Perkuat Kelas Profesional Unggas, FPP UMM Jalin Kerjasama Pelaku Industri

Sebagai bentuk komitmen menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperbanyak kerjasama dengan dunia industri. Langkah itu diambil dalam rangka memperkuat kelas profesional unggas yang telah diselenggarakan. Setelah menjalin kerjasama dengan PT. Charoen Pokphand pada Februari lalu, FPP kembali menggaet industri melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada Sabtu (4/9) lalu di Hotel Grand Surya Kediri. Adapun beberapa perusahaan terkait yaitu PT. Sanbe Farma, PT. Mensana, dan PT. Sapta Karya Megah. Ketiganya bersedia untuk mendukung pelaksanaan Kelas Profesional Unggas baik sebagai tenaga pengajar maupun penyedia tempat magang bagi mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Dr. Fauzan M.Pd. selaku Rektor UMM juga turut hadir mendampingi proses penandatangan tersebut. Disampaikan Fauzan, kerja sama tersebut sangatlah penting dalam rangkan mengimplementasikan slogan UMM Pasti. Yakni mendorong mahasiswa untuk lulus pasti empat tahun dan pasti mendapatkan kerja dalam waktu yang relatif singkat. “Di samping sebagai komitmen melaksanakan MBKM, agenda ini juga dilakukan sebagai langkah strategis bagi para mahasiswa,” tegas Fauzan melanjutkan. Sementara itu, Dr. Ir. David Hermawan, MP. IPM. selaku Dekan Fakultas Pertanian Pertanian menjelaskan bahwa ketiga perusahaan tersebut juga dilibatkan dalam lokakarya praktikum mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk merekonstruksi materi yang disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh industri. “Harapannya output yang didapat dari praktikum nantinya bisa menjadi bekal mahasiswa sebelum mengambil kelas profesional unggas,” tuturnya. Ketiga industri juga mengapresiasi jalinan kerja sama tersebut. Mereka berharap langkah ini bisa menghasilkan lulusan kelas profesional unggas yang siap bekerja. Menurutnya, lebih baik memperbanyak program magang kerja daripada menambah pelatihan keterampilan yang belum tentu bisa terserap oleh dunia kerja. Dengan merekrut lulusan keals profesional ini akan memangkas waktu dan biaya yang biasanya dialokasikan untuk karyawan baru. Terakhir, Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS. yang didapuk sebagai penanggung mengatakan implementasi lebih lanjut pasca kegiatan ini adalah mewujudkan kerjasama riset antara dosen dan industri. Utamanya untuk memecahkan permasalahan yang seringkali dihadapi. Selain itu, adapula pengembangan sistem informasi yang lebih baik lagi bagi ketiga industri terkait. “Tidak hanya tiga perusahaan ini saja, kami juga telah memiliki sembilan mitra lain yang siap bekerja sama untuk berkolaborasi,” pungkasnya menutup. (*/wil)
Mahasiswa UMM Bantu Pengidap Diabetes Lewat Beras Analog Umbi-Kulit Manggis

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus diabetes tertinggi. Dari tahun ke tahun, pravelensi diabetes terus mengalami peningkatan. Melihat fenomena tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Kretifitas Mahasiswa-Riset (PKM – RE) ciptakan beras analog sebagai pangan pengganti bagi penderita diabetes. Adapun proyek PKM ini digarap oleh Rizqi Zidhani Widya Iswara, Dwi Wahyu Lestari, Silvia Feby Rusantiyadi dan Anggita Yumadinda yang tergabung dalam satu kelompok. PKM dengan judul “Beras Analog Dari Umbi Talas Dengan Penambahan Kulit Manggis Sebagai Makanan Pengganti Bagi Penderita Diabetes” ini telah lolos pendanaan dari Direktorat Jendral Perguraan Tinggi (Dikti) pada bulan Mei lalu. Rizqi Zidhani selaku ketua tim menjelaskan bahwa masyarakt Indonesia tidak bisa lepas dari nasi sebagi makanan pokok. Oleh karenanya, beras analog yang mirip dengan nasi bisa menjadi pengganti makanan yang cocok bagi pengidap diabetes. “Beras analog yang mirip dengan beras pada umumnya bisa menjadi makanan pokok pengganti bagi mereka yang menderita diabetes,” imbuhnya. Adapun bahan-bahan pokok dari beras analog ini terdiri dari umbi talas dan kulit manggis. Rizqi, sapaan akrabnya memaparkan bahwa kandungan pada talas yang kaya akan serat cocok untuk pengidap diabetes. Pun dengan nutrisi pada kulit manggis yang mengandung antioksidan membantu meningkatkan daya tahan tubuh bagi mereka yang mengonsumsi. DI samping itu juga dapat mencegah radiasi jahat dari luar tubuh. “Kandungan serat pada talas dan antioksidan pada kulit manggis sangat baik bagi penderita diabetes. Sekaligus bisa mempercepat penyembuhan yang biasanya menjadi masalah,” ujarnya melanjutkan. Adapun mereka telah melakukan riset terkait proyek PKM ini sejak bulan Mei hingga Agustus lalu. Pada awal riset, mereka telah mempersiapkan riset danbahan-bahan pokok. Dilanjutkan dengan proses pembuatan beras analog pada bulan Juni hingga Agustus. Rizqi menuturkan bahwa hasil riset ini nantinya akan dituangkan dalam jurnal penelitian. Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan ini mengatakan bahwa hasil penelitian ini akan didaftarkan pada Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Pun melakukan uji kelayakan pada beras sehingga aman untuk dikonsumsi dan dipasarkan. “Saya dan tim berharap beras analog hasil dari penelitian ini bisa menjadi pengganti bisa dikonsumsi secara luas bagi pengidap diabetes, sekaligus membantu proses penyembuhan,” ungkapnya di akhir. (haq/wil)