Mahasiswa UMM Ini Menangi Penghargaan di Istanbul Youth Summit

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harumkan nama kampus di kancah internasional. Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) tersebut berhasil meraih juara tiga The best project Grup Project setelah mempresentasikan projek perbaikan pendidikan melalui aplikasi pada Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022. Konferensi yang diselenggarakan oleh Yayasan Youth Break the Boundaries (YBB) tersebut berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 14  – 17 Februari lalu. Nanda, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa aplikasi pendidikan yang ia kembangkan bersama tim ini diberi nama eduteers.id. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mengurangi ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia dengan tagline Connecting the Gap. Adapun aplikasi ini dikembangkan dengan model pembelajaran fun learning yang berisi kuis dan video animasi sehingga akan menarik minat para siswa untuk belajar. “Kami tidak hanya membuat versi aplikasi tetapi juga versi website juga. Selain berguna untuk proses belajar mengajar, aplikasi dan website dari eduteers.id ini akan difungsikan untuk mendistribusikan para volunteer pendidikan ke daerah terbelakang, terpencil, dan tertinggal yang ada di Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Lamongan tersebut. Lebih lanjut, Nanda menjelaskan bahwa saat mempresentasikan projek ini di Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2022, ia bersama tim telah bekerja sama dengan Sekolah NKRI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan untuk uji coba aplikasi. Pemilihan sekolah NKRI sebagai tempat uji coba dikarenakan Nanda dan tim ingin memberikan pendidikan formal yang setara kepada anak-anak di dalam penjara. “Akses pendidikan yang anak-anak tersebut peroleh setelah masuk penjara sangatlah kurang. Masuknya eduteers.id ke lingkungan mereka juga sebagai upaya memutus ketimpangan pendidikan di Indonesia. Sehingga semua anak dapat memiliki kesempatan belajar hal yang sama,” kata Nanda. Mengenai raihan prestasi yang ia dapatkan, Anak pertama dari dua bersaudara itu mengaku sangat bersyukur dapat bersaing di kancah internasional dan mendapat penghargaan. Utamanya dalam rangka mengharumkan nama kampus serta membanggakan orang tua. Bantuan dan dukungan dari pihak kampus juga sangat membantunya selama di Turki. “Saat ini aplikasi maupun website eduteers.id masih dalam tahap pengembangan. Saya berharap ke depannya akan banyak pihak yang membantu kami dalam proses pengembangan eduteers.id tersebut. Untuk teman-teman lain, semoga dapat menjadi inspirasi untuk tetap produktif serta menebar manfaat kepada masyarakat di tengah pandemi,” pungkasnya. (syi/wil)

Dosen UMM Ini Beri Kiat Hindari Investasi Bodong

Kegiatan investasi kini sedang marak dan banyak dilakukan oleh masyarakat. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak memiliki literasi dan pengetahuan mendalam terkait investasi sehingga mudah terjebak investasi bodong. Melihat realita itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Venus Kusumawardana, S.E., MM. tergerak untuk memberikan kiat agar masyarakat bisa menghindari hal tersebut. Venus, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa ada dua hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi aman serta menguntungkan. Hal pertama adalah logis, yakni bagaimana kita bisa berpikir logis terkait return maupun cara mekanisme investasinya. Kemudian yang kedua adalah legal, yaitu melihat bagaimana status perizinan perusahaan investasi yang menawarkan. Apakah perusahaan itu sudah mendapat izin dari otoritas yang menaunginya, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Dua hal ini menjadi penting karena akan menentukan seberapa aman investasi yang kita lakukan. Jangan-jangan perusahaan yang menawarkan berjalan dengan illegal. Selain itu, seringkali para investor baru berharap investasinya bisa mendapatkan return tinggi dalam waktu yang singkat. Memang mungkin, tapi risikonya juga tinggi. Sebaliknya, jika returnya rendah, biasanya risikonya juga rendah,” ujarnya menuturkan. Lebih lanjut, dosen asli Situbondo ini mengatakan bahwa ada cara mudah untuk mengenali investasi bodong. Kebanyakan dari mereka akan memberikan embel-embel keuntungan yang tinggi serta menekankan untuk mencari kawan downline. Selain itu, testimoni-testimoni yang diberikan juga dikenalkan oleh figur publik untuk meningkatkan daya tarik. Janji kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan juga sering menjadi alat untuk menggaet investor baru. Meski begitu, ada beberapa kiat yang juga Venus bagikan agar tidak terjerat jenis penipuan ini. Pertama yakni dengan berhati-hati apabila ada penawaran investasi yang mengiming-imingi keuntungan dan janji imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang singkat. Kedua, masyarakat diharapkan tidak mudah termakan bujuk rayu penjual yang memaksa untuk membeli, sekalipun ia adalah kerabat atau teman. Ketiga, perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan masyarakat bisa yakin akan kredibilitasnya. “Namun jika dilihat lebih seksama, ada beberapa kejanggalan seperti ketidakjelasan manajemen pengurus, laporan keunagan hingga kinerja investasi. Yang terakhir yakni melihat ada tidaknya izin penawaran investasi dari lembaga pengawas pemerintah,” tambahnya. Menurutnya, praktek penipuan berkedok investasi akan tumbuh subur bila masyarakat masih malas berpikir kritis dan logis. Apalagi dengan minimnya wawasan dan pengetahuan masyarakat akan jenis-jenis investasi. Ditambah lagi dengan adanya mental serta etos kerja yang ingin kaya mendadak tanpa bekerja keras. Maka perlu adanya pengenalan dan edukasi terkait jenis-jenis dan langkah investasi. “Kebetulan Organisasi tata Kelola (OTK) Galeri Investasi Bursa Efek Indoensia (BEI) FEB UMM juga memiliki program untuk memberikan edukasi dan literasi pasar modal bagi semua kalangan masyarakat. Harapannya, upaya ini bisa meminimalisir korban penipuan investasi bodong. Saya juga ingin mewanti-wanti masyarakat untuk berpikir logis dan legal agar terhindar investasi semacam ini,” pungas Venus. (wil)