Lukman, Mahasiswa UMM yang Sukses Sabet Juara Badminton Jatim

Nama Universitas Muhammadiyah Malang kembali harum. Kali ini Lukman Inggrit Arinusa, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet juara 2 ganda putra dalam ajang lomba Badminton tingkat Jawa Timur. Adapun Kejuaraan Bulutangkis tersebut diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dilaksanakan secara luring di GOR Badminton Sumekar Madura, Sumenep. Lukman, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia menjadi perwakilan daerah Kabupaten Sumenep pada perlombaan tersebut. Di lapangan, Ia ditemani dan dipasangkan dengan Krisna Yudhistira untuk berjuang memenangkan piala. Adapun kompetisi badminton itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun HUT Kabupaten Sumenep yang ke 752. Lebih lanjut Lukman bercerita bahwa ia telah menaruh minat pada badminton sejak Sekolah Dasar (SD). Ia tertarik semenjak sang ayah mengajarinya olahraga ini setiap minggu. Sejak saat itulah prestasi demi prestasi berhasil dimenangkan. Mulai tingkat daerah hingga level nasional.  Salah satu prestasi bergengsi yang ia capai yakni perolehan juara 1 pada ajang Vios Open 2017. Saat itu ia masih menimba ilmu di SMA Ragunan Jakarta Selatan. “Saya tertarik badminton sejak SD dan sudah seringkali gonta ganti ikut klub. Bangku SMA adalah masa di mana saya mendapatkan banyak sekali piala. Apalagi SMA saya memang fokus pada olahraga. Yonex open juga menjadi kompetisi yang sempat saya taklukkan,” ucapnya. Menurut pengakuan Lukman, tidak ada waktu khusus untuk berlatih. Hal itu karenan memang ia berlatih setiap minggu, baik ada lomba maupun tidak. Ia juga selalu optimis dapat memenangkan kejuaraan tersebut, bahkan sebelum turun dan bertanding. Ia berpegang teguh dengan ucapan bahwa tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Terakhir, mahasiswa asli Sumenep ini berharap raihannya ini bisa memacunya untuk segera menyelesaikan kuliah. Ia juga berharap kampus bisa terus meningkatkan fasilitas dan dukungan bagi mahasiswa yang memiliki potensi. “Semoga kemenangan ini dapat menular ke mahasiswa-mahasiswa UMM lain dan mampi membanggakan nama UMM,” pungkasnya. (haq/wil)

Ajak Berkarya, UMM Beri Kelas Influencer dan Menulis Siswa SMA

Berangkat dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa), Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dorong kreativitas siswa SMAN 1 Porong, Sidoarjo lewat kelas menulis dan kelas influencer. Ada sekitar 300 siswa dan siswi kelas 12 yang turut meramaikan dua kelas yang dilangsungkan pada Jumat (4/3) lalu ini secara luring. Influencer Tiktok yang menjadi salah satu pemateri, Nixon Farrel Mahatma mengatakan bahwa antusiasme peserta yang hadir cukup tinggi. Sebagian besar mengikuti dan memperhatikan seluruh materi terkait bagaimana menyusun dan membuat konten di media sosial, khususnya TikTok. “Teman-teman terlihat senang dan tertarik saat saya menyampaikan langkah-langkah membuat konten yang bagus. Selain itu juga bagaimana cara menyusun video yang dapat disukai oleh banyak penonton,” tambahnya. Dalam kesempatan itu pula, Nixon, panggilan akrabnya membocorkan kiat agar konten dapat masuk ke For Your Page (FYP) TikTok. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memahami audience. Ketika sudah paham dan tahu apa yang penonton sukai, maka penyusunan konten juga akan lebih mudah. Pun dengan usaha untuk dapat mengikuti tren yang ada. Sehingga konten yang disiapkan tidak ketinggalan zaman. “Hal yang tak kalah penting yaitu memahami cara kerja algoritma masing-masing media sosial. Kapan harus upload, kapan harus membuat konten ini, kapan harus menyusun konten itu. Semua tergantung bagaimana algoritma berjalan,” imbuhnya. Di sisi lain, Hassanalwildan Ahmad Zain, pemateri di kelas menulis memaparkan bagaimana cara membuat tulisan yang menarik. Khususnya karya-karya kreatif seperti cerita pendek maupun novel. Menurutnya, dalam penyampaian cerita, penulis lebih baik tidak langsung memberi tahu. Namun penulis lebih baik dapat menggambarkan suasana, perasaan atau kondisi sekitar. “Dengan begitu, cerita yang ditulis juga dapat memengaruhi emosi pembaca dan terkesan lebih menarik. Cerita juga lebih bagus kalau dimulai dari tengah, memberi kesan penasaran sehingga para pembaca bisa lebih betah,” ungkapnya. Wildan, panggilan akrabnya juga mendorong siswa untuk berani dan segera mulai menulis. Sekalipun tulisan pertama yng dibuat masih jelek dan acak-acakan. Karena menurutnya, berawal dari tulisan yang berantakan itulah lahir sederet para penulis handal yang kini telah terkenal. Sementara itu, salah satu siswa Febrian Bagus menilai bahwa kegiatan kelas kreatif ini sungguh menarik. Banyak pengalaman baru yang bisa diperoleh. Terutama bagi teman-teman yang menyukai perkembangan media sosial dan menulis kreatif. “Di akhir agenda, kami juga mendapat kesempatan untuk mengenal diri kami masing-masing melalui tes minat bakat. Dari situ, kami dapat menemukan kelebihan dan potensi yang bisa dikembangkan di kemudian hari,” tuturnya mengakhiri. (wil)