Prodi Ilmu Komunikasi UMM Buka CoE Creative Digital Communication

Kemajuan teknologi di bidang digital mendorong terciptanya berbagai lapangan pekerjaan baru. Melihat peluang tersebut, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dirikan program unggulan Center Of Excellence (CoE) Creative Digital Communications. Program ini diharapkan dapat berguna untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri. Kepala Prodi Ikom, Nasrullah, S.Sos, M.Si., mengatakan bahwa program ini memang didirkan berdasarkan arah perkembangan dunia komunikasi di masa depan. Menurutnya komunikasi akan berkembang pada bidang komunikasi digital dan industri kreatif. Oleh karenanya, pada program CoE ini diselenggarakan empat kelas unggulan yang berfokus pada dua bidang tersebut. “Kelas pertama yang akan kita buka pada program ini adalah digital branding, public relations (PR), dan marketing. Di kelas kedua ada konten development dan digital videografi. Pada kelas ketiga kami membuka Digital jurnalis. Kemudian yang terakhir ada kelas copywriting dan media analis. Masing-masing kelas akan memiliki rentang waktu yang berbeda tergantung kurikulum yang diambil mulai dari dua minggu, satu bulan, hingga satu semester,” jelas Nasrullah. Lebih lanjut, Nasrullah, menjelaskan bahwa nantinya dalam program CoE ini, Ikom UMM akan bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) dan asosiasi pemerintahan kepulauan dan pesisir Indonesia (Aspeksindo). Ikom UMM juga telah memulai penjajakan mitra ke beberapa perusahan seperti NET dan Aplikasi Kawan Sehat Indonesia. “Alhamdulillah banyak perusahaan yang tertarik pada program kelas unggulan yang kami kembangkan ini. Beberapa perusahaan juga telah meminta dibuatkan kelas tersendiri untuk rekrutmen tenaga profesional di perusahaan mereka,” ujar dosen Ikom UMM tersebut. Terkait peserta, Nasrullah menuturkan bahwa program ini menerima semua orang yang yang memiliki minat di empat kelas yang telah disediakan. Namun empat kelas tersebut akan dibagi kembali sesuai tingkat pendidikan para peserta. Tingkatan tersebut terdiri dari lulusan SMA atau SMK sederajat, mahasiswa UMM maupun luar UMM, dan juga tingkat pekerja. “Semua kegiatan akan kami pusatkan di Labolatorium Ikom UMM, namun tidak menutup kemungkinan kami bisa mengirimkan instruktur ke beberapa daerah. Para peserta juga bisa mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ataupun perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami. Khusus untuk mahasiswa UMM, selain mendapat sertifikat, nilai yang diperoleh lewat program CoE ini juga bisa di konversikan ke beberapa mata kuliah ataupun Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),” terang Nasrullah. Selain mengenalkan mahasiswa pada dunia industri, program ini merupakan cara yang bagus bagi mahasiswa untuk melakukan praktek langsung bersama mitra yang telah terpercaya. Begitupun dengan memberikan kepastian kepada publik terkait jenjang karir setelah lulus dari Ikom UMM. “Kedepannya, saya yakin ilmu Komunikasi akan memiliki masa dengan yang cerah. Oleh karenanya, kami sebagai institusi pendidikan harus memberikan jalan yang terbaik bagi mahasiswa untuk dapat belajar, salah satunya melalui program CoE ini,” tandasnya. (syi/wil)

Alafest UMM Dorong Generasi Muda Cintai Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa internasional dan menjadi ibu dari bahasa lainnya. Apalagi bahasa ini merupakan bahasa yang digunakan dalam Alquran. Hal tersebut melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menggelar Arabic Language Festival (Alafest). Adapun Alafest 2022 yang mengangkat tema “Dengan Bahasa Arab Kita Warnai Peradaban Digital” ini dilangsungkan secara daring pada awal Maret lalu. Muhan Fatih Al-Hikmi selaku ketua pelaksana Alafest ke-lima ini mejelaskan bahwa festival ini memiliki tujuan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menyongsong pendidikan bahasa Arab kedepannya. Begitupun dengan upaya menggali potensi dan mengasah keterampilan bahasa Arab di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sekaligus memberikan sarana pembelajaran bahasa Arab. “Alafest ini saya rasa dapat menjadi wadah menambah wawasan keilmuan bagi pelajar, khususnya terkait bahasa Arab sekaligus memperkenalkan Prodi PBA kepada masyarakat,” ucapnya. Muhan sapaan akrabnya menuturkan bahwa Alafest ini telah ada sejak tahun 2016 dan gelaran kali ini merupakan agenda ke-lima. Menurutnya, selain bahasa Inggris, bahasa Arab juga sepatutnya dapat dikuasai oleh anak muda, terutama pemuda Indonesia. Hal inilah yang menjadi pelecut kawan-kawan HMPS PBA UMM dalam penggalian potensi pelajar dalam bahasa Arab. Kemudian diharapkan mereka menyiarkan bahasa Arab di seluruh penjuru peradaban. Adapun dalam kompetisi Alafest nasional tahun ini ada beberapa cabang yang dilombakan. Mulai dari olimpiade bahasa Arab, qiroatul Kutub, pidato bahasa Arab, puisi bahasa Arab dan membaca berita dalam Bahasa Arab. Ada lebih dari 200 peserta dari penjuru Indonesia yang ikut memeriahkan dan bersaing memenangkan lomba. “Meski tergolong lancar, namun kami juga menghadapi beberapa kendala saat pelaksanaan event. Mulai dari kurangnya komunikasi antar panitia hingga kurangnya pemahaman official peserta mengenai jadwal lomba,” tegasnya. Mahasiswa asli Merjosari, Kota Malang ini berharap Alafest dapat terus ebrlangsung tiap tahun dengan memberikan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan di gelaran tahun sebelumnya. “Kami tentu ingin ada tanggapan positif yang muncul dari masyarakat. semakin banyak anak muda yang mencintai bahasa Arab dan terus mempelajarinya lebih dalamm,” pungkasnya. (haq/wil)