Mahasiswa UMM Ini Juara Essay Nasional berkat Ide Tabir Surya Herbal

Tidak banyak ide yang mampu direalisasikan dan berhasil diapresiasi sebagai juara. Salah satu ide yang sukses mendapatkan penghargaan ialah miliki ini Nia Yuniar Fitriana Putri, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih juara dua essay nasional dalam kategori herbal kosmetik. Adapun Nia mendapatkan kemenangan itu dalam ajang Festival Pharmacy yang diadakan oleh Universitas Setia Budi pada bulan Februari ini. Nia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ia mengangkat judul “Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Buah Tomat sebagai Tabir Surya” berawal dari keinginannya mendalami lebih jauh terkait khasia dua bahan itu. Utamanya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Selain itu, jumlah pengidap kanker kulit yang terus bertambah karena sering terkena sinar UV secara langsung juga menjadi bahan bakarnya untuk menyetuskan ide tersebut. Nia menuturkan bahwa dalam daun kemangi terdapat kandungan senyawa flavonoid yang memiliki zat antioksidan. Sementara tomat memiliki kandungan likopen, yang juga mengandung zat antioksidan. Zat ini terbukti dapat melindungi kulit dari sinar UV serta mampu membuat kulit menjadi lebih sehat. “Jika zat likopen dan flavonoid ini dikombinasikan, tentu akan menghasilkan zat antioksidan tinggi yang mampu melindungi kulit kita,”ungkapnya. Mahasiswa angkatan 2020 ini kembali mengatakan bahwa ada kendala yang ia rasakan selama penyusunan essay. Salah satunya, jarangnya jurnal yang membahas terkait pemanfaatan daun kemangi dan tomat. Tetapi untunganya, selama penulisan essay ia banyak dibantu oleh kakak tingkat yang tergabung dalam grup belajar Hipotalamus. “Grup belajar ini sungguh memberikan pengaruh banyak dan bantuan selama saya menysun essay ini. Beragam diskusi dan masukan diberikan sehingga saya bisa mendapat banyak perspektif. Mengambil hal-hal yang bisa digunakan dalam essay agar apa yang saya tulis menjadi lebih kaya. Sehingga dapat ebsaing memperebutkan juara di lomba,” ungkap perempuan asli Jombang tersebut. Terakhir, ia berharap kedepannya gagasan yang ia cetuskan ini bisa terealisasikan. Juga bisa dilanjutkan pada tahap penelitian lebih lanjut dengan penambahan-penambahan yang dibutuhkan. Selain itu, tabir surya ini bisa menjadi solusi produk kosmetik yang lebih sehat dengan bahan herbal dan bisa menggantikan kosmetik dari bahan sintetis. “Tentunya jika ini berhasil direalisasikan, semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam melindungi kulit, sehingga mengurangi pengidap kanker kulit,” ucapnya. (haq/wil)
Mahasiswa Ikom UMM Menangi Festival Film Dokumenter Nasional

Prestasi demi prestasi silih berganti diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, tiga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam tim produksi film dokumenter meraih predikat juara dua. Capaian itu diraih di ajang Festival Dokumenter yang digelar Universitas Budi Luhur, Jakarta, Minggu (20/2) lalu. Muhammad Hudan Nur Ibad (sutradara), Farhan Rifqi Zain (Director of Photography) dan Ilham Aditiya (Editor) adalah tiga nama yang mencetak prestasi tersebut. Mereka membentuk kelompok yang diberi nama Alecta Pictures untuk menyelesaikan Tugas Akhir Karya sebagai syarat lulus Sarjana Komunikasi UMM. Di bawah bimbingan dosen Nasrullah, ketiga mahasiswa ini berhasil lulus setelah karyanya diuji bulan lalu. Uniknya, karya mahasiswa tersebut merupakan film dokumenter tentang perjalanan hidup dan idealisme seniman kota Malang, Kadir Sugiarto, yang juga alumni Komunikasi UMM. Kadir memiliki nama panggung sebagai Ugik Arbanat. Dengan judul “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”, film ini menceritakan bagaimana Ugik menjawab keresahan masyarakat yang mulai meninggalkan lagu anak-anak. Film itu mengisahkan bagaimana Ugik dengan idealismenya terus melatih anak-anak bermusik. Tanpa kenal Lelah, dia berkeliling dari sekolah ke sekolah, dari komunitas ke komunitas. Dia pun meciptakan lagu-lagu bernuansa kebangsaan yang sesuai dengan irama anak-anak. Lagu Indonesia, misalnya, menggambarkan bagaimana anak-anak Indonesia mencintai keindahan alam dan budaya Nusantara ini. Farhan mengaku senang filmnya masuk kategori terbaik. Sejak masuk sepuluh besar, dia dan teman-temannya selalu mengabarkan kepada pembimbing jika filmnya ikut festival dan masuk nominasi. “Sebenarnya kami tidak menargetkan juara. Yang penting film kami dapat menginspirasi dan lebih mengenalkan seniman besar seperti Cak Ugik ini ke kancah nasional,” kata Farhan. Proses produksi film dokumenter ini mengalami berbagai hambatan. Beberapa kali pengambilan gambar dan editing harus diulang karena pembimbing meminta menyesuaikan dengan story line yang telah dibuat. “Ruh film yang terletak pada idealisme Ugik harus ditonjolkan, itu yang membuat kami kesulitan menerjemahkan saran pembimbing kami,” aku Hudan. Sebagai pembimbing, Nasrullah juga mengaku terus memotivasi anak didiknya untuk segera menyelesaikan karya yang disusun. “Saya kenal Ugik karena dia teman kuliah seangkatan. Dia itu iconic, khas, dan sangat idealis. Sayang kalau difilmkan sembarangan,” ungkap kepala prodi Komunikasi UMM ini. Makanya, selain membimbing, Nasrullah juga merasa terlibat secara emosional untuk keberhasilan film ini. Berbagai upaya dilakukannya, termasuk melibatkan pembimbing dan penguji praktisi film Arfan Adhi Prasetyo. “Ini karya monumental, jadi harus bagus. Mahasiswa harus menghayati proses kreatifnya secara sungguh-sungguh agar kelak ketika mereka bekerja pengalaman ini akan terus melekat dan membanggakan,” tuturnya. Tugas Akhir Karya memang menjadi salah satu alternatif pilihan mahasiswa Komunikasi UMM selain Skripsi. Pembuatan Film Dokumenter menjadi pilihan bagi mahasiswa yang terutama memilih peminatan Komunikasi Audio Visual. Meski demikian, peminat Jurnalistik maupun Public Relations juga bisa mengambil Tugas Akhir Karya ini. Pada dasarnya mahasiswa bisa memilih cara lulus sesuai dengan passionnya. Selain Film Dokumenter, mahasiswa juga bisa membuat karya lain baik yang bersifat project kreatif maupun berbasis client. Seperti manajemen media online, special event, creative business plan, termasuk juga artikel ilmiah yang tembus jurnal terakreditasi. (*/wil)