LC Gelar Kelulusan Program Bahasa Inggris

Lembaga Bahasa (LC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar acara rutin tahunan yakni Gelar Kelulusan Foreign Language for Specific Purposes (GK FLSP) pada Sabtu (20/3). Diadakan di tengah pandemi Covid-19, perhelatan ini dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya melibatkan ribuan mahasiswa, tahun ini hanya dihadiri oleh satu perwakilan kelas dari setiap jurusan yakni sekitar 160 mahasiswa. Selebihnya, mahasiswa dialihkan untuk mengikuti prosesi acara secara daring melalui kanal youtube UMM. Wakil rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., mengatakan bahwa  program ini diselenggarakan untuk mendorong mahasiswa untuk senantiasa belajar. Selain itu Syamsul juga berkata bahasa inggris ke depannya akan sangat dibutuhkan oleh mahasiswa saat menghadapi dunia kerja. “Oleh karenanya, tetaplah belajar dan jadikan Bahasa Inggris menjadi suatu kebiasaan. Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, temukan gaya belajar yang paling sesuai dan menarik untuk belajar bahasa satu ini.” tutur Syamsul melanjutkan. Meskipun singkat, GK tahun ini terbilang menarik berkat konsep talk show yang diberikan. Mengangkat tema English: A Script to Scribe Your Future, talk show itu mengundang tiga tamu spesial yakni Rosalin I. Gusdian, Matthew Cant, dan Solahudin Al Ayubi.  Rosalin mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing, utamanya inggris. Isu-isu terkait pentingnya belajar Bahasa Inggris juga diangkat oleh Rosalin, salah satunya adalah beasiswa kuliah di luar negeri. “Jika ingin mendapatkan beasiswa untuk kuliah di luar negeri, maka harus dipersiapkan dari sekarang. Disamping mencari kampus yang sesuai dengan passion, mempersiapkan skill bahasa inggris untuk memenuhi skor IELTS atau TOEFL juga sangat dibutuhkan,” terangnya lebih lanjut. Sementara itu, ketua pelaksana GK FLSP 2021 Moh. Kholilurrahman, mengatakan bahwa agenda ini dikemas dengan tujuan untuk habituasi dalam berbahasa Inggris. Mahasiswa dipacu untuk terus mengikuti lomba seperti writing competition, lomba poster, dan Focus Group Discussion (FGD). Lomba-lomba seperti itu diharapkan dapat menjadi bentuk aktualisasi mahasiswa dalam belajar Bahasa Inggris setelah menempuh FLSP selama 2 semester. “Berbagai lomba itu bertujuan untuk habituasi berbahasa Inggris bagi mahasiswa. Selain itu juga sebagai bentuk dukungan pada program internasionalisasi kampus yang sedang berlangsung saat ini,” tegasnya di akhir sesi wawancara. (*/syi/wil)

