuk mencintai bahasa arab. Selain karena perlombaan ini menggunakan bahasa arab, pemilihan ide cerita ini juga berdasarkan pada pandangan Luhtfi tentang pentingnya bahasa arab di zaman sekarang. Terutama bagi mereka yang menganut agama Islam. “Bahasa inggris sebagai bahasa internasional memang penting. Tapi bahasa arab juga tidak kalah penting,” imbuhnya. Selama proses penulisan, ia banyak dibantu oleh dosen dan bahkan dekan fakultas. Utamanya dalam hal salah ketik dan salah penerjemahan. Setelah tahap pengumpulan naskah, pihak panitia memilih sepuluh naskah terbaik yang akan diadu kembali. Pada tahap ini, para peserta diminta mengirimkan video story telling kepada panitia. Anak pertama dari lima bersaudara ini mengaku cukup kesulitan saat melakukan pengambilan video. Pasalnya dia harus melakukan semua proses syuting sendirian. Tidak cukup sampai di situ, ia juga kebingungan dalam menyiapkan properti hingga ke tahap editing. Apalagi dia tidak memiliki teman yang memahami videografi. “Saya kurang begitu paham tentang videografi dan pengambilan gambar. Jadi, saya berusaha semaksimal mungkin meskipun video yang didapat tidak begitu sempurna,” tambahnya saat diwawancara. Dengan kendala-kendala yang ia hadapi, Luthfi sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan meraih juara dua dalam perlombaan ini. Apalagi, menurutnya video yang ia buat dan kirimkan jauh dari kata sempurna. “Saya sangat bersyukur usaha yang saya lakukan dapat membawa hasil yang baik. Namun saya tidak ingin hanya berhenti sampai disini, untuk kedepannya saya akan terus berproses dan berkarya untuk memberikan yang terbaik” tandasnya. (syi/wil)
UMM Dorong Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sayangnya, Indonesia masih belum mampu untuk menjadi yang pertama dalam industri halal. Berawal dari permasalahan itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan Doctoral Colloquium dengan tema mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal. Acara ini diadakan pada Selasa (29/12) lalu, melalui Zoom dan kanal Youtube FEB UMM. Selain pembicara yang berasal dari UMM, agenda ini juga mengundang dua pemateri dari luar kampus sebagai pembanding. Sebut saja , K.H. Muhammad Cholil Nafis, LC.,MA., Ph.D. seorang penulis, dosen, serta ulama. Kemudian juga Dr. Ahmad Soekro Tratmono, deputi pengawas perbankan IV dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun pembicara yang hadir adalah Dr. Nurul Asfiah, M.M., Dr. Sri Budi Cantika Yuli, M.M., Dr. Driana Leniwati, A.K.,M.SA, serta Dr. Yulist Rima Fiandari, M.M. Dalam sambutan pembukaan, Dr. Idah Zuhroh, MM berharap kegiatan ini akan memunculkan energi dan inspirasi baru bagi FEB UMM. “Langkah selanjutnya yang harus diambil bapak dan ibu yang telah menyelesaikan studi doktoralnya adalah mengembangkan tridarma perguruan tinggi khususnya di bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat” tandas Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut. Salah satu pemateri, Dr. Nurul Asfiah, M.M, dalam paparannya menjelaskan mengenI model islamic sosial entrepreneurship bagi usaha mikro dan kecil (UMK) untuk mewujudkan industri halal. Nurul menyampaikan bahwa UMK merupakan penunjang terbesar perekonomian suatu negara. Namun masih memiliki kelemahan yang sangat mendasar. Kelemahan itulah yang menjadi alasan perlunya pemberdayaan bagi pengusaha UMK di Indonesia dalam membangun industri halal Indonesia. Nurul juga tidak lupa mengambil contoh Aisyiyah sebagai organinasi yang telah menerapkan pemberdayaan masyarakat. Mereka