Pendidikan Matematika UMM Gelar Olimpiade Matematika Nasional

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Matriks Mathematics Olympiad (MMO) dan Lomba Esai Matematika Nasional (LEMNAS). Kedua lomba tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/11) lalu bertempat di Kampus III UMM. Adapun Matriks Mathematics Olympiad ditujukan untuk siswa SMP sederajat dan SMA sederajat. Sementara Lomba Esai Matematika Nasional diselenggarakan bagi para mahasiswa. Ketua prodi Pendidikan Matematika, Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kecintaan pada matematika. Menurutnya, ada penurunan akan minat siswa dan mahasiswa akan Matematika. “Dari situlah muncul kekhawatiran mengenai regenerasi pecinta matematika,” tuturnya menerangkan. Selain itu, agenda ini juga memuat berbagai edukasi matematika. Para peserta diberikan gambaran tentang matematika dengan stigma berbeda yang menyertainya. Tidak hanya dikalangan akademisi tapi juga stigma di masyarakat yang memandang bahwa matematika itu kaku dan tidak fleksibel. “Harapannya, ada silaturahmi dan edukasi sehingga para peserta dapat menyebarkan virus cinta matematika kepada teman-temannya. Jadi prinsipnya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam upaya melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di bidang matematika,” ungkapnya. Menariknya, Prodi Pendidikan Matematika tidak hanya memberikan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan saja. Tapi juga memberikan free pass prodi Pendidikan Matematika UMM bagi mereka yang juara. Menurut Mahfud, ini adalah bentuk apresiasi dan wadah bagi talenta para peserta. “Jangan sampai mereka-mereka ini tidak dapat melanjutkan pendidikan karena ada kendala teknis. Adapun di prodi Pendidikan Matematika juga berupaya sebaik mungkin agar mahasiswa bisa studi tepat waktu dengan keterampilan yang luas. Apalagi ditunjang dengan program-program unggulan seperti Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS), Asistensi Magang Skripsi dan KKN (ASIK Plus), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” imbuhnya. Ditemui secara terpisah, Laisanti Ayu Febriani selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa antusiasme para peserta terlihat tinggi. Tercatat, ada 77 peserta tingkat SMP sederajat dan 81 peserta tingkat SMA sederajat. ”Alhamdulillah para peserta sangat antusias. Total ada 158 peserta untuk Matriks Mathematics Olympiad yang dilaksanakan pada tahun ini,” ungkapnya menjelaskan. Olimpiade ini, lanjutnya, terbagi dalam tiga babak. Dimulai dengan babak penyisihan, semifinal, dan kemudian final. Babak penyisihan dilaksanakan pada 10 Oktober 2021, sementara babak semifinal dan final dilaksanakan 13 November 2021. Sementara itu, lomba esai terbagi dalam dua tahap, diawali dengan tahap seleksi, kemudian tahap final yang juga digelar pada 13 November 2021. (/wil)
Deksa Aldebaran, Mahasiwa UMM Jadi Duta Tirta Kanjuruhan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiwanya berprestasi dalam berbagai bidang. Kali ini, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Pertenakan (FPP) UMM Deksa Aldebaran raih predikat sebagai Duta Tirta Kanjuruhan. Ia terpilih dalam kompetisi Joko Roro Kabupaten Malang pada Rabu (10/11) lalu. Adapun agenda tersebut berlokasi di Shanaya Resort, Karangploso. Deksa, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Duta Tirta Kanjuruhan adalah predikat yang diberikan kepada mereka yang mempromosikan produk dari Tirta Kanjuruhan. Sedangkan Tirta Kanjuruhan merupakan produk air minum milik pemerintah Kabupaten Malang. “Ada tujuh atribut duta yang ada dalam gelaran ini, salah satunya Duta Tirta Kanjuruhan. Tentu, yang plaing utama adalah predikat Joko Roro Kabupaten Malang,” imbuh Deksa. Mahasiswa asli Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa usai babak penyisihan, peserta yang lolos akan mengikuti proses karantina selama satu bulan lamanya. Dalam proses tersebut, banyak persiapan informasi terkait Kabupaten Malang, mulai dari bahasa, pariwisata, usaha lokal hingga budaya. Menurut pengakuannya, ia juga diajarkan mengenai tarian khas Malangan, salah satunya Tari Topeng Malangan. Lokasinya juga berbeda-beda tergantung materi apa yang diberikan. “Jadi selama karantina, para peserta yang lolos diberi beragam persiapan terkait informasi Kabupaten Malang yang lebih mendalam. Dengan begitu, kami bisa memahami Malang dengan lebih baik,” jelasnya. Deksa menambahkan bahwa perluasan relasi dan informasi terkait pariwisata dan usaha Kabupaten Malang adalah salah satu persiapan yang harus dimiliki pada babak grand final. Maka menurutnya, pemahaman menyeluruh terkiat hal itu sangat diperlukan. Selain itu, Deksa juga mengatakan kunci dalam meraih predikat Duta Tirta Kanjuruhan adalah berusaha tetap tenang dan mengikuti alur sebagaimana mestinya. Sebelumnya, anak pertama dari dua bersaudara ini juga pernah meraih predikat sebagai Putra Kampus 2020 pada evet Putra Putri Kampus UMM. Terakhir, ia berharap bisa memperkenalkan Tirta Kanjuruhan produk Air Minum Asli Kabupaten Malang secara luas. Tidak terbatas di Malang raya saja, tapi juga bisa mempromosikannya di daerah lain. “Saya juga berharap paguyuban Joko Roro juga bisa terus bersinergi dengan pemerintah. Utamanya dalam mendorong dan memulihkan pariwisata Kabupaten Malang,” pungkasnya. (wil)