Undang Alumni dan Mahasiswa Berprestasi, UMM Gelar Talkshow Student Day

Dalam rangka memacu prestasi mahasiswa baru di masa pandemi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan talkshow motivasi akademik dan karir pada Sabtu (27/03). Acara yang menjadi bagian dari Student Day ini dilaksanakan secara luring di Basement Dome UMM dan daring melalui kanal Youtube UMM. Selain mengundang alumni berprestasi, agenda ini juga menghadirkan para mahasiswa dengan segudang capaian. Setidaknya ada lima orang narasumber yakni Septifa Lailano Ceria, S.Sy., Andi Akbar, S.Pd., Dita Fomara Tuasikal, SM., Nurfitriani Marsuki, dan Galang Bimandara. Hadir secara virtual, Septifa adalah alumni Fakultas Agama Islam (FAI) UMM yang sekarang sedang melanjutkan pendidikan strata 2 di Australian National University. Dirinya berkata bahwa dalam menjalani perkuliahan mahasiswa harus memiliki prioritas. Hal mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa dikerjakan setelahnya. “Kita ibarat botol kaca kosong yang harus diisi dengan batu, kerikil, pasir, dan air. Ketika kita tidak dapat menempatkan prioritas dengan benar maka botol kaca tersebut tidak dapat menampung semua itu. Sementara kalau kita dapat menempatkan prioritas dengan baik maka kita dapat memasukkan semua elemen tersebut ke dalam botol kaca kita,” kata Septifa. Selain prioritas, Septifa juga menekankan kepada para peserta akan pentingnya untuk memiliki target. Target itu bisa harian, bulanan, maupun tahunan. Hal ini akan membantu mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan masa kuliahnya selama empat tahun. “Kita harus memiliki target apa yang akan kita lakukan selama setahun. Misalnya tahun ini menambah keahlian baru atau mengikuti perlombaan. Lalu tahun depan kita menambah skill lain atau memperdalam skill yang sudah ada. Target-target tersebut akan memudahkan kita nantinya dalam menulis Curriculum Vitae (CV) maupun bekerja karena skill dan pengalaman kita telah terasah selama empat tahun kuliah,” ujar Septifa Sementara itu, Galang menjelaskan bahwa motivasi terbesarnya dalam mengikuti berbagai perlombaan Kontes Mobil Hemat Energi selama tiga tahun belakangan adalah minatnya terhadap bidang otomotif. Beruntungnya UMM memfasilitasi minat tersebut melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik. “Dalam mengikuti berbagai perlombaan, minat itu sangat membantu karena kita bisa senang menjalaninya. Jadi temukan minat kalian apa, lalu kembangkan minat itu dan berprestasilah pada bidang tersebut,” pungkas Galang dalam sesi talkshow tersebut. (syi/wil)
Hadir di Wisuda, Bupati Pasuruan Bagikan Kisah Suksesnya

Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah tersebar di segala penjuru. Tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Satu dari sekian alumni yang sukses adalah H. M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA, Bupati Pasuruan. Ia berkesempatan memberikan cerita sukses dalam gelaran wisuda UMM pada Selasa (30/3) lalu. Wisuda kali ini tidak hanya dilaksanakan secara luring tapi juga daring karena pandemi yang tidak kunjung membaik. Bahkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga melaksanakan nonton bareng untuk menyaksikan wisuda tersebut. Dalam sambutannya, Dr. Fauzan, M.Pd selaku rektor UMM ingin agar ilmu dan pengalaman yang wisudawan dapat bisa memberikan manfaat untuk masa depan. Selain itu juga menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dan masalah yang akan ditemui nantinya. “Sekali lagi selamat, semoga bisa menebar benih-benih manfaat di manapun dan kapanpun kalian berada,” harapnya. Ia kembali menuturkan bahwa tidaklah salah menjadi orang yang sukses, kaya ataupun hebat. Namun, hal yang salah adalah jika melupakan kedua orang tua ketika mencapai impian dan cita-cita. “Jangan pernah lupakan doa dan kasih sayang orang tua. Berkat merekalah mimpi-mimpi kalian bisa tercapai,” tegas Fauzan. Sementara itu Gus Irsyad, panggilan akrab Bupati Pasuruan, memulai sambutannya dengan rasa bangga pernah mengenyam pendidikan di UMM. Ia juga senang sekali bisa menjadi bagian alumni UMM. Bahkan sampai saat ini Gus Irsyad masih mengingat nomor induk mahasiswanya ketika berkuliah dulu. Gus Irsyad mengaku bahwa pengetahuan dan pengalaman yang ia peroleh saat menimba ilmu di UMM telah menjadi bagian dari kesuksesannya. Selain itu juga telah menjelma menjadi usaha-usahanya untuk selalu bermanfaat bagi umat, agama, negara serta bangsa Indonesia. “Saya memang bukan yang terbaik, tapi sebagai alumni saya akan selalu memberikan yang terbaik,” ungkapnya dengan bangga. Tidak hanya menceritakan kisahnya, Gus Irsyad juga sempat memberikan pesan-pesan kepada para wisudawan. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat itu diawali dengan sikap tawaduk. Selalu mengikuti hal-hal baik yang disampaikan oleh para guru serta menghormati kedua orangtua yang telah membesarkan dengan kasih sayang. Terakhir, pria yang juga menjadi ketua Ikatan Keluarga Alumni UMM itu mengucapkan selamat kepada UMM yang telah ditetapkan menjadi Universitas Islam terbaik nomor satu dunia. Ia berharap capaian ini menjadi motivasi kuat untuk terus mengharumkan dan membanggakan nama kampus UMM. “Bangga sekali rasanya UMM bisa meraih predikat sebagai Universitas Islam terbaik dunia,” pungkasnya. Tidak jauh berbeda, sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Drs. H. Wakidi juga berpesan agar mereka selalu menjaga nama baik almamater. Apalagi usai UMM telah dikenal sebagai universitas islam terbaik dunia. “Ada banyak cara yang bisa dilakukan tapi paling tidak para wisudawan dapat menerapkan beberapa hal ini. Pertama adalah bertaqwa, kemudian tangguh, pandai bersyukur, berbakti kepada orang tua, memiliki akhlaqul karimah serta selalu taat pada hukum yang berlaku,” tekannya dalam sambutan. (wil)