Kunjungi UMM, UMKU Jalin Kerja Sama Berbagai Bidang

Sebagai upaya untuk memfasilitasi para mahasiswa di masa pandemi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka kesempatan untuk menyediakan laboratorium bagi para mahasiswa. Penyediaan laboratorium tersebut ditandai dengan penandatanganan Memoradum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada Rabu (10/02). Selain penyediaan laboratorium, kerja sama ini juga meliputi bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Rektor UMKU Rusnoto, SKM., M.Kes. mengatakan bahwa situasi pandemi membuat mahasiswa harus belajar secara daring sehingga beberapa mahasiswa memutuskan untuk kembali ke kota asal dan mengikuti pembelajaran dari rumah. Sementara itu, beberapa program studi membutuhkan laboratorium dalam pembelajarannya. “Selain mempererat ikatan antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM),  kami juga berharap dengan adanya kerja sama ini dapat membantu para mahasiswa memperoleh fasilitas laboratorium meskipun sedang tidak berada di lingkungan kampus,” ujar Rusnoto. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu komitmen UMM dalam meningkatkan kualitas pendidikan utamanya selama pembelajaran jarak jauh. “Harapannya kerja sama ini dapat mempermudah mahasiswa dalam menggunakan laboratorium ketika sedang berada di kota asal. Kerja sama ini juga merupakan salah satu komitmen UMM untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tandasnya. (syi/nis)

RS UMM Siap Operasikan Aplikasi Mentari COVID-19 Rancangan PP Muhammadiyah dan USAID AS

Kasus COVID-19 yang masih terus meningkat berdampak pada keterisian dan ketersediaan tempat tidur di tiap rumah sakit. Bekerjasama dengan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Layanan COVID-19 berbasis IT pada Kamis (11/2). Proyek  yang digarap sejak Juli 2020 ini telah disempurnakan dengan berbagai layanan yang dapat membantu penanganan COVID-19. Diberi nama Mentari COVID-19, sistem ini ditargetkan dapat membantu pelayanan COVID-19 di Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu bagian dari RSMA, Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiya Malang (RSU UMM) juga menyambut program ini. Melalui perwakilannya, dr. Zata Dini, RSU UMM berharap program berbasis IT ini dapat membantu rumah sakit untuk memberikan peringatan dini apabila terjadi lonjakan kapasitas. “Kami (RS UMM) menyambut baik adanya aplikasi berbasis IT ini. Program ini dapat membantu rumah sakit untuk memberikan peringatan dini apabila rumah sakit sudah akan mengalami lonjakan. Hal tersebut juga merupakan salah satu tindakan medis yang lebih cepat,” terang Kepala Sub Bidang Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medis RSU UMM tersebut. Dini juga menyampaikan bahwa Mentari COVID-19 dapat menjadii acuan RSU UMM bisa melihat keadaan rumah sakit lain sehingga dapat dijadikan media komunikasi tidak langsung. ”Harapannya, melaui sistem RSU UMM  dapat melaksanakan sistem informasi yang lebih baik dan dapat memodifikasi sesuai kebutuhan RSU UMM,” terang saah satu dokter umum RSU UMM ini. Lebih lanjut, Mentari COVID-19 telah diintegrasikan dengan Sistem Manajemen COVID-19 MCCC PP Muhammadiyah dan dapat dikembangkan sebagai Single ID pasien di rumah sakit. Pengembangan sistem ini bertujuan agar dapat menghubungkan data layanan COVID-19 antar Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) di seluruh Indonesia. (*/nis)