Mahasiswa Farmasi UMM Sabet Penghargaan di Summer School Internasional

Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Annisa Berliana Dewi berhasil mendapatkan penghargaan Best Participant dalam gelaran International Summer School beberapa waktu lalu. Adapun acara yang dilaksanakan pada 23-26 Agustus lalu ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Annisa, panggilan akrabnya menuturkan bahwa ada sebanyak 3.000 mahasiswa Farmasi dari 16 negara yang turut hadir dalam Summer School tersebut. Beberapa di antaranya berasal dari Timor Leste, Malaysia, hingga Brazil. “Mengingat keadaan pandemi yang belum membaik, pelaksanannya pun juga masih secara virtual demi mengurangi penularan. Meski begitu saya merasa nyaman walaupun tidak bertemu secara langsung dengan peserta lain,” ungkapnya menjelaskan. Ia kembali mengatakan bahwa penghargaan tersebut ia raih berkat keaktifannya selama agenda berlangsung. Selain itu, raihan nilai yang ia dapat dalam post-test di hari terakhir menjadi nilai lebih untuknya. Kecepatan dalam pengerjaan juga mendapat perhatian tersendiri dalam mendukung penilaian yang ia dapat sebagai best participant. “Beruntung, UMM telah menyediakan kelas English for Specific Purposes (ESP) bagi para mahasiswa. Jadi, saya tidak kesulitan jika harus mengikuti acara internasional seperti saat ini. Kemampuan bahasa Inggris ini sangat membantu saya dalam memahami materi yang disampaikan,” tutur Annisa. Annisa mengaku bahwa ia sudah menargetkan untuk menjadi best participant sejak hari pertama. Apalagi saat ada pengumuman bahwa akan dipilih tiga peserta terbaik pada akhir Summer School. Selain Annisa dari UMM yang mendapat peringkat pertama best participant, adapula mahasiswa dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang menempati peringkat kedua. Sementara peringkat ketiga diraih oleh mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Lebih lanjut, Mahasiswa asli Malang itu menerangkan bahwa Summer School tersebut membahas terkait tanaman herbal yang ada di Sumatera dan pemanfatannya sebagai imunomodulator. Menurutnya, tema tersebut sangat menarik bagi masyarakat luas, khususnya para mahasiswa Farmasi. Hal itu tidak lepas dari khasiatnya yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, utamanya di tengah pandemi Covid-19. Terakhir, mahasiswa yang memiliki hobi membaca buku tersebut mengatakan bahwa pandemi bukan halangan untuk berprestasi dan berkarya. Sebaliknya, ia mengajak mahasiswa lain untuk memanfaatkan situasi ini dengan sebaik-baiknya. “Kini kebanyakan Summer School, kompetisi, dan juga perlombaan sering dilangsungkan secara virtual. Hal itu tentu memudahkan kita dalam mengikuti serta memenangkannya karena tidak perlu jauh-jauh datang ke lokasi. Semoga saya dan teman-teman lain dapat kembali menorehkan prestasi di masa depan,” tegasnya. (wil)

Membanggakan, Prodi Sosiologi UMM Raih Akreditasi Unggul

Setelah sepuluh tahun mempertahankan akreditasi A, Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapat Akreditasi Unggul. Akreditasi ini dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada akhir bulan Agustus lalu. Menurut Sertifikat Akreditasi yang diperoleh, Akreditasi Unggul ini berlaku selama satu tahun mulai dari tanggal 1 Agustus 2021 lalu. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, S.Sos, MA., Ph.D selaku Ketua Prodi Sosiologi mengatakan bahwa raihan akreditasi ini diperoleh setelah prodi sosiologi melengkapi empat kategori penilaian dari BAN-PT. pertama, yaitu jumlah dosen tetap yang dimiliki. Menurut Rachmad, prodi sudah melampaui standar minimal yang dibutuhkan. Kemudian ada pula kurikulum, jajak pendapat dari mahasiswa dan alumni. Penilaian yang terakhir yakni dari aspel jaminan mutu. “Jauh-jauh hari, kami telah mempersiapkan data-data yang diperlukan. Tepatnya sudah kami mulai sejak bulan april kemarin. Alhamdulillah, usaha kami membuahkan hasil yang maksimal dengan memperoleh akreditasi unggul,” ungkap Koordinator Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Malang Raya tersebut. Lebih lanjut, karena akreditasi ini hanya berlaku selama satu tahun, Rachmad mengatakan bahwa Prodi Sosiologi akan bersiap untuk penilaian akreditasi selanjutnya. Ia menuturkan bahwa tantangan ke depan akan lebih berat. Hal itu tidak lepas dari format penilaian akreditas selanjutnya yang akan menggunakan Sembilan aspek penilaian. Ia mengaku sempat kewalahan saat melakukan proses jajak pendapat ke mahasiswa dan alumni. Jumlahnya yang melimpah membuat pihaknya cukup kesulitan. Terhitung, sudah ada lebih dari 5.000 alumni yang sudah diluluskan. Ditambah dengan jumlah mahasiswa aktif membuat angkanya semakin membludak.  “Dengan jumlah tersebut, tentu kami cukup kesulitan dalam mencari dan meminta pendapat kepada mereka. Maka, untuk selanjutnya akan kami persiapkan dengan lebih matang,” tutur Rachmad melanjutkan. Terakhir, Rachmad mengatakan akan kembali membenahi tim akreditasi prodi dan melakukan peningkatan kurikulum untuk penilaian selanjutnya. Selain itu, persiapan akan dilakukan lebih awal pada bulan januari tahun depan. “Perolehan akreditasi unggul ini memang sangat membanggakan namun kita tidak boleh lengah. Ke depan, prodi sosiologi akan bekerja keras dalam perbaikan mutu akademiknya,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)