Peduli Sesama, Satpam UMM Galang Dana Korban Bencana

Berbagai bencana yang menimpa Indonesia membuat banyak orang bersimpati. Bantuan juga terus mengalir dari pelosok negeri. Hal serupa dilakukan oleh Satuan Pengaman (Satpam) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka saling bahu-membahu memberikan sumbangan dana bagi mereka yang mengalami musibah dan bencana. Penyerahan itu diberikan secara simbolis kepada Zakarija Achmat, S.Psi, M.Si selaku kepala bagian kepegawaian UMM di kantor Rektorat pada Selasa (26/1) lalu. Saifudin, Kepala Keamanan Satpam UMM bercerita inisiatif ini lahir dari kesadaran masing-masing. Melihat bencana yang menimpa beberapa daerah membuat mereka tergerak untuk memberikan bantuan, meskipun jumlah yang didapat tidak seberapa. “Kebetulan UMM juga memiliki program Berbagi untuk Negeri, jadi sekalian saja kegiatan galang dana ini disinergikan dengan program tersebut,” ungkap pria asli Malang tersebut. Suksesnya penggalangan dana tersebut tak lepas dari koordinasi tiap komandan Satpam yang ada di setiap wilayah kampus UMM, baik di kampus I, II dan III. Ia juga menegaskan bahwa pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak saling berbagi. Sebaliknya, malah harus bisa memberikan kontribusi lebih bagi negeri. “Alhamdulillah kemarin sudah terkumpul dana dari teman teman Satpam se-UMM. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi semoga bisa meringankan beban teman-teman yang merasakan bencana,” harapnya. Ditemui di kesempatan yang sama, Zakarija juga mengungkapkan hal serupa. Ia menerangkan bahwa sebenarnya penggalangan dana ini sudah lama dilakukan oleh UMM, hanya saja dalam kelompok-kelompok kecil. Kemudian baru digalakkan secara luas agar bisa memberikan manfaat yang masif. “Sudah ada beberapa rekening yang kami buka khusus untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Tidak hanya untuk bencana saat ini saja tapi juga di masa depan,” tuturnya. Penggalangan dana ini juga merupakan salah satu bagian dari program Berbagi untuk Negeri yang sudah UMM lakukan sejak lama. Adapun Zakarija berharap agar langkah ini bisa mendorong masyarakat lain untuk tergerak memberikan bantuan, baik secara materiel maupun morel. “Tiap orang pasti memiliki keinginan untuk menolong sesama. Ada yang berbentuk doa, dana dan juga usaha kemanusiaan di lokasi bencana. Semua bisa berkontribusi asalkan mau berusaha dan memberikan yang terbaik bagi negeri,” pungkasnya saat sesi wawancara. (wil)

