Mahasiswa PBA Raih Juara Satu Lomba Ghina’ Araby

Hobi menyanyi Bahasa Arab sejak lulus Sekolah Menegah Atas (SMA), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih berbagai kejuaraan Ghina’ Araby tingkat nasional. Terbaru, Zaky Anwar meraih juara satu lomba Ghina’ Araby pada kompetisi Hammasah’ Arabiyah Festival (HARFEST). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) pada 26-31 Maret. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ini mengaku sangat menyukai lagu-lagu berbahasa arab karena liriknya yang mengandung pesan yang mendalam. Zaky berkata pada perlombaan ini, dirinya juga ingin menyampaikan pesan mendalam kepada para pendengar. Karena hal tersebut, ia kahirnya memilih lagu Mauju’ Qolbi untuk diperlombakan. “Lagu ini mengandung arti tersendiri bagi saya. Lagu ini memiliki pesan bahwa manusia bisa saja saling menyakiti satu sama lain. Maka dari itu, yang bisa kita andalkan di dunia ini hanyalah Allah SWT dan diri kita sendiri. Jadi kita harus mencintai dan menguatkan diri kita sendiri,” ujar mahasiswa asal Malang tersebut. Zaky menambahkan meskipun ini bukan kali pertamanya mengikuti perlombaan Ghina’ Araby, tetapi selalu ada kesulitan di setiap perlombaan. Pada perlombaan ini Zaky membutuhkan usaha lebih di banding sebelum-sebelumnya. Dirinya harus belajar secara otodidak untuk mengambil dan mengedit video. “Pandemi membuat sistem perlombaan berubah. Para peserta harus mengirimkan karya video kepada panitia. Jadi saya mau tidak mau harus belajar sendiri bagaimana teknik kamera, pencahayaan, audio, dan edit video. Belum lagi saya harus bersaing dengan video-video yang lebih profesional,” ucap Zaky. Meski begitu, ia bersyukur kerja kerasnya terbayar dengan raihan juara. Anak terakhir dari dua bersaudara ini berharap bisa terus berinovasi dan membanggakan kembali nama kampus di masa depan. “Semoga ke depannya saya bisa memberikan yang lebih baik lagi. Tentu saja dengan usaha dan kerjka keras yang tak pernah putus,” tandasnya. (syi/wil)
Tampilkan Tari Jaripah, Mahasiswa UMM Sabet Juara Tari Tingkat Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih prestasi tingkat nasional. Kali ini giliran mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berhasil memenangkanjuara 1 Lomba Tari Tradisional Tingkat Nasional dalam perhelatan acara PGSD Berkarya VI yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Dalam lomba tersebut, PGSD UMM mengutus empat mahasiswanya yaitu Tara Narendra Kirana, Venina Aurelya, Tri Tunggal Dewi, dan Nadya Felia Faranida yang tergabung dalam satu tim. Tara Narendra, salah satu anggota tim dalam lomba tari menjelaskan lika-liku perjalanan timnya dalam meraih juara. Mulai dari proses latihan menari yang hanya dilakukan sepuluh hari sebelum perlombaan hingga pemilihan tari yang akan ditampilkan. Dia menambahkan, karena tari yang dipilih adalah Tari Jaripah yang berasal dari Banyuwangi, mereka mau tidak mau harus belajar dari awal. Tari ini dipilih karena sendiri cenderung lincah dan memiliki aksen barong. “Kenapa kami memilih Tari Jaripah ini, karena tarian ini dalam gerakan cenderung lincah dan memiliki aksen barong. Ciri khas dari daerah Banyuwangi,” ujar Tara. Dia juga menceritakan hambatan-hambatan yang mereka temui. Penyesuaian jadwal antar anggota hingga kesulitan dalam membpelajari gerakan. Sempat terkendala dengan penyesuaian jadwal antar personil karena memiliki jadwal kuliah yang berbeda-beda. “Karena perlombaan tari ini menggunakan sistem online, maka usai latihan kami harus take dan edit video agar bisa dilombakan,” kisah mahasiswi PGSD UMM ini. Banyak dukungan yang telah diperoleh tim ini untuk mendapatkan juara, utamanya dari Prodi PGSD. Selain itu saran dan support dari teman, dosen, dan keluarga memiliki peran penting dalam raihan mereka kali ini. Hal itu memotivasi mereka untuk terus berlatih dan menampilkan yang terbaik. Mahasiswa kelahiran Banyuwangi ini berharap agar juara yang telah didapat bisa menjadi langkah awal mereka dalam memenangkan perlombaan yang lainnya. “Tentu kami ingin bisa mengikuti perlombaan lainnya. Menyiapkan diri dengan berlatih keras, memilih tari, dan berdoa sekuat tenaga. Saya juga ingin agar teman-teman lain bisa termotivasi dengan raihan kami,” pungkasnya. (haq/wil)
