Prodi Biologi Raih Hibah CoE Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Gagas Konsep Edu-Preneurship,  Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lolos pada pendanaan program hibah Centre of Excellence (CoE) Merdeka Belajar dan kampus Merdeka. Hal ini tertuang melalui surat  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) pada Senin (05/04). Dalam beberapa tahun terakhir, Prodi Pendidikan Biologi memfokuskan diri untuk menyelaraskan pendidikan dan kewirausahaan. Hal itu disadari dapat menjawab tantangan era disrupsi saat ini. Ketua tim CoE, Nurwidodo, M.Kes berkata bahwa konsep Edu-Preuneurship merupakan salah satu kunci keberhasilan prodi Pendidikan Biologi di CoE. “Konsep ini hadir dengan menggabungkan antara konsep Education (Pendidikan) dan Enterpreunership (Kewirausahaan). Dua konsep ini memang telah menjadi keunggulan Prodi Pendidikan Biologi UMM selama ini,” kata Nurwidodo. Nurwidodo kembali menjelaskan bahwa program unggulan Edu-Preuneurship ini memiliki enam sub kegiatan. Kegiatan ini meliputi magang kewirausahaan dan KKN tematik membangun desa. Selain itu juga mencakup asistensi mengajar sekolah tertinggal,  pertukaran pelajar serta penelitian. Tidak ketinggalan sosialisasi implementasi MBKM ke prodi mitra.  “Salah satu agenda inti CoE ini adalah menjadi role model bagi prodi lain yang masih belum menerapkan MBKM. Jadi, nantinya program ini akan disosialisasikan dan dijelaskan ke tiga prodi di UMM, yaitu Prodi PPKn, Prodi Kehutanan, dan Prodi Manajemen. Tidak hanya itu, program ini juga akan dijelaskan kepada mitra di luar UMM yakni Universitas Muhammadiyah Kupang dan STKIP Sumenep,” terang Nurwidodo lebih lanjut. Ditemui secara terpisah, Ketua Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Iin Hindun, M.Kes, berkata bahwa dirinya sangat berharap bahwa program ini dapat berkembang dengan baik. selain itu juga berharap agar mampu diimplementasikan dengan lancar dan benar. “Saya  tentu ingin Prodi Pendidikan Biologi UMM ini dapat mengembangkan keenam kegiatan program unggulan MBKM ini. Hal ini akan menjadikan prodi ini sebagai oase yang menebarkan kebermanfaatan dan kebaikan untuk mahasiswa dan juga institusi serta masyarakat secara luas,” kata Iin mengakhiri. (syi/wil)

Bahas Edukasi Vaksin, Mahasiswa UMM Menangi Kompetisi Esai Nasional

Hobi menulis yang ia gemari semenjak berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membawa Dodik Prastiyo mendapat nasib baik di perlombaan. Mahasiswa jurusan farmasi tersebut berhasil meraih juara dua lomba esai tentang kesehatan dalam kompetisi Farma Fest. Lomba tersebut diadakan oleh Stikes Muhammadiyah Gombong, Kebumen yang berlangsung secara daring pada 1 Maret-10 April 2021. Saat ditemui, Dodik Prastiyo yang sudah terbiasa menulis mengaku bahwa ia sudah sering mengikuti lomba, khususnya esai. Adapun karya yang ia susun di kesempatan itu berjudul ”Geber Vaksin: Gerakan Ayo Bervaksin! Sebagai Upaya Peningkatkan Pengetahuan Masyarakat Indonesia Terhadap Vaksin Covid-19 dengan Pendekatan Health Belief Models”. Dalam esai tersebut, ia menjelaskan bagaimana pentingnya vaksinasi dan inovasi dalam dunia kesehatan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tertib menjalankan 3M, sekalipun sudah mendapatkan vaksin. Terutama lansia yang rentan terhadap virus ini. “Masyarakat perlu dan harus tahu betapa pentingnya proses vaksinasi dalampenanggulangan virus corona. Selain itu juga harus terus menaati protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama,” tegasnya. Dalam penyusunannya, Dodik merasa cukup kesulitan membagi waktu. Salah satu alasannya adalah bahwa ia masih harus menempuh pendidikan profesi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Selain itu juga berusaha menjaga suasana hati dalam menulis. Ia mengaku perlu adanya kemauan keras agar bisa membagi waktu dengan baik sehingga mampu mendapatkan esai yang menarik. “Saya juga menyempatkan diri untuk meminta masukan dan bimbingan kepada dosen yang ada di fakultas,” terangnya. Ia merasa bersyukur masih bisa berkarya meski berada di masa pandemi. Apalagi karya yang ia hasilkan mampu memenangkan juara di perlombaan nasional. “Tentu senang, tapi yang paling penting adalah tulisan saya bisa memberi manfaat dan menebar kebaikan untuk masyarakat luas,” terangnya lebih lanjut. Dodik juga berterima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukung dirinya. Khususnya orang tua, dosen dan teman-teman yang selalu ada ketika dibutuhkan. Mahasiswa kelahiran Banyuwangi ini berharap esai yang memenangkan lomba tingkat nasional itu bisa memberikan edukasi lebih baik terkait vaksinasi dan manfaat-manfaat yang diperoleh. Ia juga berharap agar informasi yang diberikan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan pentingnya vaksin. (haq/wil)

