Prodi Kehutanan UMM Raih Akreditasi Baik Sekali

Usaha dan upaya maksimal serta jalinan kerja sama yang baik antarkan Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) raih akreditasi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Perubahan akreditasi ke Baik Sekali ini tercantum dalam sertifikat akreditasi yang dikeluarkan pada Selasa (03/08) lalu. Raihan ini menjadi bukti kerja keras yang dilakukan Prodi Kehutanan UMM selama ini. Kepala Prodi Kehutanan, Dr. Ir. Joko Triwanto, M.P., mengatakan bahwa Raihan tersebut dapat dicapai berkat kerjasama dari berbagai pihak. Tidak hanya dari prodi saja tetapi juga dari berbagai unit kampus dan tim pendamping. Prodi Kehutanan UMM berhasil meraih akreditasi Baik Sekali setelah memenuhi sembilan kriteria dari BAN-PT. “Penilaian ini dilihat dari progress tiga tahun sebelum pengajuan. Jadi capaian akreditasi tersebut merupakah hal yang patut disyukuri pada masa-masa sulit seperti ini,” kata Joko. Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa prodi kehutanan merupakan satu-satunya prodi di UMM yang mengajukan sembilan kriteria akreditasi kepada BAN-PT. Kesembilan kriteria tersebut meliputi pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana dan prasarana. Kemudian adapula penggunaan biaya perkuliahan, jalinan kerjasama dengan pihak luar, bentuk kerjasama, dan bagaimana proses kerjasama berjalan. “Dalam penilaian kerja sama dengan pihak luar, proses menjadi bagian yang sangat penting. Tidak hanya terbatas pada Memorandum of Understanding (MoU) saja tetapi sudah harus sampai Memorandum of Agreement (MoA). Jadi action memiliki peran penting dalam penilaian ini,” ujar dosen FPP tersebut. Dalam hal kerja sama, Joko berkata bahwa prodi kehutanan telah bekerjasama dengan berbagai taman nasional di pulau Jawa maupun luar Jawa. Terhitung, prodi kehutanan telah bekerjasama dengan 15 taman nasional seperti Alas Purwo dan Taman Nasional Bromo. Begitupun dengan Gunung Merapi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani (Puslitbang) di Cepu, Taman Nasional Mangrove dan lain sebagainya. “Bentuk kerja sama dengan taman nasional ini akan membantu praktek dan penelitian yang nantinya mahasiswa lakukan. Cakupan wilayah pada masing-masing taman nasional juga terhitung luas dan memadai,” terang Joko. Diakhir wawancara Joko berharap bahwa kedepannya prodi kehutanan akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal itu tidak leaps dari cita-cita UMM yang memiliki tag line dari Muhammadiyah untuk Bangsa. “Kami juga berharap mahasiswa akan mendapatkan praktek kerja nyata yang bagus. Pun dengan para alumni yang sanggup terserap di berbagai lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (syi/wil)

Aktivitas Internasional UMM Antar Bayu ke Negeri Paman Sam

Impikan ke luar negeri sejak Mahasiswa Baru (Maba), Bayu Dharmala raih beasiswa fulbright scholarship Strata Dua (S2) di The University of Arizona. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengaku telah mengasah bakatnya dalam berbahasa inggris sejak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun SMK-nya berfokus pada bidang bodi otomotif, Bayu sapaan akrabnya telah sering mewakili sekolah pada berbagai perlombaan debat bahasa Inggris. “Saya merasa lebih berbakat di bidang bahasa Inggris di bandingkan otomotif karena itu saya memilih jurusan pendidikan bahasa inggris untuk studi Strata Satu (S1),” ungkap anak tunggal tersebut. Melihat banyak peluang ke luar negeri yang disediakan oleh UMM, Bayu bertekad untuk memperdalam kemampuan berbahasa inggrisnya dengan pergi ke negara lain. Kunjungan pertamanya ke negara orang dimulai pada tahun kedua Bayu berkuliah. Setelah beberapa kali mencoba mendaftar program pertukaran pelajar ke luar negeri, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi mahasiswa pertukaran pelajar di Singapura selama satu bulan. “Pada tahun 2017, dua tahun setelah saya pergi ke Singapura, Saya mendapat kesempatan lagi untuk pergi ke Spanyol dengan menggunakan beasiswa Erasmus+ selama enam bulan. Kesempatan-kesempatan pergi keluar negeri ini selain untuk mengasah keterampilan berbahasa inggris, juga menjadi kesempatan bagi saya untuk menjadi bagian dari global citizen,” ungkap alumni asal Pasuruan itu. Tak sampai disitu, Bayu mulai memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya masternya di luar negeri. Perjalanannya mendapat beasiswa ke luar negeri tidak selalu mulus. Untuk mendapatkan beasiswa fulbright scholarship ke Amerika, banyak kendala dan penolakan yang dialaminya. Bayu mengaku ditolak sebanyak delapan kali selama empat tahun. “Benar-benar perjuangan sekali untuk mendapat beasiswa S2 ini. Selain harus pintar-pintar membagi waktu untuk belajar dan bekerja, saya juga harus bolak balik melakukan tes International English Language Testing System (IELTS) maupun Test Of English as a Foreign Language (TOEFL),” kata Bayu. Saat ini Bayu sedang bergelut dengan berbagai tugas serta cuaca musim panas di Amerika. Meskipun tuntutan perkuliahan sangat tinggi, Bayu mengatakan sangat senang dengan capaiannya sekarang. “Saya bersyukur memilih Kampus Putih UMM sebagai tempat berproses. Semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa yang dikobarkan para dosen juga menjadi pemacu semangat saya,” jelasnya mengakhiri. (syi/wil)