Wisuda UMM Hadirkan Founder Berkah Finteck Syariah

Rangkaian wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali digelar. Kali ini mereka mengundang Dr. Dian Berkah, S.HI., M.HI. selaku Komisaris PT Berkah Finteck Syariah pada Sabtu (10/4) berlokasi di Dome. Ia merupakan salah satu alumni Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, UMM. Selain itu juga menjadi angkatan pertama Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) yang diselenggarakan oleh UMM. Pada gelaran wisuda itu pula, UMM dan PT Berkah Finteck Syariah melaksanakan penandatanganan MoU kerja sama keduanya. Mengawali sambutan, Dr. Fauzan, M.Pd menuturkan bahwa menjadi alumni UMM harus memiliki ciri. Apalagi UMM kini menyandang gelar sebagai kampus Islam terbaik di dunia. “Konsekuensi logis yang muncul adalah para alumninya harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meyakinkan mereka bahwa saudara-suadara mampu,” tegasnya. Fauzan juga berpesan agar para wisudawan tidak berhenti membaca. Tidak hanya membaca literatur saja, namun juga membaca situasi dan dinamika yang belakangan semakin tidak menentu. Salah satu solusinya adalah dengan memiliki mindset yang fleksibel. Sehingga para wisudawan dapat beradaptasi dan mampu menjawab tantangan zaman. Pada kesempatan yang sama, Dian mengawali kisah suksesnya dengan potongan-potongan cerita ketika ia berkuliah di UMM. Ia mengenang bagaimana ia bisa menjadi angkatan pertama PPUT UMM. “Saat itu, ada sekitar 200 peserta yang mendaftar dan hanya dipilih beberapa orang saja. Salah satunya adalah saya. Alhamdulillah bisa menempuh S1 di UMM tanpa biaya,” katanya. Dian bercerita bahwa ia dibesarkan oleh orang tua yang tidak berpendidikan tinggi. Meski begitu, gairahnya untuk belajar tidak pernah padam. Hingga akhirnya mampu meraih gelar doktor pada tahun 2020 lalu. Pria yang juga menjadi Dewan Syariah Nasional ini kembali mengisahkan proses belajarnya saat di UMM. Mulai dari kesulitan mencari tempat tinggal hingga mendapatkan kesempatan untuk menjadi trainer serta pendamping di P2KK UMM. “Program PPUT yang saya jalani hanya menyediakan tempat tinggal selama 2 tahun saja. Mengingat saya kekurangan biaya, akhirnya saya meminta untuk bisa tinggal di asrama sembari menjadi pembina angkatan kedua. Alhamdulliah diperbolehkan,” ceritanya. Selain itu, Dian juga memberikan wejangan bagi wisudawan yang hadir. Ia mengutip surat Ibrahim ayat 7 yang menerangkan terkait bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan. Menurutnya, jika kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan, maka akan ada nikmat lain yang segera datang. “Misalnya saja, jika kita bersyukur atas kesempatan untuk belajar di SMP, kemungkinan besar kita juga akan diberikan kesempatan untuk belajar di jenjang selanjutnya,” terangnya. Ia kembali memberikan kunci meraih kesuksesan yang telah ia lakukan. Pertama, memanfaatkan kedekatan dengan Allah. Ia mengaku tidak pernah meninggalkan wudhu dan selalu menjaga kesucian. Selain itu juga berbakti kepada orang tua serta menghormati para guru dan dosen yang telah memberikan ilmu. “Jika mampu menjalankan ketiganya, insyaAllah jalan panjang sauda-saudara akan dimudahkan,” pungkasnya. (wil)