Prodi IKS UMM Raih Akreditasi Unggul dan Siapkan IPEPA

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak henti membuktikan diri sebagai kampus Unggul. Terbaru, Program Studi (Prodi) Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM sukses meraih predikat Unggul. Capaian yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini mulai diberlakukan sejak bulan Maret lalu sampai Oktober 2023 mendatang. Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM, Dr. Oman Sukmana, Drs., M.Si., menjelaskan bahwa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) berhasil meraih akreditasi unggul dengan nilai yang memuaskan. Dengan raihan ini, UMM berhasil menjadi prodi Kesehateraan Sosial kedua yang menyandang Akreditasi Unggul se-Indonesia. “Atas capaian tersebut, prodi Ilmu Kesos UMM sering menjadi bahan rujukan dan memberikan konsultasi ke universitas lain. Beberapa waktu lalu kami juga kedatangan tamu-tamu dari universitas lain yang ingin berdiskusi dan konsultasi,” tambahnya. Lebih lanjut, Oman, sapaan akrabnya menuturkan untuk mendukung terciptanya prodi Ilmu Kesos sebagai prodi unggulan, pihaknya juga telah menyelenggarakan kelas khusus yang inovatif. Program tersebut diberi nama Center of Excellence (CoE) kelas keahlian pemberdayaan masyarakat. Selain berfungsi untuk meningkatkan kompetensi hard skill dan soft skill mahasiswa, program ini juga berfungsi untuk melahirkan generasi yang mampu memberdayakan masyarakat dengan baik. “Pengembangan pusat unggulan ini, selain untuk membantu mahasiswa menyiapkan diri, juga dirasa bisa membantu masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kami juga terus menambah mitra strategis seperti bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR RI), Persyarikatan Muhammadiyah, dan sederet lembaga lainnya,” jelas Oman. Terkait perolehan akreditasi unggul, Oman menilai  bahwa capaian tersebut tidak lepas dari sumbangsih teman-teman prodi dan semua stakeholder yang membantu. Mulai dari prodi yang menjadi leading sampai ke tahap pelaksanaan yang didukung oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Utamanya dalam upaya mencari data-data terkait persyaratan Akreditasi. Meski begitu, Oman dan prodi Kesos UMM belum merasa puas. Pihaknya ingin agar bisa istiqomah untuk membawa prodi menuju target yang lebih tinggi. Salah satunya akreditasi internasional sebagai pengakuan yang lebih luas. Selain itu juga meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang diinisiasi oleh 14 Asosiasi termasuk Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial Indonesia (ASPEKSI). “Pasca meraih unggul ini, Prodi Ilmu Kesos akan menyiapkan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA). Sehingga Ilmu Kesos UMM tidak perlu melakukan perpanjangan Akreditasi selama lima tahun dan tetap memperoleh Akreditasi Unggul. Jika rencana itu berhasil, kami akan memfokuskan diri untuk memperoleh akreditasi internasional,” pungkas Oman mengakhiri. (Ros/Wil)

Aussie Banget Corner UMM, Satu-satunya Australia Corner di Malang

Aussie Banget Corner (ABC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tempat yang menarik untuk belajar wawasan Australia. Beragam fasilitas disediakan, mulai dari informasi studi, beasiswa, dan budaya yang ada di Australia. Sri Dwi Hastuti, S.Pi., M.Aqua selaku Kepala ABC UMM mengatakan bahwa Australia Corner ini menjadi bentuk perluasan wawasan internasional. Hastuti, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ABC ini sudah ada sejak tahun 2019 dan aktif berjalan hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, ABC UMM memiliki beragam program rutin webinar, yang berlangsung setiap dua bulan sekali. Adapun yang pemateri yang diundang yakni akademisi, pakar dan mahasiswa dari Australia. Selain itu, terdapat pelatihan Bahasa Inggris bagi volunteer ABC yang bertujuan guna meningkatkan skill dan keilmuan bahasa inggris. “Teruntuk webinar sendiri, kami tidak hanya mengundang mereka yang asli Australia, tetapi juga mahasiwa, alumni dan dosen UMM yang mendapatkan beasiswa di sana. Sehigga bisa membagikan berbagai pengalaman dan tips mendapatkan beasiswa,” imbuhnya. Dosen Prodi Akuakultur UMM ini menjelaskan bahwa corner tersebut berada di bawah naungan Konsulat Jenderal Australia. Selain itu juga menjadi satu-satunya Australia Corner yang ada di Malang. ABC ini juga memiliki beberapa event tahunan Australia Day, yakni setiap tanggal 26 Januari. Semarak ini juga menjadi salah satu bentuk perkenalan Corner UMM ini kepada mahasiswa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depannya ABC UMM akan terus menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain yang menarik dan Australia Corner lainnya. Menurutnya, dengan membuka silaturahmi, akan terbentuk forum tukar pikiran untuk saling menguatkan. Selain itu, pameran pendidikan menjadi salah satu program yang akan ada dalam beberapa bulan ke depannya. Akan ada banyak beasiswa pendidikan Australia yang disediakan. Lulusan Queensland University, Australia ini berharap ABC UMM bisa memberikan fasilitas dan program kreatif agar lebih dikenal oleh mahasiswa, dosen dan kalangan lainnnya. Selain itu juga dapat menjadi tempat belajar maupun penelitian. Tak hanya itu, jaringan internasional, khususnya Australia harus senantiasa diperluas dan ditambah. “Semoga ABC ini semakin dikenal mahasiswa, dosen dan bahkan belajar. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan pengetahuan lebih lanjut tentang negeri kangguru tersebut,” ucapnya. (Haq/Wil)