Gaet Pemkab Malang, UMM Siapkan Pembangunan PLTMH

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah berhenti untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kali ini UMM bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dalam waktu dekat. Agenda audiensi tersebut dilaksanakan pada Senin (25/01) kemarin. Acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang tersebut, dihadiri oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), serta beberapa petinggi daerah lainnya. Saat ditemui, Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si menjelaskan bahwa rencananya PLTMH ini akan dibangun di beberapa wilayah Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi pembangunan tidak dipilih secara acak. Namun nantinya akan mempertimbangkan ada tidaknya debit air yang cukup untuk membuat mikro hidro. Sebelumnya, UMM juga sudah membangun PLTMH di beberapa tempat. Sebut saja di daerah Sumber Maron dan Boon Pring yang sudah lama dibangun. Kedua pembangunan itu merupakan langkah awal dari cita-cita UMM untuk membangun 1000 PLTMH di seluruh Indonesia. Pada proyek selanjutnya UMM juga telah menentukan beberapa titik wilayah di Kabupaten Malang yang akan dibangun pembangkit listrik. “Wilayah pertama yang akan dibangun PLTMH adalah di daerah Sumber Jeruk,” tutur dosen UMM tersebut. Lebih lanjut, Yus berkata bahwa PLTMH ini nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk memompa air minum ke seluruh wilayah di Malang Selatan. Sementara listrik yang dihasilkan akan dimafaatkan untuk mengurangi konsumsi listrik di berbagai fasilitas umum yang ada di Kabupaten Malang.“Satu PLTMH juga dapat menghasilkan seratus liter air perdetik. Tentu hal ini akan sangat membantu dalam distribusi air minum di wilayah Malang Selatan” lanjut Yus. Terakhir, ia mengungkapkan pembangunan ini merupakan suatu bentuk pengabdian dari universitas dan para dosen UMM terhadap masyarakat, terutama dibidang energi terbarukan. Ia berharap masyarakat dapat teredukasi dan mampu memanfaatkan sumber energi baru ini dengan sebaik-baiknya.“UMM memiliki sumber daya manusia yang memumpuni. Saya berharap proyek energi terbarukan ini tidak hanya berhenti pada PLTMH saja, namun juga pada energi terbarukan lainnya seperti solar cell,” ujar Yus diakhir wawancara. (syi/wil)

Bahas Saham, Ajak Milenial Cerdas Berinvestasi

Belakangan, tema menabung saham menjadi topik yang banyak dibahas, khususnya oleh anak-anak muda. Sayangnya, literasi dan informasi terkait bagaimana cara menabung saham belum begitu memadai. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka menggelar webinar bertajuk “Milenial Nabung Saham? Why Not” pada Rabu (20/1). Agenda yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube FEB UMM itu mengundang Dewi Sriana Rihantyasni, SE., MM, kepala perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur sebagai pemateri. Ia ditemani oleh Dr. H. Mohammad Jihadi M.Si selaku Direktur Keuangan dan Investasi Dana Pensiun UMM dan dimoderatori oleh Venus Kusumawardana SE., MM. Dewi, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa sebagian generasi milenial kurang mampu mengelola keuangan. Tidak jarang pemasukan yang diperoleh lebih sedikit ketimbang pengeluaran yang dilakukan. Maka perlu adanya strategi dan model pengelolaan yang baik. “Teman-teman harus pintar dalam mengolah uang yang dimiliki. Bisa dengan melakukan cashflow management, debt management, dan wealth creation. Begitupun juga dengan berinvestasi,” tuturnya dalam materi. Namun, sebelum melakukan investasi lebih dalam, generasi milenial harus mengetahui tujuan yang harus dicapai saat menabung saham. Banyak hal juga yang harus dipertimbangkan lebih jauh. Dewi juga menyebutkan peningkatan yang cukup signifikan angka investor generasi muda. “Pada tahun 2020, investor domestic baru dengan rentang usia 18-25 tahun naik menjadi 211.030. persentasenya mencapai 43,2% dari total investor baru,” terangnya lebih lanjut. Senada dengan Dewi, Jihadi juga menyampaikan bahwa banyak keuntungan yang akan didapatkan ketika melakukan investasi saham. Beberapa di antaranya capital gain, deviden, hingga mengikuti RUPS. Tentu saja keuntungan tersebut diperoleh dengan menjadi investor yang jeli, khususnya dalam pemilihan saham. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memulai investasi dengan cara yang benar. Tidak ada kata terlambat untuk mengubah pola pikir berinvestasi di pasar modal, utamanya saham. “Silakan teman-teman untu berinvestasi jangka panjang. Nantinya teman-teman juga akan mendapatkan keuntungan baik dari segi materi maupun pengetahuan,” tuturnya dalam webinar. Di kesempatan yang sama, Dekan FEB UMM, Dr. Idah Zuhroh, M.M berharap agar agenda ini bisa menjadi motivasi mahasiswa untuk terus belajar terkait pasar modal. Nantinya, mahasiswa yang lulus diharapkan bisa memiliki alternatif untuk berinvestasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. (*/wil)