Guru Besar UMM Beri Orasi Ilmiah di UBHARA Jakarta

Salah satu guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berikan orasi ilmiah kepada wisudawan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA). Ia adalah Prof. Dr. Rahayu Hartini, S.H., M.Si., M. Hum., selaku guru besar Hukum Bisnis, Hukum Dagang, dan Hukum Kepailitan. Adapun Wisuda yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Ubhara Jaya Bekasi tersebut dilaksanakan pada Selasa (25/5) lalu. Pada kesempatan itu, Rahayu membahas orasi ilmiahnya yang berjudul “Peran Generasi Unggul yang Kreatif dan Inovatif dalam Melakukan Rekonstruksi Utang Di Tengah Pandemi Covid-19 melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan Kepailitan”. Melalui bahasannya tersebut, ia mendorong para sarjana untuk menjadi generasi unggul yang kuat dalam ilmu pengetahuan, agama dan akhlak. “Para sarjana harus mampu bertahan di segala kondisi, termasuk di situasi sulit seperti saat ini,” tegasnya. Lebih lanjut, Rahayu juga menerangkan bagaimana langkah membangun generasi unggul. Pertama, yakni harus memiliki moral dan spiritual. Kedua hal itu menjadi pondasi penting bagi setiap orang. Kemudian adapula ilmu pengetahuan yang nantinya bisa menjadi modal tersendiri guna mendapatkan predikat generasi unggul. Terakhir, para sarjana juga harus berusaha memainkan peran di aspek sosial. Yakni mampu memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar. Meski begitu, Dosen Fakultas Hukum UMM itu menyebut bahwa menjadi generasi unggul saja tidaklah cukup. Harus dilengkapi dengan kemampuan kreatif dan inovatif. Generasi kreatif yakni mereka yang bisa bertahan di segala situasi dengan kemampuan berpikir cepat, sehingga solusi dan gagasan ide akan muncul. Adapun inovatif memiliki makna mampu berpikir visioner dan menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada. Sebagai ahli hukum bisnis, ia kembali menambahkan bagaimana situasi pandemi membuat banyak perusahaan berada di ambang kebangkrutan. Maka dari itu, penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) bisa menjadi solusi dengan adanya rekonstruksi dan reorganisasi antara perusahaan dan kreditur. “Kalaupun PKPU tidak bisa dicapai dan perusahaan berada di titik mati, kepailitan menjadi jalan hukum terakhir untuk melindungi para kreditur,” jelasnya melanjutkan. Pada gelaran itu, Rahayu juga sempat memberikan pesan kepada lulusan untuk tidak berhenti belajar. Sekalipun sudah menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia juga berharap mereka bisa meneladani kisah pemuda Al-Kahfi yang tetap teguh pendirian dan sanggup bertahan seiring perubahan zaman. Terakhir, ia juga berharap orasi ilmiah yang ia sampaikan bisa memantik semangat para sarjana untuk menjadi generasi unggul. Tidak hanya menjadi pekerja, tapi juga bisa menjadi lulusan yang kreatif dan inovatif. Memberikan solusi baru yang bermanfaat bagi sesama. (haq/wil)

