Mahasiswa UMM Ini Sukses Raih Emas di Pomprov 2022

Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur telah berlangsung. Usaha dan kreativitas telah dikerahkan para peserta demi meraih prestasi tertinggi. Hal serupa juga dilakukan oleh Zeriflita Aura Rinjani, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih emas pertama bagi UMM di Pomprov Jatim 2022 di cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing, kategori Lead Putri. Adapun kejuaraan cabor ini berlangsung pada Kamis (24/3) lalu. Orin, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia tidak menyangka bisa meraih emas. Terlebih ia menjadi atlet pertama Kampus Putih yang sukses membukukan emas. Dalam persiapannya, latihan ekstra secara rutin terus ia lakukan. Baik itu latihan di papan wall maupun penguatan fisik. Usai latihan, ia juga tidak lupa untuk melakukan relaksasi guna merilekskan otot dan emosi. “Mengingat latihan dilakukan 4-5 kali dalam seminggu, metode relaksasi yang biasa saya gunakan antara lain berenang dan PNF (Propioceptive Neuromuscular Facilitation). Kadang saya juga melakukan kontraksi-relaksasi sebagai salah satu bentuk latihan kelentukan dengan peregangan,” jelasnya. Orin kembali bercerita bahwa ia sudah dikenalkan olahraga panjat tebing sejak Sekolah Dasar (SD). Tidak heran, karena kedua orang tuanya merupakan atlet panjat tebing. Bahkan ayahnya adalah alumni UMM yang juga menekuni panjat tebing sejak muda. Meski begitu, ia mulai serius beraltih panjat tebing sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu ia melihat ada kerabat satu keluarga yang sukses mendapatkan beragam juara panjat tebing. “Sejak saat itulah saya mati-matian berlatih untuk meraih juara. Apalagi ada ayah dan ibu yang juga mantan atlet panjat tebing. Alhamdulillah berbuah manis dengan sederet piala yang saya dapat. Sebelum Pomprov ini, saya juga sempat meraih juara nasional di Riau sebagai perwakilan dari UMM,” tuturnya. Mahassiwa asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini kembali menjelaskan bahwa ada kendala yang sempat dialami selama persiapan dan perlombaan. Salah satunya yakni cedera bahu ringan yang sempat ia derita. Tetapi ia bersyukur cederanya bisa cepat pulih dan fit kembali. “Cuaca juga mungkin jadi kendala, ya. Seringnya turun hujan dan lokasi papan UMM yang di luar membuat saya cukup kesulitan untuk berlatih. Namun alhamdulillah bisa berlatih di tempat lain dengan dukungan penuh kampus,” ujarnya Mahasiswi kelahiran Riau ini berharap dengan adanya prestasi medali emas Pomprov ini bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi orang tua. Ia juga sudah mulai menata jadwalnya sehingga latihan dan urusan perkuliahan bisa seimbang. “Tentu saya tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ada target-target yang sudah saya tentukan dan semoga bisa kesampaian,” pungkasnya. (haq/wil)
UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Penutupan Pomprov 2022

