Agribisnis UMM Dorong Petani Milenial Manfaatkan Potensi Pertanian Indonesia

Peringati dies natalis yang ke 36 tahun, prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar webinar nasional bertema Potensi Sektor Pertanian dan Peran Pemuda pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Webinar yang berlangsung pada Sabtu (20/11) ini dihadiri oleh 485 mahasiswa dari dalam maupun luar UMM baik secara daring maupun luring. Pada sambutannya, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., mengucapkan selamat kepada Program Studi (Prodi) Agribisnis UMM atas capaian-capaian yang telah diraihnya selama 36 tahun berdiri. Ia juga mendukung penuh terselenggaranya acara webinar ini serta berharap event ini dapat menambah pengetahuan para mahasiswa terhadap potensi pertanian. Utamanya dalam upaya untuk menumbuhkan ekonomi nasional. “Saya tentu bangga terhadap Prodi Agribisnis, baik penyelenggaraan webinar ini maupun capaian-capaian prestasinya. Terbaru, Agribisnis juga telah mendapat sertifikasi akreditasi unggul. Ini tentu berkat kerja keras dan kerja kolektif teman-teman Agribisnis yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas sampai tahap tersebut,” imbuhnya menerangkan. Di lain sisi, Kepala Pusat Penelitian & Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan Dr. Ir Priatna Sasmita, M.Si., mengatakan bahwa presiden telah menyampaikan beberapa arahan dalam pengembangan sektor pertanian. Arahan tersebut juga meliputi pengolahan produk pertanian. Sehingga nantinya diharapkan bisa memberikan nilai tambah pada produk yang dijual. “Untuk mendukung program tersebut, diperlukan skema pembiayaan dan pendampingan yang intensif. Pendampingan itu mencakup pengelolaan keuangan, aspek kemasan, pemasaran, serta dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Presiden juga mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pertanian untuk melakukan kolaborasi dengan pihak lain. Dengan begitu, mereka bisa membentuk usaha yang lebih besar,” ujar Priatna. Lebih lanjut, Priatna mengatakan bahwa Indonesia memiliki beberapa potensi untuk mendukung sektor pertanian di masa depan. Pertama adalah ketersediaan lahan pertanian dan bonus demografi yang melimpah, di mana generasi muda dapat diarahkan menjadi petani milenial. Selanjutnya, Petani milenial diharapkan mampu berinovasi serta memiliki gagasan kreatif sehingga dapat bersaing di bidang teknologi pertanian. “Dengan potensi yang ada, sangat disayangkan para generasi muda justru tidak ingin bekerja di sektor ini. Oleh hal tersebut, kami sedang mengupayakan untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan 2,5 juta petani milenial. Selain itu kami juga mengembangkan smart farming, food estate, korporasi petani, dan digitalisasi pertanian demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (wil)
Mahasiswa Baru UMM Sukses Juara LKTII Nasional

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini kabar bahagia datang dari tiga mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) yang berhasil menyabet juara tiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Islam (LKTII) Nasional. Kompetisi ini diadakan secara daring oleh Universitas Airlangga (Unair) pada Sabtu (20/11) lalu. Salah satu anggota tim, Yasmin Zakiyyatuzzahra, mengatakan bahwa tulisan ilmiah yang diikutsertakan oleh timnya membahas terkait gagasan baru vaksinasi keliling. Selain untuk mengurangi kerumunan orang ketika antre vaksin, cara ini dirasa ampuh untuk menambah silaturahmi antara tenaga kesehatan dan juga masyarakat. “Kami mengerjakan tulisan ini dalam waktu yang lumayan singkat, kurang dari dua minggu. Untuk bagian abstrak kami dapat menyelesaikannya dalam waktu tiga hari. Sementara untuk bagian isi butuh waktu sekitar satu minggu,” ungkap mahasiswa asal Malang tersebut. Meskipun dapat menyelesaikan tulisan ilmiah secara cepat, Yasmin, sapaan akrabnya mengaku kesulitan dalam proses pengerjaannya. Sebagai mahasiswa baru yang masih beradaptasi dengan dunia perkuliahan, membagi waktu lomba dan kuliah dirasa cukup sulit. Selain itu, kompetisi ini juga pengalaman pertamanya mengikuti lomba karya tulis ilmiah. “Awalnya saya iseng mengikuti kompetisi ini karena waktu luang yang banyak sebelum dimulainya masa perkuliahan. Saya sama sekali tidak menyangka kalau abstrak yang tim kami kirimkan akan lolos. Kami sempat berpikir untu berhenti saja karena jadwal perkuliahan yang smeakin padat. Namun pada akhirnya saya dan teman-teman tetap melanjutkan karena tidak mau mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah,” ujar Yasmin. Selain Yasmin, tim ini juga dianggotai oleh Amelia Putri Nasution dan Kanina Alma Dystanti. Yasmin bersyukur timnya dapat memperoleh juara tiga meskipun ini baru pertama kalinya mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Jika nantinya diberi kesempatan, Yasmin dan teman satu timnya ingin merealisasikan gagasan vaksinasi keliling ini ke masyarakat luas sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya. “Alhamdulillah, kerja keras tim kami terbayar dengan baik. Saya berterimakasih kepada para anggota tim karena tidak menyerah untuk terus mengikuti perlombaan ini. Raihan juara ini membuat kami semakin terpacu untuk mengikuti berbagai perlombaan di masa yang akan datang. Tentu kemenangan ini kami harap bisa menginspirasi teman-teman lain untuk berprestasi,” tuturnya di akhir wawancara. (wil)