LK UMM Adakan Webinar Budaya Bersih dan Hidup Bahagia

Demi meningkatkan kebahagiaan dan imunitas selama pandemi, Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan webinar dengan tema “Membangun Budaya Bersih, Hidup Sehat dan Bahagia Di Masa Pandemi”. Seminar daring ini mengundang Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si. salah satu dosen Psikologi UMM dan juga Dr. Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. selaku dosen Farmasi UMM. Acara ini dilaksankan pada Sabtu (17/4) melalui Zoom Meeting dan juga disiarkan secara langsung di Youtube. Acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. Kepala Lembaga Kebudayaan UMM itu menjelaskan bahwa tema yang diangkat menjadi jawaban atas beberapa kebutuhan masyarakat. Terutama wawasan terkait edukasi kesehatan untuk hidup yang sehat dan bahagia. “Jika kita memiliki hidup yang bahagia, sehat, dan positif maka akan menghasilkan pondasi yang kuat, khususnya dalam keluarga,” ujar Daroe. Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM menuturkan meski berada di situasi pandemi, kita harus tetap merasa berbahagia. Apalagi masih bisa kembali diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci Ramadan. Ia juga sempat menjelaskan tentang filosofi teras yang fokus pada kebahagiaan. Penjelasan yang sesuai dengan agenda webinar yang mendorong peserta untuk hidup di era pandemi de ngan bahagia. “Terlepas dari penderitaan yang kita alami karena Covid-19, kita tentunya harus tetap merasa beruntung dan senang berada di tengah bulan ramadan. Bulan suci yang seharusnya mnejadi moemntum dalam menghadapi krisis,” tuturnya. Acara inti yang dimulai dengan paparan Yudi Suharsono. Ia menuturkan meski pandemi memberikan tekanan sangat tinggi dan membatasi mobilitas sosial, tidak seharusnya kita bersedih. Malah sebaliknya, kita saeyogyanya meningkatkan kebahagiaan yang dimiliki. Salah satu caranya yakni dengan berusaha. Menurutnya, tidak ada klebahagiaan yang bisa didapat kecuali dengan usaha yang maksimal.  Dia juga menjelaskan bahwa kebahagiaan akan bisa dicapai dengan adanya usaha, dan orang akan susah mencapai kebahagiaan jika tidak berusaha. Yudi juga membahas untuk menghentikan provokasi negative kepada diri sendiri. “Marilah kita berhenti melakukan provokasi negatif pada diri kita sendiri. Sikap itulah yang mnejadi salah satu ciri ketidakbahagiaan yang sering muncul,” ucap Dosen Psikologi UMM ini. Sementara itu, Dr. Hidajah yang juga didapuk sebagai pemateri memberikan motivasi dan cara menjadi duta budaya bersih dan sehat untuk mencegah penularan Covid-19. Ia juga mengingatkan kesadaran akan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Menurutnya, tiga hal itu adalah kunci utama dalam usaha penanggulangan pandemi. Hidajah, panggilan akrabnya kembali menjelaskan terkiat bisa atau tidaknya orang yang divaksin terkena virus kembali.  Dia juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan keluarga yang notabene bsia menjadi klaster yang berbahaya dan mematikan. “Ketika protokol kesehatan tidak ditaati, akhirnya banyak yang terjangkit dan terdampak,” ungkap Hidajah. (haq/wil)