Ana, Mawapres UMM yang Jadi Wisudawan Terbaik

Raih puluhan prestasi selama masa perkuliahan, Ana Fauzia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik. Keaktifannya untuk ikut serta dalam berbagai kejuaraan tidak membuatnya hilang fokus untuk melakukan kewajibannya berkuliah. Bahkan ia juga sempat diganjar menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Kampus Putih. Adapun gelaran wisuda UMM yang ke-103 tersebut berlangsung secara luring di Dome UMM dan daring melalui live Youtube pada Selasa (28/3). Ana, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia telah sering mengikuti perlombaan sejak Sekolah Dasar (SD). Kebiasaannya tersebut terus ia lakukan sampai menginjak bangku perkuliahan. Alih-alih membiasakan diri sebagai Mahasiswa Baru (Maba), Ana langsung mengikuti perlombaan tingkat nasional dua bulan setelah diterima menjadi mahasiswa Kampus Putih. “Mungkin karena sudah terbiasa dengan berbagai kompetisi, makanya saya langsung mencari perlombaan apa yang bisa saya ikuti meskipun masih berstatus maba. Prestasi pertama yang saya dapatkan di perkuliahan adalah juara tiga lomba debat nasional yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin tahun 2018. Sejak memenangkan kejuaraan tersebut, saya terus mengikuti lomba-lomba lainnya, utamanya di bidang kepenulisan dan public speaking,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara tersebut. Selama mengikuti berbagai perlombaan, Ana mengaku ada satu lomba yang menurutnya sangat sulit. Baik itu dari aspek persiapan hingga saat kompetisi berlangsung. Lomba tersebut ialah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. “Lomba-lomba yang biasa saya ikuti ada di bidang yang saya sukai. Jadi saya tidak merasa berat ketika menjalani proses perkuliahan dan persiapan lomba. Namun untuk Pilmapres tantangannya sangat besar. Tidak hanya bersaing dengan mahasiswa berprestasi di universitas swasta, saya juga harus berkompetisi dengan mahasiswa berprestasi di universitas negeri. Alhamdulillah saya dapat meraih peringkat ke-7 dalam perlombaan tersebut,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum itu. Ada satu hal yang terus memacu Ana untuk memenangkan perlombaan dan meraih juara. Ia berkata bahwa beberapa orang sering meremehkan mahasiswa yang berasal dari universitas swasta. Menurut mereka, mahasiswa swasta tidak lebih baik daripada mahasiswa yang berasal dari kampus negeri. “Saya berusaha sekuat tenaga untuk mematahkan anggapan tersebut. Dari mana pun seseorang berasal, ia punya hak untuk sukses dan meraih prestasi,” kata Ana. Terkait cara menyeimbangkan sisi akademik dan non-akademik, Ana mengatakan tidak terlalu kewalahan mengatur waktu. Proses perkuliahan yang berlangsung secara online membuatnya fleksibel dalam mengatur persiapan lomba maupun tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. “Dari pihak kampus juga sangat mendukung dan menghargai mahasiswa yang akan berlomba. Beberapa dukungan yang di lakukan kampus yaitu, keringanan dispensasi kuliah, memberi uang  transport saat akan berlomba, sampai ke pemberian hadiah jika berhasil memenangkan lomba. Apresiasi yang dilakukan oleh kampus membuat saya lebih bersemangat untuk bersaing,” ujar Ana. Meskipun tidak ada kendala dalam mengatur waktu, namun hari-hari buruk juga pernah menghampiri Ana di masa perkuliahannya. Untuk mengatasi hal tersebut Ana selalu melakukan evaluasi kerja. Evaluasi ini berguna agar Ana maupun tim tidak mengalami masalah yang sama di kemudian hari. “Ada satu peribahasa yang saya suka yaitu, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya. Hal itu juga bermakna bahwa untuk menjadi orang yang besar maka semakin banyak pula cobaan yang akan ia hadapi. Jadi saya menganggap kendala apa pun yang sedang menimpa saya adalah proses untuk menjadi orang yang lebih baik lagi,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)

KESI UMM Sediakan 30 Course Gratis bagi Siswa Indonesia

Dalam rangka membekali para siswa dengan kemampuan ekstra, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sediakan program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI). Program khusus yang diberikan secara gratis ini diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas XII se-Indonesia yang ingin menambah skill baru. Adapun pendaftaran masih dibuka hingga pelaksanaan pada bulan April mendatang. Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin menuturkan bahwa program ini menjadi sebuah upaya Kampus Putih untuk membekali para pemuda dengan skill yang sesuai dengan passion dan minat, khususnya kalangan pelajar. Menurutnya, tidak banyak sekolah yang memberikan pendidikan ekstra semacam ini, maka UMM hadir untuk menyediakannya. “Kegiatan ini juga menjadi komitmen Kampus Putih dalam menerapkan merdeka belajar, tidak hanya di jenjang perkulihan tapi juga sekolah. Menyediakan beragam course yang sesuai dengan minat bakat peserta. Apalagi di era seperti sekarang ini, institusi pendidikan dituntut menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan dunia yang serba digital,” ungkapnya. Ada lebih dari 30 course yang bisa dipilih oleh pelajar sesuai dengan apa yang mereka sukai. Mulai dari coding arduino dan robotika, pelatihan pasar modal, botanipreneurship, konten kreatorpendidikan dan dakwah. Adapula digital public speaking, Membatik Shibori, 3D modelling dan course menarik lainnya. Para peserta juga mendapat banyak keuntungan jika mendaftar KESI yakni mendapatkan sertifikat kompetensi, bantuan kuota internet senilai 100 ribu rupiah per siswa yang ditransfer langsung ke rekening bank siswa, potongan biaya pendaftaran 100 ribu rupiah jika mendaftar sebagai mahasiswa baru UMM, dan kemudahan-kemudahan lain. “Selain memberikan materi ekstra, program ini juga menjadi sarana mengenalkan sistem pendidikan tinggi kepada siswa kelas III SMA. Adapun aktivitas ini nantinya diadakan secara luring di Kampus UMM serta daring melalui Learning Management System (LMS) UMM,” tambah Dosen Ilmu Komunikasi tersebut. KESI yang merupakan program unggulan UMM telah menyediakan materi khusus yangmencakup hard skill dan soft skill bagi siswa. Akan ada instruktur dari dunia usaha-dunia industri (DUDI) yang akan didapuk untuk mengisi course. Dengan begitu, para siswa juga dapat mengetahui dan mengenal bagaimana kegiatan dunia industri. Lebih lanjut, program tersebut akan dilangsungkan dengan metode tutorial, praktek dan pemberian proyek kepada para siswa peserta. Ada total empat pertemuan yang terdiri dari dua pertemuan tutorial, satu kali penugasan atau proyek dan satu pertemuan evaluasi. Aktivitas terobosan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Tidak hanya mengenai dunia kampus saja, tapi juga bagaimana dunia kerja berlangsung. Program ini juga menjadi salah satu usaha UMM dalam merespons tren kebutuhan generasi di masa kini. Utamanya dalam memberikan wawasan lapang mendasar di berbagai bidang. “Pendaftaran program ini tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Silakan para siswa memanfaatkan kesempatan terbatas ini untuk menambah kompetensi ekstra. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran online bisa diakses melalui alamat kesi.umm.ac.id,” pungkasnya menerangkan. (wil)