Sambut Bulan Suci Ramadan, Dosen UMM Terbitkan Buku

Ramadan tinggal menghitung hari. Meski situasi pandemi tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi keberkahan bulan suci tetap sama. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan penuh ampunan tersebut. Salah satunya dengan menerbitkan buku. Hal itu juga dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Rahmad Hakim. M.MA. Menyambut semarak bulan puasa, ia menulis buku berjudul “Multidimensi Ramadan, dari Ritual Menuju Spiritual”.  Karya tersebut telah terbit Februari lalu. Saat dihubungi, Rahmad menerangkan bahwa buku itu berawal dari rasa takut yang dirasakan saat Ramadan lalu. Kasus Covid-19 yang makin meninggi, membuat bulan suci tidak bisa dijalani dengan semestinya. Ia juga merasa selama 30 kali melewati Ramadan, belum ada satu karyapun yang ia terbitkan. ”Akhirnya di bulan puasa tahun lalu, saya membuat resolusi satu hari artikel. Alhamdulillah terkumpul 30 tulisan dalam 30 hari. Isi tulisannya juga membahas mengenai Ramadan ini,” terangnya lebih lanjut. Dosen Ekonomi Syariah itu kembali mengungkapkan bahwa buku “Multidimensi Ramadhan dari Ritual Menuju Spiritual” membahas mengenai fenomena masyarakat yang hanya menjalankan ibadah saja. Mereka tidak sepenuhnya memahami makna dari Ramadan itu sendiri. Padahal bulan suci menjadi kesempatan emas untuk meraih pundi-pundi kebaikan. Lebih lanjut, multidimensi ritual meliputi sisi kesehatan, ekonomi dan sosial. Menurutnya, banyak orang yang semakin sehat dan bahkan sembuh saat menjalankan puasa. Imunitas tubuh juga meningkat seiring makin terbiasa berpuasa. Sementara dari aspek ekonomi dan sosial, ia melihat ekonomi makin stabil karena banyak orang yang berlomba-lomba saling berbagi. Dijelaskan oleh Rahmad, multidimensi ritual dapat menunjang masyarakat untuk menggapai multidimensi spiritual. Nantinya, lama kelamaan masyarakat mampu memahami makna Ramadan dan melaksanakan keberkahan tertinggi. Beberapa di antaranya membaca Alquran serta mendapatkan lailatul Qadr. “Malam Lailatul Qadar bisa menambah umur hingga 1.000 bulan atau 86 tahun. Sejatinya, Umur rata-rata manusia hanya mencapai 60 tahun. Namun karena kita melakukan kebaikan, umur kita betambah dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.” Terakhir, ia berharap agar buku ini mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain. Utamanya terkait bulan Ramadan. “Semoga kita mampu melalui dua dimensi, dimensi ritual dan spritual dengan baik dan benar di Bulan Ramadan yang akan datang,” pungkasnya saat dihubungi. (haq/wil)

FPP UMM Tingkatkan Kurikulum Kelas Profesional Unggas dan Entrepreneur

Sejak tiga tahun lalu, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  telah memiliki Kelas Profesional Unggas dan Kelas Entrepreneur. Meski pelaksanaannya berjalan dengan baik,  perlu  peninjauan kurikulum secara rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut telah di laksanakan pada Jumat (19/3) di Rayz Hotel dengan mengundang beberapa stakeholder diantaranya dari industri,  seperti PT. Jatinom Indah Agri, PT. Charoen Pokphand, PT. Sanbe Farma, serta PT. Mensana internasional. Keempatnya dihadirkan untuk memberikan masukan-masukan positif. Selain itu juga turut mengevaluasi terkait sumber daya manusia baik dari pengajar maupun mahasiswa, sarana prasarana, model dan teknik pembelajaran, praktikum hingga materi skill yang diperlukan. Memberikan sambutan pada awal acara, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku rektor UMM berharap agar setiap jurusan yang ada dapat terus berkembang menjadi lebih baik. Ia juga ingin agar semua Program Studi (Prodi) di lingkungan FPP bisa memiliki kelas unggulan yang implementatif seperti kelas profesional unggas ini. “Kelas-kelas profesional seperti inilah yang nantinya memberikan bekal yang bagus untuk para mahasiswa ketika menyelesaikan studinya,” jelasnya lebih lanjut. Ditemui di kesempatan lain, Dr. Ir. Asmah Hidayati, MP. IPM., selaku Ketua Jurusan Peternakan UMM menerangkan bahwa perlu adanya inovasi baru di dua kurikulum kelas profesional. Selain itu, para mahasiswa juga harus menyiapkan diri agar bisa menjadi profesional dalam dunia unggas dan juga enterpreneur. “Pengalaman nyata tentu sangat diperlukan oleh mahasiswa. Kami juga ingin nantinya bersama para mitra bisa saling memberikan masukan sehingga bisa memberikan manfaat,” ungkap Asmah. Ia menambahkan bahwa agenda ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan magang, yang berujung pada uji kompetensi. Sekaligus sebagai penguatan Prodi Peternakan FPP UMM dalam merealisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Asmah, panggilan akrabnya kembali mengungkapkan bahwa mitra yang dihadirkan nantinya akan bertindak sebagai pengajar dari industri. Bentuk kerja sama lain yang sudah dilakukan adalah pemberian praktek skill serta penyediaan tempat magang dengan fasilitas penuh. Para mahasiswa juga akan disediakan seluruh sumber daya belajar seperti kandang pembesaran, kandang produksi, pabrik pakan dan lainnya. Adapun agenda peninjauan kurikulum ini menghasilkan sederet perbaikan dan penambahan muatan proses belajar mengajar, skill, praktikum dan magang untuk Kelas Profesional Unggas. Sementara itu, ada beberapa evaluasi terkait kurikulum Kelas Entrepreneur. Nantinya akan ada peningkatan skill di bidang formulasi pakan ternak dan produksi ternak Ruminansia. Selain itu optimalisasi penggunaan Laboratorium Analisis dan laboratorium kendang juga diperlukan sebagai penunjang skill mahasiswa. (*/wil)