UMM Perluas Kerjasama Internasional dengan UNAL Kolombia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Terakhir, mereka menjalin kerja sama dengan Universidad Nacional de Colombia (UNAL) pada Rabu (26/5) lalu. Turut hadir duta besar Indonesia untuk Kolombia, Dr. HC. Priyo Iswanto, MH. serta duta besar Kolombia untuk Indonesia H.E Mr. Juan Camilo Valencia. Adapun gelaran itu dialngsungkan secara daring dan luring. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku rektor UMM menyambut baik jalinan kerja sama antara dua universitas ini. Ia mengapresiasi UNAL yang bersedia untuk sama-sama saling mendukung dan bersinergi. “Sinergitas yang kita bentuk adalah dalam rangka untuk mendorong semakin cepatnya akselerasi kemajuan perguruan tinggi masing masing, khususnya di tingkat internasional,” terangnya. Fauzan berharap Memorandum of Understanding (MoU) ini bisa segera melahirkan implikasi dan aplikasi dengan agenda serta program yang strategis, nyata dan terukur. Apalagi melihat potensi yang dimiliki masing-masing pihak. Ia yakin akan ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama sehingga bisa merealisasikan capaian target yang ada. Senada dengan Fauzan, Rektor Universidad de Colombia, Prof. Dr. Dolly Montoya Castano juga mengakui bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan dengan institusi asia. Ia menuturkan bahwa UNAL telah menjalin hubungan yang baik dengan beberapa  institusi yang sudah ada. “Saat ini, kami sudah bekerja sama dengan Cina, Jepang dan Korea Selatan. Kami merasa sangat antusias meski ada jarak dan budaya yang memisahkan kita,” tutur Montoya. Ia melanjutkan, pihak UNAL akan terus mengembangkan inovasi dan hubungan kuat dengan institusi yang ada Indonesia termasuk UMM. Terutama dalam bidang riset, bahasa maupun studi antar budaya. Dengan begitu akan terbentuk kolaborisi maksimal yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Di sisi lain, Priyo mengaku senang bisa menjadi saksi kerja sama pendidikan antara UMM yang merupakan universitas islam terbaik dunia dengan UNAL, universitas paling prestisius di Kolombia. Jalinan ini menjadi kerja sama ketiga antara beberapa universitas dari kedua negara dalam rentang waktu sepuluh bulan terakhir. “Cepatnya proses ini menjadi bukti tingginya ketertarikan antara kedua belah universitas dan negara,” tuturnya. Priyo juga percaya bahwa melalui kerja sama ini, akan ada berbagai manfaat yang akan didapat. Tidak hanya dari aspek pendidikan saja,  tapi juga bisa mempromosikan kedua negara, Indonesia dan Kolombia. Semakin tinggi pemahaman antara keduanya, semakin banyak pula orang yang akan berkunjung. Dengan banyaknya kunjungan, maka akan membuka lebar kesempatan untuk saling bekerja sama di berbagai bidang. Terakhir, Juan Camilo juga mengamini apa yang disampaikan oleh Priyo. Menurutnya, hubungan dua universitas ini akan menghasilkan kebaikan bagi keduanya. Apalagi melihat UNAL yang baru saja dianugerahi sebagai universitas peringkat dua terbaik di Kolombia dan kesepuluh di Amerika Latin. Pun dengan UMM yang juga baru saja ditetapkan sebagai kampus Islam terbaik dunia. Ia kembali menuturkan bahwa kerja sama seperti ini akan membuka peluang bagi para sivitas akademika di kedua negara untuk bisa saling berinteraksi di berbagai program. Saling belajar budaya masing-masing serta membuka pandangan mereka akan negara lain. “Yang paling penting tentunya bisa mengembangkan kreativitas untuk menghadirkan solusi inovatif bagi situasi saat ini dan masa depan,” pungkasnya. (wil)

Corak Inklusif dalam Acara Halal Bihalal UMM

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar sivitas akademika, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar acara Halal Bihalal pada Sabtu (29/05) lalu. Acara tersebut diselenggarakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom. Agenda tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan dan Kemanusiaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. secara langsung. Dalam sambutannya, Muhadjir berkata sangat mengapresiasi acara ini. Meski pendemi belum usai, namun UMM dapat menggelar acara halal bihalal dengan konsep yang kreatif, segar, serta mencerahkan namun tetap aman dan taat protokol kesehatan. “Ini merupakan tanda bahwa sivitas akademika UMM terus menjaga ketahanan diri maupun komunitas untuk tetap bergerak maju bahkan di situasi yang buruk,” ujar mantan rektor UMM tersebut. Selain mengapresiasi konsep acara halal bihalal, Muhadjir juga berpesan kepada para generasi muda UMM untuk terus menjalin kesinambungan antar generasi. Kesinambungan tersebut dapat berjalan ketika generasi baru terus menjaga tradisi dan budaya kooperasi yang ada di UMM. “Membangun sebuah tradisi dan budaya kooperasi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Adanya UMM sekarang juga tidak terlepas dari tradisi tersebut. Oleh karenanya, saya minta generasi muda untuk menjaga dan mengembangkan tradisi-tradisi yang sudah UMM bangun,” tutur Muhadjir. Disisi lain, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., berkata bahwa pada agenda halal bihalal tahun ini, UMM menggunakan corak yang inklusif dengan menghadirkan kawan-kawan dari lapas binaan perempuan dan pendidikan difabel. Inklusifitas merupakan ciri dan ruh dari perjuangan UMM. Hal tersebut merupakan implementasi dari moto Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. “Moto tersebut bisa terealisasikan apabila seluruh sivitas akademika UMM memiliki jiwa yang bersih, jujur, dan memiliki problem solving yang baik. Ketiga sikap tersebut juga akan mendorong UMM untuk terus dapat bergerak maju kedepannya,” ungkap Fauzan. Acara halal bihalal ini juga turut dimeriahkan oleh kehadiran Dani Aditya, komika difabel pertama di Indonesia yang menghibur para civitas akademika dengan stand up comedy yang dibawakannya. Selain itu adapula band warga binaan Lapas Perempuan kelas IIA Malang dan band dari Fakultas Kesehatan yang mempersembahkan berbagai lagu di acara tersebut. Selain agenda halal bihalal, acara ini juga merupakan ajang pemberian penghargaan bagi dosen dan karyawan berprestasi UMM tahun 2021. Tidak lupa, ada launching buku Antologi Cerpen Titik Nadir Penantian, karya warga binaan Lapas yang ditandatangani langsung oleh Muhadjir Effendy. (syi/wil)