mengajak perempuan untuk menjadi pilar ekonomi keluarga. Hal itu sejalan dengan pilar keempat yang dimiliki Aisyiyah tentang pemberdayaan ekonomi perempuan. Sementara itu, Dr. Ahmad Soekro Tratmono menyampaikan materi terkait mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal. Ahmad dengan gamblang menjelaskan bahwa dalam pengembangan keuangan syariah ada empat hal yang harus diperhatikan. Pertama, adalah ekosistem yang berupa penggunaan sinergi dan integrasi ekonomi syariah di sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial. Kedua, penguatan kapasitas dan daya saing industri syariah berupa peningkatan modal minimum, akselerasi konsolidasi, dan peningkatan kapasitas SDM. Kemudian yang ketiga adalah peningkatan permintaan pada keuangan syariah berupa program peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan syariah. Terakhir yakni memasifkan adaptasi digital dalam ekonomi syariah agar pengembangan keuangan syariah bisa berkembang dengan baik. (syi/wil)
Beri Kemudahan Layanan Perbankan dengan Luncurkan Virtual Account

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah berhenti memberikan inovasi baru, utamanya dalam pelayanan mahasiswa. Kali ini, bersama dengan Bak Jatim, UMM gelar launching sistem Virtual Account untuk pembayaran pendidikan. Agenda tersebut bertempat di Rayz Hotel UMM pada Rabu (30/12) lalu. Dalam sambutannya, Arif Wicaksono selaku kepala Infokom Bank Jatim menjelaskan bahwa mereka sudah merintis fitur virtual account sejak lama. Hanya saja terbatas pada instansi pemerintah daerah serta market place. UMM menjadi perguruan tinggi pertama yang melakukan kerja sama dengan Bank Jatim dalam penggunaan virtual account ini. “Semoga kerja sama ini bisa menular ke perguruan-perguruan tinggi lain agar memudahkan dan memberikan manfaat yang lebih lagi,” ungkapnya. Arif juga merasa bangga bisa bekerja sama dengan UMM. Hal itu tidak lepas dari predikat UMM yang tidak hanya fokus dalam aspek pendidikan, tapi juga di bidang kesehatan serta sosial. Ia juga menyebut bahwa nama UMM sudah terdengar di tingkat nasional dan internasional berkat prestasi yang sudah diraih. “Launching virtual account ini ada sebagai salah satu upaya untuk membuka akses dalam hal pembiayaan pendidikan. Jadi bisa memudahkan dan lebih simpel,” terangnya lebih lanjut. Masih dalam agenda yang sama, Fauzan selaku Rektor UMM mengungkapkan bahwa fasilitas ini menjadi jawaban atas tantangan zaman. Terlebih lagi di zaman yang penuh dengan teknologi modern seperti sekarang. Maka launching yang dilaksanakan merupakan bentuk apresiasi akan inovasi teknologi terkini. Fauzan juga berharap agar program ini tidak hanya dilaksanakan secara parsial, tapi juga dibarengi dengan regulasi yang visible dan marketable dalam upaya meningkatkan pelayanan. Ketika pelayanan sudah baik, maka bisa menjadi branding besar bagi Bank Jatim sendiri. Salah satu dampak positif yang bisa dirasakan adalah meningkatnya penggunaan virtual account oleh masyarakat luas. “Sama seperti UMM yang selalu mengedepankan kenyamanan berdasar humanis,” imbuhnya. Ia juga sempat bercerita bahwa hubungan UMM dengan Bank Jatim sebenarnya memiliki sejarah panjang dan sudah terjalin sejak lama. Kalau kerjasama keduanya diibaratkan sebagai ijab qobul, maka launching ini merupakan rentetan cicit dan cucu. “Semoga fasilitas virtual account ini bisa meningkatkan kinerja dan kepercayaan bagi kedua belah pihak. Selain itu juga bisa memberikan manfaat yang lebih baik untuk ke depannya,” pungkas Fauzan di akhir sambutannya. (wil)