DPPM UMM Raih Penghargaan Penerima Dana Pengabdian Terbanyak dari LLDikti VII

Dalam menegakkan tri dharma perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu menebar kebermanfaatan bagi sesama. Salah satu caranya dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Berkat kerja keras yang selama ini dibangun, UMM berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) penerima dana abdimas tertinggi dan juga perguruan tinggi dengan jumlah judul abdimas terbanyak. Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah VII pada Juni lalu. Wakil direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si, menjelaskan bahwa kampus UMM telah melakukan sederet upaya agar proposal pengabdian yang para dosen buat dapat di danai dan dilaksanakan. Salah satu caranya adalah dengan membuat sebuah klinik proposal bagi para dosen UMM. “Adanya klinik ini juga menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dan inovasi. Selain itu, adapula para pemateri yang akan memberikan masukan dan koreksi agar nantinya kualitas proposal yang dihasilkan menjadi lebih baik dan meningkat. Dengan peningkatan itu, akan semakin banyak pula pengabdian masyarakat yang terpilih untuk di danai. Tak hanya berpaku pada pemerintah, kami juga menjalin kerja sama dengan pihak lain agar pengabdian dan penelitian yang dilakukan para dosen dapat terlaksana dengan apik,” ujar dosen prodi sosiologi tersebut. Terkait penghargaan yang diberikan oleh LLDikti wilayah VII, Vina sapaan akrabnya mengatakan sangat berterimakasih karena kerja keras UMM selama ini dapat membuahkan hasil yang bagus. Apalagi dengan jumlah dana hibah yang mencapai 561.080.000, Kampus Putih UMM dapat membantu berbagai pengabdian ke masyarakat. Utamanya yang dilaksanakan oleh para dosen UMM. Ia menilai, raihan ini tidak lepas dari kinerja yang baik dari banyak pihak. Mulai dari tim DPPM, dosen, tim kelas pendampingan dan sivitas akademika lain yang turut mebantu. Ke depannya, DPPM berkomitmen untuk bekerja lebih keras agar lebih banyak program pengabdian yang dapat diselenggarakan. “Untuk mendapatkan dana hibah, kita harus bersaing dengan banyak perguruan tinggi. Oleh karenanya saya sangat bersyukur DPPM UMM dapat menggapai raihan ini. Untuk kedepan, kami akan mempersiapkan proposal-proposal pengabdian yang berkualitas, sehingga proses menebar manfaat yang dilakukan para dosen UMM bisa lebih baik lagi. Semoga dengan kerja keras yang kami lakukan, dapat membantu masyarakat di berbagai bidang yang ada,” ungkap dosen asal Bandung ini mengakhiri. (syi/wil)
UMM-IPM Beri Pemahaman Literasi Digital pada Pelajar

Literasi digital dan menjadi aktivis sukses harus menjadi salah satu tujuan anak muda saat ini. Hal itu disampaikan Staf Khusus Komunikasi Publik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga pada Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Media, akhir Juni lalu. Adapun acara ini merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah malang (UMM) dengan Lembaga Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammdiyah (PP IPM). Lebih lanjut, Arya mengatakan bahwa untuk menjadi aktivis yang sukses, anak muda harus pintar memanajemen waktu. Begitupun dengan upaya untuk terus membagikan ilmu. “Paling tidak, kalau tidak bisa membanggakan orang tua, minimal jangan mengakhawatirkan mereka. Tapi saya yakin, teman-teman di sini punya potensi yang bisa dikembangkan agar bisa membagakan keduanya,” ungkapnya. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki menjelaskan bahwa ada tiga bekal yang harus dimiliki oleh pelajar. Pertama, yakni mampu mengantisipasi ketidakpastian. Utamanya di era yang cepat berubah seperti sekarang. Kedua, yakni mampi memimpin dimulai dari diri sendiri. Kemudian yang terakhir yang kepercayaan pada rekan yang nantinya bisa diajak kolaborasi. “Jika tiga aspek itu bisa dimiliki dan diimplementasikan dengan baik, saya yakin Indonesia tidak akan kekurangan generasi penerus bangsa yang mumpuni,” tegasnya. Terkait media, Eki, sapaan akrabnya mengatakan bahwa anak muda harus bisa memainkan media. Kalau tidak, media yang akan menggerus dan mengalahkan generasi baru. Menurutnya, saat bisa menggunakan media dengan baik, maka kepercayaan publik akan bisa didapat. Sementara itu, Nashir Efendi selaku Ketua Umum PP IPM mengatakan bahwa semua pelajar Muhammadiyah memiliki kesempatan untuk berkarya di media digital. Kader Muhammadiyah harus militan dan selalu berupaya memenangkan narasi Muhammadiyah di aspek digital. Diiringi dengan konsistensi buzzer yang positif dan influencer yang inspiratif. “Teman-teman disini memiliki kesempatan yang sama dalam rangka berkontribusi di media digital. Selamat untuk bersatu, berpadu menjalin ukhuwah dalam Kopdarnas 2022,” ucapnya. Adapun acara ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh puluhan peserta dari 13 provinsi. Tidak hanya materi, para peserta juga diajak untuk menyusun strategi media. Sederet pemateri dihadirkan untuk memberikan pemahaman terkait media plan, branding personal dan organisasi, serta data analyst. (haq/wil)