UTBK Kedokteran dan Farmasi UMM Digelar dengan Prokes dan Keamanan Ketat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali laksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru. Adapun tes ini dilangsungkan untuk menyeleksi calon mahasiswa baru di jurusan Kedokteran dan Farmasi. Gelaran UTBK ini dilaksanakan dalam dua periode yakni pada 27-30 Mei serta 9-11 Juni 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepala Unit Pelayanan Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM, Dr. Saiman, M.Si menuturkan bahwa ada sebanyak 1.007 pendaftar pada UTBK gelombang pertama ujian jurusan kedokteran dan farmasi ini. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaannya akan lebih diperketat. Tidak hanya dalam hal protokol kesehatan saja, tapi juga keamanan akan kecurangan yang mungkin terjadi. “Para peserta diminta untuk mengganti masker lama dengan masker baru yang sudah kami siapkan. Jumlah peserta dalams atu ruangan juga dibatasi yakni 13-15 peserta saja. Begitupun dengan handsanitizer serta sarung tangan bagi pengawas ujian,” terang Saiman. Sementara dari sisi keamanan, Saiman mengatakan sudah menyiapkan tim internal yang terdiri dari para sekuriti dan eksternal yang bekerja sama dengan kepolisian. Keduanya akan memeriksa ruangan serta para peserta demi kelancaran UTBK. “Kami juga sudah menyiapkan metal detector yang akan digunakan sesaat sebelum ujian dimulai,” terang Saiman. Tim panitia juga sudah menyiapkan bus dan mobil untuk kepentingan peserta ujian. Keduanya disiapkan untuk berjaga-jaga ketika hujan turun sehingga tidak menghambat pelaksanaan UTBK di hari tersebut. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor I UMM menjelaskan bahwa model pelaksanaan UTBK ini telah mengikuti prokes yang sesuai mengingat pandemi tidak kunjung usai. Ujian berbasis komputer ini juga khusus dilangsungkan untuk menyeleksi calon mahasiswa kedokteran dan farmasi. “Sementara jurusan lainnya memiliki sistem yang berbeda. Baik melalui prestasi akademik maupun non akademik serta hasil rapot,” tuturnya. Syamsul juga mengatakan bahwa proses seleksi, khususnya jurusan kedokteran dilaksanakan dengan ketat. Hal itu tidak lepas dari ketentuan pusat yang membatasi kuota mahasiswa sebanyak 150 mahasiswa saja untuk mahasiswa kedokteran. Ia juga mengapresiasi usaha dari tim teknisi dan soal yang sudah bekerja semaksimal mungkin demi kelancaran UTBK kali ini. “Soal dan sistem yang sudah disusun sedemikian rupa insyaAllah bisa meminimalisir kecurangan dan kemungkinan adanya joki. Jadi bisa dipastikan aman dan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas Syamsul. Terakhir, ia berharap agar seleksi seperti ini dapat terus dipertahankan UMM serta bisa dilaksanakan untuk menjaring di jurusan lainnya, utamanya Psikologi dan Ilmu Komunikasi yang memiliki banyak peminat. Apalagi FK dan Farmasi UMM telah memiliki reputasi yang baik di mata pemerintah dan masyarakat. “Kedua jurusan sudah diakui, baik dari segi input, output bahkan juga outcome,” pungkas Syamsul mengakhiri. (wil)