UMM Gelar Silaturahmi Wali Mahasiswa Baru

Dalam rangka memperkuat hubungan baik antara kampus dan wali mahasiswa baru, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar agenda silaturahmi. Dilaksanakan pada Sabtu (14/8) lalu, Silaturahmi tersebut turut mengundang Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Adapun agenda ini digelar dengan format daring mengingat keadaan pandemi yang belum membaik. Dalam sambutannya, Muhadjir menjelaskan bahwa silaturahmi ini sudha menjadi tradisi yang UMM lakukan sejak lama. Tradisi ini penting sebagai usaha untuk saling mengenal lebih dekat baik, tidak hanya secara pribadi tapi juga kelembagaan. “Silaturahmi ini juga dapat menjadi tempat penyampaian masukan dan saran baik dari orang tua, mahasiswa maupun pihak pimpinan universitas,” imbuhnya. Ia berharap akan lahir komitmen bersama untuk mencapai satu tujuan baik yakni mengantarkan para mahasiswa ke tujuan yang dicita-citakan. Tidak hanya cita-cita mahasiswa saja, tapi juga harapan orang tua bahkan juga bangsa Indonesia. Di samping itu, UMM juga memiliki cita-cita besar yang selalu digaungkan uakni menjadi gerakan pendidikan akademik dan vokasi yang berbekal semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa. “Maka  semua elemn harus saling bahu membahu untuk bisa mewujudkannya agar mampu memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas,” tegasnya. Muhadjir sempat menyinggung akan perubahan keadaan yang disebabkan oleh pandemi. oleh karenanya, ia berpesan kepada UMM untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan yang dibutuhkan agar bisa menjawab tantangan, berdaptasi dan mengahadapi berbagai perubahan. Ia menekankan agar tidak menunda dalam pemberian wawasan dan pandangan bahwa pada akhirnya mahasiswa akan terjun di dunia kerja. Terakhir, ia berpesan akan pentingnya self-planning. Bagaimana mahasiswa diajarkan bagaimana menyusun perencanaan diri, membangun cita-cita dan juga cara merealisasikannya. Menurutnya, tanpa perencanaan yang jelas dan akurat, mereka akan bingung hal apa yang harus diperbuat. “Prestasi dan reputasi yang UMM miliki akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kerja keras dan kesungguhan dari mahasiswanya,” tutupnya. Senada dengan Muhadjir, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku rektor mengatakan bahwa silaturahmi ini dapat membangun persepsi yang sama di antara universitas dan wali mahasiswa. Selain itu juga bertujuan untuk meminimalisir kesalah pahaman antara keduanya. “Kami juga mengucapkan selamat karena putra-putri bapak telah diterima sebagai mahasiswa UMM. Tidak semua yang mendaftar di Kampus Putih mampu lolos seleksi dan berhasil hingga titik ini,” ucapnya. Fauzan juga mengungkapkan bahwa Kampus Putih juga menyediakan pembinaan, tidak hanya di dalam kampus tapi juga di luar kampus. Berbagai organisasi intra kampus telah disiapkan untuk diikuti sesai dengan minat dan bakatnya. “Semua ini bertujuan untuk melahirkan kader-kader dan pemimpin yang sesuai dengan bidangnya di masa depan,” tegasnya. Di samping itu, ia juga sempat menerangkan menyebutkan beberapa beasiswa yang bisa diperoleh. Mulai dari bidik misi, UKT, beasiswa kader Muhammadiyah, KNB, hingga beasiswa prestasi. Ia menambahkan bahwa beasiswa prestasi ini merupakan motivasi yang disediakan agar para mahasiswa bisa terus mencetak prestasi di semua level. “UMM memiliki tagline yakni tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tidak dihargai,” tutur Fauzan. Pada gelaran tersebut, diadakan pula penandatangana surat pernyataan menjadi mahasiwa UMM yang dilaksanakan oleh perwakilan mahasiswa baru didampingi oleh rektor.  Kemudian dilanjutkan dengan agenda pertemuan dengan jajaran dekanat di masing-masing fakultas. (wil)