Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Peringkat Pertama Kinerja Publikasi SINTA

Kabar gembira dan membanggakan datang dari program studi (prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang. Mengawali bulan suci, prodi IP berhasil meraih peringkat pertama terkait kinerja publikasi untuk kategori strata satu bidang ilmu pemerintahan tahun 2022. Hasil itu didapat berdasarkan pemeirngkatan Science and Technology Index (SINTA) yang memberikan nilai tertinggi yakni Score Overall: 3.542 dan SINTA Score 3Yr: 2.441. Angka tersebut mengungguli semua prodi IP yang ada di Indonesia. Adapun SINTA merupakan laman atau portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek. Laman ini merekam jumlah publikasi masing-masing institusi. Sedangkan Score Sinta prodi merupakan hasil dari akumulasi publikasi dan sitasi dosen dan mahasiswa yg terdata pada Scopus, Garuda, Google Scholar, dan WoS. Ketua Prodi IP Muhammad Kamil S.IP., M.A. merasa bersyukur atas raihan tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras, kerja ikhlas serta kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Ia juga menilai bahwa hasil ini merupakan buah dari dorongan dan motivasi prodi IP UMM agar para sivitas akademika memiliki artikel ilmiah yang terpublikasi dan dapat dibaca oleh publik. “Hal serupa juga ditularkan para dosen kepada para mahasiswa melalui artikel luaran mata kuliah yang diarahkan untuk publikasi ilmiah. Utamanya jurnal dan prosiding nasional maupun Internasional. Adanya kolaborasi dosen dan mahasiswa ini membuat karya artikel ilmiah menjadi lebih terarah dan memiliki kualitas yang baik karena ada pendampingan dari dosen yang disesuaikan dengan core Ilmu Pemerintahan,” tambah Kamil. Dalam meningkatkan minat dan motivasi menulis karya ilmiah, pihaknya juga memberikan reward berupa konversi ke mata kuliah serta skripsi. Terhitung, ada lebih dari 40 artikel jurnal mahasiswa yang sudah dikonversi menjadi skripsi. Jurnal-jurnal terkait tersebar di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dan 3, prosiding terindeks scopus, jurnal internasional dan jurnal internasional bereputasi. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si mengapresiasi prestasi yang telah dicapai. Ia mendorong prodi-prodi lain untuk mengikuti jejak baik Prodi IP UMM, utamanya dalam hal kinerja publikasi ilmiah. “Selamat atas raihan membanggakan yang sudah dicapai. Jangan mudah puas dan terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan, publikasi ilmiah dan memberikan inovasi-inovasi bermanfaat lainnya,” tegas Muslimin. (Wil)
Baitul Arqam Teguhkan Nilai Dan Pedoman Hidup Sivitas Akademika UMM

Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi masyarakat semata, melainkan sebagai nilai dan pandangan hidup. Hal tersebut disampaikan Drs. H. Wakidi, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara Baitul Arqam Karyawan dan Dosen. Adapun agenda tersebut dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan ketat, bertempat di Theater Dome UMM, Selasa (12/3) lalu. Wakidi yang didapuk menjadi pemateri menjelaskan bahwa Muhammadiyah haruslah dianggap sebagai nilai dan pandangan hidup. Hal itu tertuang dalam dua pokok pikiran yang bersifat ideologis dan strategis. Adapun secara ideologis menegaskan dasar ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadist, juga dasar yang bersifat pemikiran. Sedangkan pola pikir yang bersifat strategis memiliki bentuk khittah perjuangan yang bergerak secara dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. “Kedua pola pikir itu harus menjadi salah satu dasar warga Muhammadiyah dalam memperluas dakwah dan menebar manfaatnya. Tidak hanya hubungannya dengan Allah SWT, tapi juga hubungannya dengan masyarakat. Mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemunkaran serta mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” imbuhnya. Wakidi menilai bahwa Muhammadiyah tidak boleh dipandangan hanya sebagai organisasi masyarakat semata. Namun harus dipahami sebagai nilai dan pandangan hidup bagi warganya. Dengan begitu, tujuan dan arah hidup masyarakat menjadi lebih terarah. Pada kesempatan yang sama, Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., Ph.D. menuturkan bahwa hakikat Muhammadiyah terbagi menjadi tiga. Pertama, yaitu Muhammadiyah sebagai gerakan yang berfokus pada gerakan Islam, tajdid (pembaharuan), dakwah, dan sosial. Kemudian yang kedua yakni Muhammadiyah sebagai pemikiran yakni bagaimana organisasi yang didirikan oleh Ahmad Dahlan itu mampu menjadu muara ilmu. Baik itu ilmu keagamaan, sosial budaya, ekonomi dan lainnya. “Kemudian yang ketiga yakni Muhammadiyah sebagai organisasi, yaitu bagaimana Muhammadiyah tesusun dan terstruktur dengan rapi. Berkomitmen untuk menggapai tujuan dan cita-cita bersama serta menebar manfaat dan kebaikan kepada umat,” tutur Boy. Menurut Boy, panggilan akrabnya, secara gerakan Islam Muhammadiyah harus terus bergerak maju. Menyediakan pengajian-pengajian bisa diterima oleh masyarakat umum. Begitupun dengan gerakan tajdid yang harus memperbaharui model dakwah yang selama ini masih terkesan formal dan cenderung kaku. (Haq/Wil)