UTBK FK-Farmasi UMM Diikuti Calon Mahasiswa dengan Antusias

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan gelombang pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) dan Farmasi. Seleksi mahasiswa baru yang diadakan di kampus tiga tersebut diikuti para calon mahasiswa baru Kampus Putih dengan antusias. Adapun pelaksanaannya dimulai sejak 31 Maret hingga 2 April mendatang. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Nurudin menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti proses seleksi tersebut berasal dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sebanyak 20 ruangan disiapkan untuk pelaksanaan ujian tersebut. Kampus Putih juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Untuk menjaga protokol kesehatan, kami membatasi jumlah peserta di masing-masing ruangan. Kami juga melakukan pengecekan suhu berulang mulai dari pintu utama sampai ketika masuk ke ruangan UTBK. Selain pengecekan suhu, kami juga memberikan handsanitizer dan masker kepada para calon mahasiswa,” ungkap dosen jurusan Ilmu Komunikasi tersebut. Lebih lanjut, Nurudin mengatakan bahwa proses pembatasan ketat tidak hanya berlaku di bidang kesehatan tetapi juga keamanan ujian. Ada beberapa hal yang dilakukan Kampus Putih dalam mengantisipasi adanya joki maupun kecurangan-kecurangan lainnya. Pertama, dalam ujian kali ini pihak panitia melakukan pemeriksaan menyeluruh menggunakan metal detector. “Pemeriksaan ini berguna untuk menjaring alat-alat elekronik berukuran mini yang mungkin dibawa peserta. Selain itu, pemberian soal ujian kepada peserta akan dilakukan secara acak. Hal ini dilakukan agar para peserta tidak dapat melakukan kerja sama satu sama lain. Terakhir, kami juga meminta bantuan kepada pihak berwajib yang dalam hal ini adalah polisi untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” kata Nurudin. Terakhir, Nurudin berharap proses penyaringan mahasiswa baru ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu dapat melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang mumpuni di bidang kedokteran dan farmasi. “Kami tentu ingin mahasiswa-mahasiswa baru yang terpilih nantinya merupakan bibit-bibit unggul yang sudah tersaring dengan ketat. Kami juga berahrap mereka mampu menjalani proses perkuliahan dengan baik dan dapat mengaplikasikan program UMM PASTI di masa depan,” ujar Nurudin mengakhiri. Di lain sisi, salah satu peserta, Zara Nisa mengatakan bahwa ujian yang baru saja ia ikuti terus menerapkan protokol kesehatan. Pengecekan suhu, pemberian handsanitizer, serta pemeriksaan menggunakan metal detector dilakukan secara berulang. “Tes UTBK di UMM berjalan dengan sangat ketat. Jujur saya merasa tegang dengan hasil yang akan keluar nanti. Saya merasa soal yang diberikan tadi lumayan sulit. Meskipun begitu saya berharap dapat memperoleh hasil yang maksimal serta menjadi salah satu bagian keluarga besar UMM,” tandasnya. (syi/wil)

Vokasi UMM-Pemkab Malang Buka Peluang Kerja Lulusan SMK ke Jepang

Universitas Muhammadiyah malang (UMM) senantiasa berupaya melebarkan dan menebarkan manfaatnya. Terbaru, Kampus Putih bersama Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk mendukung para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mendapatkan peluang kerja, baik dalam negeri maupun mancanegara. Utamanya kesempatan kerja yang terbuka di Jepang. Hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (14/3) itu Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH. M.Si. M.Hum. Begitupula dengan Direktur Pendidikan Vokasi UMM Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Ani Saulina. Tulus menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya untuk lulusan SMK. Apalagi Vokasi UMM juga telah memiliki kerja sama luar negeri dengan sederet negara. Dengan begitu, pihaknya bisa memfasilitasi lulusan-lulusan yang berpotensi untuk mendapatkan tempat terbaik. Lebih lanjut, Tulus juga menyebutkan beberapa bidang kerja dan karir yang bisa memungkinkan untuk diberangkatkan. Di antaranya produksi makanan dan minuman, kaigo, pertanian, building cleaning, serta perikanan dan budidaya. “Kami tentu berharap pertemuan ini bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa. Mampu mendorong para lulusan SMK untuk bermimpi tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya. Dalam program tersebut, para lulusan SMK yang akan berkarir di Jepang diharuskan untuk memenuhi persyaratan umum. Mereka juga akan diberi training selama satu tahun di asrama Vokasi UMM yang mencakup pendidikan Bahasa Jepang dan kompetensi kerja. Saat ini, ada puluhan peserta yang sudah bergabung dalam program tersebut. Beberapa siswa SMK dari Malang maupun luar Malang juga sudah bergabung seperti SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Akper Krida Husada Kudus, SMA PGRI 2 Jombang, dan lainnya. Sementara itu, Wakil Bupati Didik berharap para SMK yang kini duduk di bangku kelas XII dapat dipersiapkan dalam rangka menghadapi lapangan kerja. Pun dengan peluang pemberangkatan untuk berkarir di Negeri Sakura. Kerjasama ini juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah pekerja dan menekan angka pengangguran. “Ini menjadi program yang luar biasa karena kita yakin adik-adik SMK sudah siap dengan beragam skill dan kebutuhan yang ada di industri. Kemudian dihubungkan dan difasilitasi dengan baik oleh UMM untuk bisa bekerja dan berkarir di luar negeri. Apalagi Kampus Putih ini sudah memiliki kredibilitas yang tidak perlu diragukan karena beragam kerjasama internasional sudah dilakukan dengan pihak-pihak yang strategis,” tuturnya. Didik menambahkan bahwa Pemkab Malang memiliki peran penting memberikan arahan kepada para siswa SMK untuk memanfaatkan semua peluang. Dengan demikian angka pengangguran bisa turut serta berkurang. Pertemuan antara Pemkab dan UMM ini diyakini dapat memberikan manfaat dan hasil yang baik. ”Percepatan program ini tentu akan kita dorong dan fasilitasi. Sebelumnya, Vokasi UMM juga sudah lama menjalankan program ini dengan mengirimkankan alumni-alumni perguruan tinggi. Khusus untuk tingkat SMK, secara formal hari ini kita mulai dengan mempertemukan Cabang Dinas Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur dengan pihak UMM. Nanti juga akan ada keterlibatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang untuk membantu melakukan pengawasan akan keberlangsungannya,” tuturnya. (*/wil)