Keseruan persaingan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 resmi ditutup pada Rabu (30/3) lalu. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditunjuk menjadi tuan rumah penutupan ajang tersebut sukses menutup dengan apik. Beragam pertunjukan dan kebolehan ditampilkan dalam rangka memeriahkan agenda tersebut. Adapun Pomprov 2022 ini diikuti lebih dari 100 kampus yang berada di wilayah Jawa Timur. Tiap kampus mengirim atlet-atletnya untuk bersaing dan mendapatkan medali. Total, ada lebih dari 3.000 mahasiswa yang turut serta dan terjun dalam 14 cabang olahraga (cabor) di ajang Pomprov tahun ini. Menutup Pomprov 2022, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Pulung Chausar, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan keolahragaan Jawa Timur sempat terhenti karena adanya pandemi. Maka ia sangat mengapresiasi ajang Pomprov 2022 ini. Menurutnya kompetisi ini menjadi salah satu upaya untuk menggelorakan aktivitas keolahragaan di kalangan pemuda dan mahasiswa. “Kami tentu sangat berterimakasih kepada Bapomi dan universitas yang sudah memeriahkan ajang terbaik dalam membina atlet untuk meraih prestasi di masa depan,” tambahnya. Pulung, sapaan akrabnya juga memberi selamat kepada para atlet serta perguruan tinggi yang berhasil meraih medali dan juara. Ia berpesan untuk tidak cepat puas dan terus meningkatkan aspek yang kurang dan prestasi yang sudah diraih. Begitupun dengan perguruan tinggi yang belum merasakan kemenangan untuk terus memperbaiki pembinaan agar menghasilkan atlet yang bagus. “Meski begitu, adik-adik mahasiswa jangan sampai lupa akan tugas utama yang harus diemban yakni belajar dan menyelesaikan studinya. Semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan dan raihan Pomprov ini dapat berlanjut di event Pekan Olahraga Mahassiwa Nasional (Pomnas) nanti,” pungkasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST. MT. mengapresiasi kerja keras panitia dari tujuh perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk terus berusaha menorehkan prestasi. Meksi jalan terjal harus dilalui, namun harapan untuk juara akan selalu ada bagi para mahasiswa yang bekerja keras. “Ini tentu menjadi tugas kita untuk mengantarkan mahasiswa ke jalan yang cerah. Meraih prestasi demi prestasu dan dapat diakuai serta dihargai oleh negara,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Dr. Muarifin, M.Pd. bersyukur karena sebagian besar perguruan tinggi yang ada di Jatim turut serta dalam event ini. Muarifin menilai ada dua tujuan yang ingin dicapai dengan menyelenggarakan acara seperti ini. Pertama, yakni sebagai wadah bagi mahasiswa untuk bergerak dan mengasah potensi. Apalagi aktivitas olahraga sempat terhenti cukup lama berkat pandemi. “Kedua, yakni sebagai tempat untuk mempersiapkan diri menyongsong Pomnas 2022 yang akan dilangsungkan di Sumatera Barat nanti. Semoga kita mampu meraih hasil maksimal di ajang olahraga mahasiswa tersebut,” harapnya. Rencananya, agenda Pomprov akan dilaksanakan secara rutin dalam rentang waktu dua tahun sekali. Saat ini, ada tiga kandidat utama yang akan ditunjuk menjadi tuan rumah pada gelaran Pomprov selanjutnya. Ketiganya adalah Kediri, Surabaya dan Jember. Pada penutupan tersebut, diumumkan pula lima besar perguruan tinggi yang berhasil menduduki ranking teratas. Dimulai dari urutan kelima, secara berurutan UPN Veteran Jatim, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Malang. (wil)
Dubes Turki Soroti Tantangan Dunia di Wisuda UMM

Dari tahun ke tahun dunia menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari isu kekerasan, lingkungan, sampai ke masalah kesehatan. Untuk menghadapi tantangan – tantangan tersebut perlu adanya kolaborasi antar negara. Begitulah sambutan pembuka acara wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang disampaikan oleh H.E. Mrs Askin Asan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia. Gelaran tersebut diadakan secara luring di Dome UMM pada Selasa (29/3) lalu. Asan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh dunia. Pertama adalah isu kesehatan, khususnya pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia beberapa tahun terakhir. Pandemi ini telah menjangkit 175 juta orang di seluruh dunia dan mengakibatkan kematian sebanyak 3,5 juta orang. Untuk menangani masalah, tersebut perlu adanya distribusi vaksin yang cepat di masyarakat. “Oleh karenanya, akan sangat baik jika negara-negara melakukan kolaborasi dalam pengembangan vaksin untuk mengatasi pandemi. Tantangan yang kedua adalah isu kekerasan dan perang yang kerap terjadi beberapa tahun terakhir. Selama tahun 2021, telah tercatat delapan perang yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Jumlah orang yang dievakuasi juga meningkat selama empat tahun terakhir. Total ada 82,4 juta orang yang mengungsi hingga akhir tahun 2020,” ungkap Asan. Asan melanjutkan, tantangan lain yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim yang ekstrem. Untuk mengatasi masalah iklim tersebut, beberapa negara telah beralih ke teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan. Turki dan Indonesia sama-sama sedang melakukan pengembangan mobil listrik. Dengan sumber energi yang melimpah di Indonesia dan teknologi yang dimiliki Turki, maka pengembangan energi terbarukan akan melalui proses yang semakin cepat. “Dalam menghadapi tantangan ke depan, tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu perlu adanya kolaborasi antar negara. Kolaborasi ini tak hanya membuat sebuah negara menjadi mandiri dan kuat, tetapi juga dapat membatu negara lain yang sedang dalam kesusahan. Dan para wisudawan diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan kolaborasi dan menghadapi tantangan dunia,” Ujar Asan mengakhiri. Senada dengan Asan, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan bahwa selain diajarkan masalah akademik, para wisudawan juga telah diberi kompetensi leadership. Kompetensi ini berguna untuk membentuk sebuah kemampuan problem solving. Untuk itu dalam menghadapi tantangan dunia para wisudawan harus memiliki jiwa percaya diri, tangguh, memiliki integritas yang kuat, serta berbakti pada kedua orang tua. “Kehadiran saudara-saudara di tengah masyarakat berguna untuk mengatasi masalah. Bukan malah sebaliknya, memberikan masalah bagi masyarakat. Oleh karenanya, jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Jadilah percikan mutiara yang mampu mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)