Mantapkan Kampus Merdeka, UMM Kerjasama dengan P.T. Charoen Pokphand Indonesia

Dalam rangka mendorong program kampus merdeka, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jalin kerja sama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada Selasa (09/02) di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM. Dengan ditandatanganinya MOU ini, UMM dan PT. Charoen Pokphand Indonesia sepakat untuk bekerjasama di bidang peternakan. Dr. Fauzan. M.Pd. mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan kerja sama Triple Helix. Pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi universitas, perusahaan, dan pemerintah. “Masalah dari perguruan tinggi di Indonesia adalah kurang mampu untuk berkolaborasi dengan dunia industri. Karena hal tersebut, pemerintah melalui program kampus merdeka mendorong universitas untuk berkolaborasi dengan berbagai industri di dalam maupun luar negeri,” ujar Rektor UMM tersebut. Lebih lanjut Fauzan mengatakan bahwa kerja sama ini akan membawa perkembangan baru bagi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM. Fauzan kembali mengatakan bahwa pada kerja sama sebelumnya UMM telah berhasil membuat sekolah udang, di kerja sama ini rencananya UMM juga akan membuat sekolah pakan ternak. “Pada kerja sama sebelumnya UMM telah berhasil membangun sekolah budidaya udang. Sekolah tersebut terus berkembang sampai sekarang. Dengan kerja sama yang dilakukan antara UMM dan PT. Charoen Pokphand Indonesia, kita bisa membuat sekolah untuk pengolahan pakan ternak,” kata Fauzan di akhir sambutan. Di sisi lain, Regional Head PT. CPI area Jawa Timur, Benyamin Limi mengatakan kerja sama ini merupakan langkah yang bagus untuk membangun kerja sama antara UMM dan PT. Charoen Pokhand Indonesia. “Agar kampus dan industri dapat berkembang dengan baik perlu adanya kontribusi dan pertukaran informasi antara kedua belah pihak. Oleh karena itu kerja sama ini merupakan langkah yang bagus dalam membangun industri dan pendidikan yang baik” kata Benyamin. Di akhir acara Benyamin berharap bahwa dengan adanya kerja sama ini akan memajukan industri peternakan di Jawa Timur. “Saya harap para mahasiswa nantinya mampu memajukan industri peternakan di Jawa Timur. Selain itu saya juga berharap pengalaman ini akan menjadi bekal mahasiswa ketika sudah bekerja,” tandasnya. (syi/wil)
Bangun Industri Halal, UMM Adakan Pelatihan Auditor Halal Muhammadiyah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkomitmen dalam membangun industri halal di Indonesia. salah satu agenda UMM untuk membangun industri halal adalah menyelenggarakan acara pelatihan auditor halal Muhammadiyah. Pelatihan ini dilaksanakan pada 08 – 11 Februari melalui kanal zoom. Acara ini merupakan kerja sama antara Halal Center UMM dan Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thayiban (LPH-KHT) Muhammadiyah. Dalam sambutannya Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si. mengatakan industri halal mencakup dua aspek yaitu moralitas dan rasionalitas. Di mana pada aspek rasionalitas sangat sarat akan ideologi dan kepentingan berbagai pihak. Hal ini akan mempersulit para auditor dalam melakukan sertifikasi halal. “Oleh karena itu, para auditor diharapkan mempunyai moralitas dan integritas yang tinggi dalam rangka melakukan sertifikasi halal untuk sebuah produk,” kata Wakil Rektor IV UMM tersebut. Lebih lanjut, Sidik mengatakan untuk memperjuangkan produk halal harus dilakukan dengan massif, terstruktur, dan memiliki sistem yang jelas. Pelatihan ini merupakan salah satu titik penting perjuangan yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan UMM dalam membangun industri halal. “UMM dan Muhammadiyah telah melakukan beberapa kegiatan terkait dengan pembangunan industri halal. Kegiatan tersebut meliputi pembentukan dan perluasan lembaga halal Muhammadiyah. Selain itu kami juga melakukan perencanaan terhadap sistem halal, salah satunya dengan melalui pelatihan ini. Semoga dengan berbagai hal yang telah kita lakukan, halal akan menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari masyarakat,” ujar Sidik Di sisi lain Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. mengatakan tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan sinergi sesama Muhammadiyah, terutama dalam bidang industri halal. Selain itu Elfi berharap dengan adanya program ini dapat melahirkan auditor-auditor yang memumpuni di bidang sertifikasi produk halal. “Selain menambah kompetensi sumber daya manusia di UMM dan Muhammadiyah, saya berharap program ini dapat berkelanjutan dalam rangka membangun industri halal di Indonesia,” kata Ketua Panitia tersebut di akhir acara. Turut hadir dalam acara ini sebagai pemateri Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, Ph.D, Ir. Elvina Agustin Rahayu, MP, Sri Wuri Handono, Ir. M.App.Sc, Dr. Ir. Arief Safari, MBA, Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS, Prof. Dr. Nurkhasanah, Apt, Dr. Ir. Damat, MP, Ir. Dina Sujana, dan Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. (syi/wil)