UMM Buka Kelas Profesional Essential Oil

Pengembangan Centre of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlanjut. Demi mengantarkan mahasiswa menjadi pribadi mandiri, Kampus Putih kini menggaet PT. Pemalang Agro Wangi untuk membuka kelas profesional essential oil. Tanda tangan kerja sama yang dilaksanakan pada Rabu (13/1) ini diharapkan mampu menciptakan peluang-peluang yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. ingin CoE yang ada di Fakultas Pertanian dan peternakan dan Fakultas Ilmu Kesehatan ini bisa benar-benar menjadi mercusuar bagi mahasiswa. Bukan hanya menjadi program gaya-gayaan dan gengsi semata. Apalagi terobosan ini sudah diapresiasi oleh banyak pihak, baik dari kalangan akademisi maupun dari Industri dan Dunia Kerja (Iduka). Menurut Fauzan, membangun CoE memang bukan perkara yang mudah. Perlu adanya upaya serius agar bisa menyiapkan pondasi yang kuat. Ia juga mendorong program ini bisa melahirkan produk-produk turunan. Membentuk ekosistem yang mendukung untuk mahasiswa, dosen bahkan juga industri. “Jangan hanya berhenti di proses tanda tangan kerja sama saja. Harus ada aktivitas yang implementatif sehingga kita mampu mengantarkan mahasiswa serta alumni yang mandiri. Kini, kalau hanya berpikir linier kita tentu akan ketinggalan. Harus segera berpikir maju dan zig-zag,” imbuhnya. Hal itu diamini oleh Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PT. Pemalang Agro Wangi Muhammad Aminudin. Harus ada pengembangan bisnis dengan cara baru yang mengikuti teknologi. Utamanya produk yang dihasilkan oleh perusahaannya. Menurutnya, tren essential oil kini sedang naik di kalangan masyarakat. Meski telah memiliki lebih dari 80 hektar lahan, namun pihaknya tetap kewalahan dalam memenuhi permintaan, khususnya untuk kebutuhan ekspor. Maka kerja sama ini diharapkan dapat memberikan inovasi serta masukan sehingga bisa menciptakan peluang. Tidak hanya bagi PT. Pemalang Agro Wangi saja tapi juga untuk Kampus Putih UMM. Lebih lanjut, dalam rangka mencapai tujuan masing-masing institusi, diperlukan langkah-langkah konkret dan action plan yang tertata. “Hal paling penting adalah bagaimana kita bisa bergerak dengan cepat. Action dulu, kalaupun modal belum mencukupi insyaAllah Allah akan memberi nanti. Selain itu saya rasa kalau untuk perut, kita semua juga merasa lebih dari cukup. Namun, upaya ini adalah bagian untuk memajukan pengusaha-pengusaha lokal lainnya,” tegas Amin. Sementara itu Koordinator Asisten Rektor UMM Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. menilai UMM dan perusahaan sama-sama membutuhkan satu sama lain. Apalagi didorong dengan adanya kebijakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemdikbudrisek. Kerja sama ini juga dirasa mampu memberikan jaminan keamanan produk dan juga keamanan pengguna. Dengan begitu, tingkat kepercayaan masyarakat akan meningkat karena produk yang digunakan sudah melalui proses ujicoba. Begitupun dengan Kampus yang bisa memberikan pengalaman kerja bagi para mahasiswa. “Sehingga tujuan untuk mengantarkan mereka menjadi lulusan mandiri bisa dicapai dengan langkah-langkah pasti dan terukur,” tambah Jono. (wil)

Wani Sabu Ajak Mahasiswa UMM Antisipasi Cyber Crime

Meningkatnya berbagai fitur digital di era pandemi memudahkan masyarakat dalam segala bentuk aktivitas. Namun selain kenyamanan, fitur digital juga membawa ancaman baru yaitu cyber crime. Hal tersebut disampaikan oleh Executive Vice President Sentra Layanan Digital BCA, Wani Sabu pada acara kuliah tamu Cyber Crime Awareness di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (12/01) dan selenggarakan secara offline di Hall BCA GKB 4 UMM serta disiarkan secara online melalui kanal Youtube Ummtube. Wani mengatakan bahwa kasus cyber crime paling banyak berada di ranah perbankan. Hal ini terjadi karena di masa pandemi sebanyak 99.5% nasabah bank lebih menggunakan fitur layanan online dalam berbagai bertransaksi. Kasus yang sering terjadi adalah penipuan nasabah saat proses jual beli barang melalui platform digital. Salah satu model penipuannya adalah dengan membuat akun toko palsu. “Toko online ini menggunakan nama toko lain yang lebih kredibel, membeli followers di sosial media, dan juga memberikan diskon secara besar-besaran. Hal-hal tersebut akan memancing masyarakat untuk membeli dan mentranfer sejumlah uang. Kemudian sang penjual akan kabur tanpa mengirimkan barang kepada pembeli,” terang Wani. Jika nasabah telah mengalami penipuan seperti itu, Wani menyarankan agar segera melaporkan ke bank dan melakukan penundaan transaksi. Jika uang belum ditarik dari bank, kemungkinan besar bank masing bisa mengembalikan dana yang telah di transfer. “Dalam kasus seperti ini, semakin cepat nasabah sadar akan penipuan maka semakin besar kemungkinan uang yang telah ditransfer dapat ditarik kembali,” kata wanita asal Jambi tersebut. Kasus lain yang sering terjadi adalah pencurian data pribadi. Anak pertama dari empat bersaudara tersebut menyampaikan bahwa banyak penipu yang menggunakan data orang lain untuk membuat rekening bank. Hal tersebut menyulitkan pihak bank dan kepolisian untuk menangkap pelaku penipuan. “Masyarakat Indonesia masih belum mengerti tentang pentingnya perlindungan data pribadi. Oleh karenanya, saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi atau membuatkan akun bank untuk orang lain. Masyarakat juga diharapkan untuk tidak memberikan pin ATM maupun kode One Time-Password (OTP) pada sembarang orang,” jelas Wani. Di lain sisi, Wakil Rektor II UMM Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., mengatakan bahwa pandemi telah mengubah kebiasaan kita dalam beraktivitas. Semua hal yang dahulu dilakukan secara offline harus berpindah menjadi online. Begitupun dengan pembayaran dan jasa keuangan. “Dengan adanya acara kuliah tamu ini, saya harapkan para mahasiswa dapat memahami ancaman-ancaman yang akan terjadi di balik transaksi online serta dapat menghadapi proses digitalisasi ini dengan dengan lebih baik,” tandasnya. (wil)