FEB UMM Launching Tiga CoE Baru

Melihat kebutuhan pasar akan sektor usaha mikro kecil dan menengah serta pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali luncurkan tiga kelas profesional Center of Excellence (CoE). Kelas-kelas tersebut ialah kelas Tourism and Hospitality, Supply Chain Management dan Acconting For SME’s. Adapun launching tiga kelas tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/6) lalu. Dekan FEB UMM Dr. Idah Zuhroh, M.M menyampaikan bahwa kelas manajemen untuk pariwisata dan keramahtamahan diluncurkan berdasarkan kondisi pariwisata yang sudah mulai membaik. Dimana dua tahun sebelumnya, situasi yang ada tidak memungkinkan bagi sektor ini untuk berkembang karena pandemi. Di samping itu, kebutuhan tersier dan sekunder masyarakat untuk berwisata juga menjadi kebutuhan yang diperlukan saat ini. “Ekowisata akan menumbuhkan distribusi pertumbuhan yang cepat menyebar karena banyak sektor yang berkaitan. Pun denagn rantai pasok yang tentu dibutuhkan,” jelasnya. Idah, sapaan akrabnya kembali menjelaskan rantai pasok dinilai mampu mengendalikan arus barang, arus sumber daya dan informasi. Sehingga nantinya, hasil produk dari rantai pasok tersebut dapat membangun efisiensi ekonomi yang sangat kuat. Hal itu juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta pemerataan ekonomi masyarakat. “Prospek luar biasa dari UMKM harus dimaksimalkan. Saya yakin bisa berhasil asal UMKM ini siap dengan standar pelaporan yang sudah ada. Oleh karenanya, kita tidak hanya perlu bekerja sama dengan pihak pendidikan konvensional, tapi juga harus bekerja sama langsung dengan industri,” tanbahnya Idah. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menilai bahwa perguruan tinggi harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya berkutat dengan sistem pendidikan yang ada, tapi juga harus memunculkan inovasi-inovasi solutif yang baik. Adanya kelas CoE UMM menjadi upaya universitas dalam menyiapkan tenaga profesional yang ahli di bidang tertentu. Mahasiswa juga bebeas memilih pilihan sesuai dengan passion, minat dan bakatnya. Dengan begitu, mahasiswa bisa lulus dengan percaya diri, mandiri, dan memiliki dua kompetensi utama. Yaitu kompetensi akademik dan kompetensi leadership dari CoE yang sudah disiapkan. Adapun peluncuran kelas ini ditandai dengan penandatanganan MoU dan kerjasama dengan sederet industri terkait. Di antaranya Novotel Samator Surabaya, Rayz Hotel UMM, Grand Mercure Mirama Hotel Surabaya, PT. Berkat Ganda Sentosa, PT. Barata Indonesia dan PT. Aneka Jasa Grahadika. Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang,l Agoes Basuki, SH., SST. Par yang turut hadir menyampaikan bahwa asosiasi perhimpunan hotel dan restoran memiliki visi serta misi yakni membantu pembangunan ekonomi nasional. Salah satu caranya yakni dengan menggaet dunia akademik yang nantinya dapat melahirkan sumber daya manusia mumpuni. Selain itu juga menghasilkan produk usaha yang baik. Adalun prosuk usaha yang sedang dikembangkan saat ini adalah produk halal. Ia menilai, banyak hal yang bisa dieksplor dan didiskusikan untuk memajukan masing-masing pihak. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah Halal Center UMM yang bisa menjadi mediator dan pembimbing untuk usahawan mendapat sertifikat halal. “Saya juga yakin inovasi CoE bisa memberikan hasil yang baik. Tidak hanya untuk pihak-pihak terkait, tapi lebih juga untuk masyarakat,” tegas Agoes. (zak/wil)
BEM UMM Raih Pendanaan Program Ditjen Diktiristek

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) berhasil mendapatkan pendanaan program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PKK Ormawa) 2022 pada pertengahan Juni lalu. Mereka sukses meraihnya melalui Program Kerja Bina Desa yang diusung oleh Kementerian Sosial BEM UMM. Adapun PKK Ormawa ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa. Utamanya dalam berkontribusi bagi masyarakat desa. Harissudin selaku Presiden Mahasiswa BEM UMM menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan beragam hal dari jauh jauh hari. Mereka bekerja keras dan menyusun proposal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi desa berbasis potensi alam. Khususnya di Desa Girupurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. “Pada program bina desa ini, kami memiliki fokus di tiga sektor. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi kreatif serta bidang sosial lingkungan,” ungkapnya. Haris, sapapan akrabnya menerangkan bahwa ada salah satu program yang fokus pada mengedukasi para siswa terkait gerakan anti narkoba. Kemudian adapula pengembangan ekonomi kreatif yang bekerja sama dengan ibu-ibu PKK. Begitupun di sektor sosial dengan penanaman pohon, pembuatan kawasan rumah lestari dan rumah herbal. “Kami juga akan mengembangkan UMKM dengan menggunakan pendekatan digitalisasi dan modernisasi. Memberikan materi dan pembinaan serta evaluasi yang sudah dilaksanakan,” jelasnya. Terkait program unggulan, pihaknya ingin memaksimalkan alam lokal. Salah satunya yakni meningkatkan hasil pertanian di Desa Giripurno. Mereka ingin mengubah sayur-sayuran menjadi produk eco-enzyme yang bisa dijadikan sabun cuci piring. “Saat supply tinggi dan demamd rendah, tentu harga sayur akan anjlok. Maka untuk mengatainya, kami mengubah value sayur biasa menjadi produk eco-enzyme. Proses pemasaran juga senantiasa kami dampingi, utamanya terkait marketing dan branding,”ujarnya. Ia berharap dengan lolosnya pendanaan BEM UMM di PKK Ormawa, dapat menjadi pemantik mahasiswa ataupun organisasi lain untuk bergerak lebih maju. Selain itu juga bisa menjalankan tugas pokok utama sebagai mahasiswa yakni menjadi agent of change. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT sangat mengapresiasi raihan BEM UMM yang berhasil lolos pendanaan PKK Ormawa. Ia mengatakan jika UMM senantiasa mempersiapkan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berkontribusi di masyarakat. “Harapan kami tentu ingin agar para aktivis mahasiswa dapat mengakar dan mau turun membantu sesama. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa-mahasiswa kita selalu bersemangat dalam menebarkan manfaat. Saya ucapkan selamat dan sukses untuk menjalankan program yang dicanangkan,” pungkasnya. (ros/wil)