Fokus pada Psychological First Aids, Maharesigana UMM Kirim Relawan Tahap Kedua

Terus melaksanakan rangkaian psikososial bersama para penyintas di Dusun Selopuro, Kabupaten Nganjuk, Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (Maharesigana UMM) kali ini menyiapkan pelatihan dan pembekalan terkait Psychological First Aids (PFA). PFA merupakan serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi distress dan mencegah munculnya tampilan negatif pada kesehatan mental para penyintas yang disebabkan oleh bencana banjir dan tanah longsor pada Minggu (14/2) yang lalu. “Layaknya kloter pertama, masa tugas kami akan berlangsung selama seminggu kedepan hingga tanggal 6 Maret 2021. Kami berkerjasama dengan MDMC Nganjuk dan relawan lokal untuk menyiapkan pembekalan PFA,” jelas Koornidator Tim Maharesigana Kloter II, Mukti Cahyani. Berdasarkan hasil penggalian data dari Kloter I, program utama menyasar kepada anak-anak yang dikemas pada program Child Protection. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pendampingan dan pemberian dukungan dalam belajar dan bermain. “Kami berusaha mengajak anak-anak untuk berbicara terkait kondisi mereka. Kami juga mengajak orang tua untuk berdiskusi terkait aktivitas anak-anak dan perkembangan anak selama di pengungsian,” lanjut Mukti. Lintang Gangsar Tri Suko Asmara, salah satu penyintas menyampaikan sempat tidak bisa tidur selama tiga hari mengingat ada anggota keluarga dan temannya yang meninggal. Salah satu cara yang dilakukan Lintang agar dapat menstabilkan kondisi mentalnya adalah dengan membantu relawan untuk mengajar mengaji anak-anak. “Awal-awal aku takut dan keingat teman-teman yang sering main kerumah atau menyapa kalau lewat depan rumah. Sekarang sudah tidak takut lagi, banyak temannya ngaji,” jelasnya. (*/haq/adr)
ASIK Plus Program Paket Merdeka Belajar Matematika UMM

Mendorong program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud RI, program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Program ASIK Plus. Mahfud Effendi selaku Ketua prodi Pendidikan Matematika UMM menjelaskan bahwa Program ASIK Plus merupakan singkatan dari Asistensi Magang Skripsi dan KKN, Plus sendiri yang dimaksud adalah program insidental yang setara dengan kegiatan MBKM. Pada praktiknya nanti, mahasiswa akan mendapatkan paket program yang terdiri dari asistensi mengajar pada institusi pendidikan, magang, skripsi atau riset, dan KKN. “Keempat kegiatan tersebut dapat dipilih mahasiswa dan dilakukan terutama di satuan pendidikan yang sudah memiliki MoU dengan Prodi Pendidikan Matematika UMM,” terang Mahfud Selasa (2/03). Sementara itu, prodi Pendidikan Matematika juga menyiapkan kebijakan konversi nilai untuk empat mata kuliah yang mendukung Program ASIK Plus. Pertama, praktik asistensi mengajar akan dikonversikan pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika SLP, Bahasa Pemrograman, Kapita Selekta SLA, Desain Grafis, Desain Web, dan Komputasi Matematika. Kedua, kegiatan magang akan diekuvalensikan dengan mata kuliah PLP 1 dan PLP 2. Ketiga, kegiatan riset mahasiswa akan disetarakan dengan mata kuliah Proposal Penelitian, Seminar satematika, dan Skripsi. Terakhir, program KKN yang dapat dilakukan sesuai dengan pilihan mahasiswa. “Saat ini prodi Matematika telah menyiapkan program-program yang akan ditawarkan pada mahasiswa untuk mempersingkat masa belajar sekaligus memfasilitasi kemerdekaan belajar mahasiswa,” tegas Mahfud. Tak hanya porgram ASIK Plus, prodi Pendidikan Matematika juga memaparkan beberapa program unggulannya seperti Program setara DI Komputer, Olimpiade Matematika, Beasiswa Alumni, Bantuan Dosen untuk Mahasiswa, dan Klinik Bantuan Belajar. (*/haq/adr)
Mahasiswa Ciptakan Game Edukasi Kemuhammadiyahan

Pandemi tak halangi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berkreasi. Kali ini, tim mahasiswa UMM membuat aplikasi game petualangan bernama Lail Adventure. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, uniknya game ini juga memuat konten edukasi mengenai tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tim ini terdiri dari lima orang mahasiswa baru jurusan Informatika (TI) yaitu Farras Danyka Putra, Alif Fatwa Ramadhani, Azzahry Dwi Pramudio, Muhammad Naufal Adiyatma, dan Zidan Tri Anggoro. Alif salah satu anggota tim mengatakan, Lail Adventure ini dibuat agar anak-anak tidak hanya mendapat hiburan saja tetapi juga edukasi Kemuhammadiyahan. “Banyak kita temui anak-anak yang terlalu asik bermain game dan lupa belajar. Selain itu kebanyakan bermain game juga dapat menurunkan tingkat konsentrasi anak. Oleh karena itu tim kami membuat sebuah game yang tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai tokoh-tokoh Muhammadiyah,” kata Alif (2/03). Secara singkat, Alif pun menguraikan cara bermain game ini. Untuk menyelesaikan misi, tokoh utama dalam game akan melewati berbagai rintangan dan melawan musuh selama dalam perjalanan menuju masjid. Setelah berhasil melalui setiap level, tampilan pada game akan berganti menjadi puzzle bergambar para tokoh Muhammadiyah. “Dalam Lail Adventure kami menjadikan game super mario sebagai acuan karena mudah dimainkan berbagai kalangan. Kemudian kami memodifikasi game dan mengarahkan para pemain untuk mengumpulkan potongan puzzle. Potongan puzzle yang terkumpul, akan disusun di akhir level,” ujar mahasiswa kelahiran Samarinda tersebut. Pembuatan game ini diakui Alif memakan waktu sekitar dua bulan. Dalam proses tersebut sempat muncul beberapa kendala. Salah satunya karena semua anggota tim adalah mahasiswa baru, jadi pengetahuan tentang coding masih sangat kurang. Mereka pun berusaha memahami coding melalui internet dan arahan dari dosen pembimbing. “Selain itu, komunikasi tim kami juga kurang lancar karena berada di daerah yang berbeda-beda,” kata anak pertama dari dua bersaudara tersebut. Hebatnya meskipun sempat menemui berbagai rintangan, Lail Adventure mampu meraih Juara II pada Kompetisi Asosiasi Program Studi Informatika (APSI) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makasar pada Senin (22/02). Raihan ini memercikkan semangat tersendiri bagi tim untuk terus menyempurnakan Lail Adventure. “Sekarang aplikasi ini sedang kami kembangkan lagi. Kedepannya kami berharap Lail Adventure dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas,” tandasnya. (syi/sil)