Dorong Masyarakat Mandiri, Dosen UMM Kembangkan Edu Wisata dan Pengolahan Limbah Kertas

Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak pernah berhenti memberi kontribusi. Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) mereka berusaha meningkatkan kualitas desa binaan. Di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo salah satu Tim Pengabdian PPDM UMM mengembangkan Edu Wisata Embung Pintar dan Pengolahan Limbah Kertas. Tim pengabdian ini beranggotakan Ir. Muhammad Irfan, M.T., Ir. Ali Mokhtar, M.T., IPM. ASEAN. Eng., dan Okta Pringga Pakpahan, S.P., M. Agr. Melihat adanya dua peluang tersebut, tiga dosen ini merencanakan Edu Wisata Embung Pintar berbasis lingkungan. Edu wisata yang menjadikan budidaya ikan tawar seperti ikan nila, lele, dan mujair sebagai paket utama bagi para wisatawan yang datang. Selain itu, di lokasi ini para wisatawan juga bisa menikmati suasana alam dalam paket outbound dan memancing ikan secara langsung dari embung. Kedepannya, di pemancingan ini akan diadakan lomba memancing secara rutin dan disediakan gazebo sekitar embung yang dilengkapi Wi-fi. “Edu Wisata Embung Pintar ini juga akan difasilitasi dengan gazebo apung dan gazebo pinggir embung yang dilengkapi Wi-fi. Nantinya pengunjung diminta untuk membeli voucher agar bisa tersambung ke Wi-Fi yang sudah disediakan,” jelas Irfan. Tidak hanya mengembangkan di bidang wisata, tiga dosen ini juga mengambil peran untuk peningkatan home industri pengolahan limbah kertas. Melihat permasalahan pada pengolahan limbah kertas ini, mereka berinisiatif memodifikasi alat pengolahan yang lebih canggih dan aman digunakan. Harapannya, setelah alat pengolahan limbah kertas termodifikasi, hasil produksi jadi lebih banyak, rapi, dan aman. Selain itu juga untuk menekan angka kecelakaan saat proses produksi. “Awalnya alat produksi masih manual dan beresiko melukai. Kami berinisiatif memodifikasi alat pengolahan tersebut. Nantinya, alat ini dapat menghasilkan produk yang rapi, bagus dan juga aman digunakan,” ujar dosen Teknik Elektro itu. Irfan sendiri berharap dengan adanya Edu Wisata Embung Pintar ini dapat memberikan tambahan pemasukan bagi masyarakat setempat. “Harapannya, Edu Wisata Embung Pintar dan Home Industri Pengolahan Limbah kertas ini dapat mendorong masyarakat Jambesari untuk semakin mandiri. Selain itu juga meningkatkan aspek ekonomi warga setempat,” pungkas Irfan di akhir sesi wawancara. (haq/wil)