Baitul Arqam UMM Kaji Tuntunan Hidup yang Baik

Dalam hidup manusia diharuskan untuk belajar dan mendalami ilmu agama. Bukan tanpa sebab, dua hal tersebut akan menuntun manusia ke jalan hidup yang baik dan benar. Begitulah kata Dr. Abdul Haris, M.A. dalam kajian Baitul Arqom dengan tema bimbingan praktis kehidupan beragama. Adapun acara tersebut berlangsung di Teater Dome UMM pada Sabtu (14/4) lalu. Lebih lanjut, Haris sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia, Allah SWT telah memberikan perangkat hidup yang lengkap. Perangkat tersebut berupa anggota tubuh yang tiada duanya. Selain itu, untuk membantu kehidupan manusia di dunia Allah SWT juga menurunkan empat petunjuk berupa insting, indera, akal, dan agama. “Masing-masing petunjuk memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Pertama, insting digunakan agar manusia memahami apa yang ia inginkan. Misalnya lapar, kelelahan, dalam bahaya dan lain-lain. Sementara itu indra digunakan untuk membedakan sesuatu yang baik atau buruk bagi tubuh, misalnya makanan beracun. Berlanjut ke akal yang bisa digunakan untuk berpikir. Terakhir adapula agama yang akan menjadi rambu-rambu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkap Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam itu. Dalam perkembangannya, akal dan agama harus diasah. Oleh karena itu, Haris mengatakan bahwa manusia harus terus belajar dan mempelajari ilmu agama. Jika manusia tidak mengembangkan dua petunjuk tersebut, maka hidupnya akan menjadi sulit. “Manusia akan kesusahan dalam menjalani kehidupan karena kita tidak mempelajarinya dengan baik. Padahal Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk kehidupan di dalam Alquran,” kata Haris mengakhiri. Di sisi lain, dalam acara tersebut Dr. Mursidi, MM. menyampaikan materi mengenai Muhammadiyah sebagai gerakan dan organisasi Islam. Pendirian muhammadiyah sendiri di dasarkan pada Alquran surat Al-Imran ayat 104. Surat tersebut berbunyi ‘”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” “Melalui surat tersebut, kita sebagai masyarakat Muhammadiyah diharuskan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau berbuat baik itu hal yang mudah, kita tinggal beramal maupun menjalankan perintah Allah SWT. Hal yang sulit itu adalah mencegah kemungkaran. Selemah-lemahnya iman seseorang adalah mencegah kemungkaran di dalam hati,” tandasnya. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain
Buka bersama Lapas Perempuan Malang, UMM Donasi Pakaian Kewanitaan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menebar manfaat ke sesama. Kali ini, Kampus Putih menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II Malang. Berangkat dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang), tim UMM langsungkan kegiatan ngabuburit, tausiyah dan berbuka bersama lebih dari 500 warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta para staf pada Senin (18/4) lalu. Selain itu, Pihak UMM juga memberikan pemeriksaan kesehatan dan donasi berupa pakaian kewanitaan. Sebelumnya, UMM telah melakukan berbagai kegiatan bermanfaat di Lapas bersama para warga binaan. Mulai dari membagikan hewan kurban saat Idul Adha tahun lalu, pembuatan karya musik dan video klip, donasi buku hingga aktivitas berbuka bersama. Bahkan juga melangsungkan pelatihan menulis hingga menerbitkan buku karya para warga binaan. Semua agenda tersebut merupakan rangkaian panjang program UMM Berbagi. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. menerangkan bahwa agenda buka bersama itu bertujuan untuk menyebarkan kebermanfaatan kepada sesama. Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu UMM gaungkan yakni “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Dengan begitu, ia berharap kehidupan warga binaan dapat diliputi dengan keceriaan, kekuatan, dan kebahagiaan. Ia mengungkapkan bahwa Kampus Putih terus melibatkan diri dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di antaranya dengan berkontribusi pada aspek pendidikan, kesehatan, serta psikologi. “Harapannya kegiatan yang kami upayakan di bulan puasa ini mampu mendekatkan sivitas akademika UMM dengan sesama saudara serta kepada Yang Maha Kuasa,” imbuhnya. Sementara itu, Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. selaku kepala Lapas Perempuan Kelas II Malang berterima kasih kepada Kampus Putih yang sudah membagi kasih dan sayang kepada keluarga besar Lapas Perempuan. UMM dinilai telah berbagi banyak ilmu dan pengetahuan, salah satunya ilmu terkait kesehatan diri dan deteksi kanker payudara mandiri. Begitu pula dengan peningkatan keimanan melalui tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Joko Susilo, M.Si. selaku dosen UMM. Anna, panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa sinergi UMM dan Lapas sudah terjalin erat sejak lama. Tidak terbatas melalui acara formal seperti ini saja, tapi juga melihat kontribusi para mahasiswa dalam meningkatkan edukasi warga binaan. “Mari kita berdoa semoga Ramadan tahun ini mampu membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari,” harapnya. Terkait pelaksanaan agenda, Koordinator program M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan dirasa perlu untuk melihat kondisi para warga binaan. Begitupun dengan donasi pakaian kewanitaan yang bisa menggantikan pakaian yang lama. “Apalagi ada pembatasan jumlah pakaian dalam yang dibawa oleh masing-masing warga binaan. Mungkin ada beberapa yang sudah lusuh dan tidak layak pakai. Jadi saya kira donasi ini bisa membantu dengan baik,” tambahnya. Krisna, sapaan akrabnya melanjutkan pihaknya memang sengaja membawa mobil KaCa dan mobil Terbang. Tidak lain tidak bukan untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat. Apalagi melihat tingginya antusiasme para warga binaan lapas akan aktivitas membaca dan menulis di kunjungan sebelumnya. Pada kunjungan itu, mobil Terbang juga sudah dilengkapi dengan buku-buku entrepreneurship yang bisa menunjang potensi warga binaan. “Tentu kami akan terus menebar manfaat di manapun kami berada, dalam hal ini di Lapas Perempuan kelas II Malang. Sehingga mampu memberikan peningkatan kualitas pembinaan yang mungkin bisa membimbing para warga binaan ke arah yang lebih baik,” tegasnya. Kunjungan itu juga disambut baik oleh warga binaan Lapas perempuan, salah satunya Revi. Menurutnya, setiap Kampus Putih datang selalu membawa sesuatu yang baru dan menyenangkan. Jika tahun lalu memberikan tausiyah dan bukber, kali ini UMM juga memberikan edukasi terkait organ reproduksi, deteksi kanker payudara dan bantuan pakaian dalam. “Hal ini sangat membantu kami untuk mengetahui lebih awal jika saja kami menderika kanker. Semoga UMM bisa terus memberikan hal-hal baru dan bermanfaat bagi kami di kesempatan selanjutnya,” pungkasnya. (wil)