Grant Wu Ajak Maksimalkan Perkembangan Industri Indonesia

Perkembangan bidang industri adalah kesempatan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan sumber daya yang dimaksimalkan sebaik mungkin. Hal tersebut disampaikan oleh oleh Vice President Indonesia China Business Council, Grant Wu pada hari Kamis (14/10) lalu, bertempat di Hall Dome UMM. Ia memaparkan bahwa sebagai pemimpin, para wisudawan juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ia juga sempat menyinggung lebih dalam akan keuntungan dari perkembangan industri. Ia mendorong para wisudawan untuk memanfaatkan dukungan sumber daya yang kaya. “Perkembangan industrialisasi menjadi salah satu keuntungan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan memaksimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya. Grant Wu juga menyempaikan kepada wisudawan dan wisudawati bahwa setelah fase perkuliahan, mereka akan menapaki kehidupan baru. Kehidupan yang belum pernah diperoleh dan diketahui oleh mereka. Menurutnya, perlu adanya berbagai adaptasi agar bisa menjalani dan melewatinya. Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa mencapai hari kelulusan bukanlah suatu hal yang mudah. Berbagai tantangan dan halangan pahit harus dilewati hingga bisa duduk dan menghadiri hari wisuda. Ia yakin bahwa bekal yang senantiasa diberikan oleh UMM sudah cukup untuk membantu para wisudawan. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa kelulusan ini memunculkan berbagai harapan dan kesempatan. Tidak hanya bagi diri wisudawan saja, tapi juga bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar para wisudawan tidak melupakan Kampus Putih sebagai almamater yang telah mendidik selama ini. Menurutnya, reputasi internasional dan nasional yang dimiliki UMM akan memberikan kepercayaan diri bagi para alumni. Ia juga menyinggung prestasi UMM yang berhasil meraih akreditasi Unggul. Menurutnya, capaian ini merupakan penilaian tertinggi yang ada di sistem pendidikan tinggi Indonesia. “Tentu predikat ini memunculkan harapan tinggi kepada para lulusan UMM. Jangan takut, saudara harus selalu berusaha untuk menjadi insan pengabdi dan intelektual bagi masyarakat luas,” ujarnya. Hadir pula Drs. H. Wakidi selaku Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM. Ia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua dan wali mahasiswa. Ia menilai bahwa modal sosial sebagai kampus berakreditasi unggul sangat bermanfaat dan strategis dalam menjalani masa depan. “Menjadi lulusan UMM yang berada di bawah persyarikatan Muhammadiyah merupakan modal sosial yang bagus. Saya juga ingin menitipkan nama baik Muhammadiyah dan UMM ini kepada saudara untuk selalu dijaga,” imbuhnya Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA selaku kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Pada pemaparannya, ia mengkhawatirkan akan universitas atau institusi yang tidak memberikan nutrisi keilmuan kepada mahasiswa dan lulusannya. Tetapi ia yakin bahwa UMM tidak melakukan hal tersebut. Hal itu dapat dilihat dari prestasi mahasiswa dan kontribusi lulusannya yang terus memberikan manfaat kepada sesama. Suprapto kembali menjelaskan bahwa kekhawatiran kedua adalah meningkatnya populasi Indonesia dari tahun ke tahun. Ia merasa khawatir akan kelanjutan pendidikan Universitas yang tidak merata. Meski begitu, UMM senantiasa berusaha untuk berkontribusi agar masyarakat mengenyam pendidikan tinggi. “Saya berterimakasih kepada UMM yang telah mengantisipasi kekhawatiran saya. Pun dengan kehadiran Kampus Putih dalam mengusahakan pendidikan tinggi bagi masyarakat,” jelasnya mengakhiri. (wil)
Tim UMM Raih Tiga Penghargaan di Kontes Robot SAR Nasional 2021

Tim Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) borong penghargaan pada Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) 2021. Setelah akhir bulan lalu berhasil meraih juara dua di tingkat regional, kali ini Tim Dome UMM berhasil membawa pulang tiga penghargaan di KRSRI 2021 level nasional. Penghargaan tersebut meliputi juara satu nasional, juara desain terbaik, dan juara strategi terbaik. Dengan raihan penghargaan tersebut, UMM berhasil menyingkirkan 42 univeritas lain dari seluruh Indonesia. Adapun perlombaan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek ini diadakan pada Sabtu (16/10) lalu. Salah satu anggota tim, Faizal Aditya, mengatakan bahwa pada tingkat nasional ini timnya melakukan beberapa perubahan pada robot SAR berkaki. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro tersebut mengatakan perubahan paling besar terjadi pada desain untuk pengangkatan korban. “Pada tipe yang lama, alat untuk mengangkat korban tidak terlalu kuat. Karena hal tersebut, kami menggantinya dengan alat yang lebih kokoh,” ungkap Faizal. Selain dari sisi desain, Faizal juga mengatakan bahwa timnya berusaha meningkatkan algoritma pendeteksi korban. Berbeda dari sebelumnya yang hanya mendeteksi korban sekali saja, algoritma baru ini akan mendeteksi korban sebanyak tiga kali. Hal ini akan menambah tingkat keakuratan dalam proses penyelamatan korban. “Di kontes KRSRI tingkat regional kami sempat mengalami permasalahan akibat algoritma robot yang gagal mendeteksi korban. Maka dari itu di tahap nasional ini kami benar-benar memperhatikan bagian algoritmanya. Dalam waktu satu minggu, kami melakukan tes berulang kali pada bagian algoritma. Goals kami dalam tes itu adalah 100 kali berhasil mendeteksi tanpa eror. Berkat perbaikan-perbaikan yang kami lakukan, robot SAR berkaki kami tidak memiliki kendala apa pun perlombaan,” ungkap mahasiswa asal Malang itu. Belum usainya pandemi covid-19 di Indonesia menyebabkan kontes ini digelar secara online di universitas masing-masing. Acaranya sendiri disiarkan secara real time untuk selanjutnya dinilai oleh para juri. Pada perlombaan tersebut Faizal ditemani oleh tiga orang teman yaitu Muhammad Indra Pratama, Muhammad Ardy Rahman, dan Aditya Nugraha Putra dari Prodi Teknik Elektro. Faizal mengatakan bahwa ini pertama kalinya tim UMM dapat membawa tiga penghargaan dalam kontes KRSRI tingkat nasional. “Semoga di lomba-lomba KRSRI berikutnya UMM dapat konsisten mempertahankan posisi juara. Dengan rintangan dan tantangan baru di tahun depan, semoga tim Dome UMM dapat terus berinovasi dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya di akhir wawancara. (syi/wil)