Perkuat Tali Silaturahmi, IKA UMM Kaltim Gelar Halal Bi Halal

Demi menjaga silaturahmi antar alumni, Ikatan Alumni (IKA) Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kalimantan Timur (Kaltim) adakan Halal bi Halal Alumni UMM secara daring pada Minggu (23/5). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P. dan juga Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi S.Si., M.Si. Tidak ketinggalan pula Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd  serta Ketua IKA UMM Nasional H. Muhammad Irsyad Yusuf, SE., MMA. Halal bi halal tersebut diawali dengan sambutan Ketua IKA UMM Kaltim Dr. Mariman Darto, SE., M.Si, salah satu alumni jurusan manajemen UMM angkatan 1990. Dalam sambutannya, ia menjelaskan terkait visi dan misi IKA UMM Kaltim. Ia menegaskan bahwa IKA UMM Kaltim senantiasa berusaha untuk melakukan caring, sharing, empowering, dan adaptive. Harapannya, visi dan misi tersebut bisa berjalan selaras dengan apa yang dikerjakan oleh pemerintah provinsi yakni Kaltim Berdaulat. Di sisi lain, Ketua IKA UMM Nasional H. Muhammad Irsyad Yusuf berharap agar data alumni bisa terkumpul dengan baik dan tertata. Pria yang kini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pasuruan tersebut kembali mengatakan bahwa nantinya data tersebut bisa menjadi awal kolaborasi antar alumni. Selain itu juga bisa menginisiasi serta menghasilkan kontribusi nyata. “Tentu tidak hanya sebagai tempat menyambung silaturahmi, tapi IKA UMM juga bisa menjadi langkah pertama bagi alumni untuk memberikan bukti nyata dalam membantu memajukan bangsa Indonesia,” tegas alumni Fakultas Ekonomi UMM 1996 itu. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Fauzan, M.Pd. yang turut hadir secara daring. Ia mengatakan bahwa IKA UMM pada dasarnya membawa misi pendidikan dan kemanusiaan. Misi tersebut harus diwujudkan dengan menjaga martabat Muhammadiyah dan terus membangun kemanusiaan. Dengan begitu, para alumni bisa terus menciptakan kontribusi bagi masyarakat secara luas. Pada kesempatan itu pula, Muhadjir berpesan agar para alumni bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai media silaturahmi. Menurutnya, dengan adanya jaringan alumni UMM yang kuat ini akan mampu menciptakan kemajuan bagi umat, bangsa serta negara. “Hubungan antara UMM dengan alumni harus dirawat dengan baik. Jangan sampai ada sekat di antara keduanya. Pengetahuan dan ilmu yang alumni miliki tentu bisa menjadi masukan strategis dalam perkembangan UMM dan bangsa ke depan,” pesan Muhadjir. Tak lupa Hadi Mulyadi yang juga menceritakan pengalamannya yang terlahir dari keluarga Muhammadiyah. Ia menjelaskan bagaimana Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk terus membangun bangsa. Selain itu, Muhammadiyah Kaltim juga memiliki kebangggaan dengan adanya dua Universitasnya. “Muhammadiyah Kaltim memiliki kebanggaan dengan adanya UM Berau dan UMKT. Insyaallah, ke depannya kami bercita-cita membangun Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah,” ungkap Wagub Kaltim tersebut. (haq/wil)

BIPA UMM Dipercaya Jadi Fasilitator BIMTEK Kemdikbud-ristek RI

Universitas Muhammaidyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh pemerintah Indonesia. Kali ini Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM diminta untuk menjadi fasilitator oleh Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Adapun agenda peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) tersebut berlangsung selama empat hari sejak Senin (24/5) lalu. Saat ditemui, Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. selaku Kepala BIPA UMM menjelaskan bahwa mereka sudah beberapa kali diundang untuk menjadi pemateri maupun fasilitator. Kali ini Arif berkesempatan untuk memberikan paparan terkait penyusunan desain penelitian tematik keBIPAan. “Alhamdulillah bisa kembali dipercaya dan memberikan manfaat kepada teman-teman lainnya,” tuturnya melanjutkan. Ia mengungkapkan bahwa kepercayan yang diperoleh merupakan hasil dari usaha BIPA UMM dalam menyebarkan Bahasa Indonesia ke mata dunia. Beberapa kali staf mereka menjadi duta bahasa di negara lain dan mengajarkan Bahasa Indonesia. Di samping itu juga mengembangkan kelas dan proses belajar mengajar yang ada di BIPA UMM. Lebih lanjut, Arif mengatakan bahwa kepercayaan ini juga menjadi bagian dari langkah-langkah internasionalisasi UMM. Usaha mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Indonesia ke negara lain secara tidak langsung membuat UMM dikenal di luar negeri. “Ini adalah sebuah amanah untuk terus berkontribusi dan menghaurmkan nama UMM,” tutur Arif. Menurutnya, mereka juga telah melakukan berbagai kegiatan dengan maksimal untuk mengajarkan Bahasa Indonesia. Sekalipun di masa pandemi yang menyulitkan. Salah satunya yakni membangun hubungan dengan kampus-kampus luar negeri yang menyelenggarakan kelas Bahasa Indonesia. Di samping itu juga terus membuka akses internasional bagi mahasiswa asing yang ingin belajar Bahasa Indonesia di UMM. Terakhir, ia juga berharap agar BIPA UMM tidak hanya fokus mempromosikan Bahasa Indoensia saja. Namun juga memberikan inovasi-inovasi dan terobosan baru, khususnya dalam hal keBIPAan. “Tentu saja saya berharap kami bisa membantu mempromosikan Bahasa Indonesia serta UMM ke dunia global. Semoga moto Dari UMM untuk Dunia bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya menerangkan. (wil)