Informatika UMM Kembangkan Artificial Intelligence di Bidang Batik

Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) di bidang batik. Hal itu diperkuat dengan kunjungan prodi ke Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad dan Balai Besar Kerajinan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian Indonesia, Yogyakarta. Agenda dan diskusi itu berlangsung pada akhir Juni lalu. Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.Cs selaku Ketua Prodi Informatika UMM menjelaskan alasan pihaknya memilih batik untuk dikembangan ke dunia AI. Menurutnya, batik merupakan budaya asli Indonesia yang berasal dari perpaduan seni dan teknologi para leluhur bangsa. Batik juga telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. “Jadi tak ada salahnya kami mengembangkan AI di bidang batik ini. Apalagi . Apalagi United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) secara resmi mengakui batik masuk ke dalam daftar representatif budaya tak-benda warisan manusia,” tambahnya. Terkait tujuan kunjungan ke PPBI, Galih, sapaan akrabnya mengatakan pihaknya ingin merintis kemitraan yang nantinya akan mengumpulan dataset untuk kebutuhan pengembangan AI. Tidak hanya untuk AI, data set ini juga akan digunakan untuk kegiatan pendidikan, pembelejaran di perkuliahan atau juga riset terkait batik. Lebih lanjut, PPBI Sekar jagad juga menyambut baik tawaran kemitraan dari Prodi Informatika UMM. Bahkan ada beberapa rencana kerja yang bisa segera dilakukan kolaborasi. Di antaranya dengan proses digitalisasi buku batik yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Galih menambahkan bahwa tujuan yang sama juga diemban saat datang ke BBKB Kementerian Perindustrian Indonesia. Mereka juga ingin lebih mengenal produk teknologi dari BBKB serta data set batik yang nantinya bisa digunakan untuk penyusunan AI yang lebih baik. Adapun beberapa kolaborasi yang bisa dilakukan adalah penelitian, magang, pengembangan data set AI yang nantinya bisa digunakan untuk riset atau proyek yang lebih mumpuni. Disampaikan Galih, BBKB saat ini telah memiliki aplikasi di bidang batik yakni Batik Analyzer dan Nadin. Aplikasi pertama digunakan untuk mengklasifikasi jenis batik tulis, cap, print, dan lain sebagainya. Sedangkan aplikasi Nadin diperuntukan untuk pencocokan warna atau color matching dari bahan pewarna alami, yang akan digunakan sebagai pewarna batik. “Berangkat dari hal ini, kunjungan ini membuka peluang para mahasiswa Informatika UMM untuk ikut serta dalam pengembangan aplikasi-aplikasi BBKB. Harapannya mereka bisa menambah pengalaman dan kompetensi mahasiswa serta memberikan inovasi solutif dalam pengembangan AI batik,” ucap Galih. (Wil)
Pujon Hill UMM Gelar Edukasi Kopi dan Hutan

Hal menarik dilakukan oleh Pujon Hill Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan menggelar edukasi kopi dan hutan. Agenda yang dilaksanakan pada awal Juli lalu itu berusaha menyampaikan pengetahuan baru terkait kopi sekaligus memberikan alternatif sumber ekonomi bagi warga sekitar. Acara ini juga mendatangkan pemateri dari petani lokal Pujon serta pertunjukan langsung barista yang mengolah kopi menjadi minuman menarik. Salah seorang anggota tim UMM, Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa tim Kampus Putih UMM ini tidak hanya dari dosen tapi juga para mahasiswa. Kedua elemen tersebut tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tematik. Tatag, sapaan akrabnya mengatakan bahwa budidaya kopi belum menjadi mata pencaharian utama masyarakat Pujon. Padahal potensinya cukup baik dan bisa dikembangkan lebih lanjut. “Sayang kalau potensi kopi ini tidak dimaksimalkan. Maka dari itu, kami ingin mengajak warga untuk lebih dalam mengetahui seluk beluk perkopian. Mulai dari budidayanya hingga memasarkannya. Ini juga menjadi usaha membantu petani desa untuk memperkenalkan Kopi hasil dari pertanian yang terletak di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang,” ungkapnya menambahkan. Lebih lanjut, Tatag mengatakan bahwa ketinggian tanah di kecamatan Pujon sangat bagus dan memadai untuk dijadikan lahan pertanian kopi. Uniknya, Kopi Pujon juga pernah menjadi perwakilan kopi dari Indonesia dalam ajang Athens Coffee Festival di Yunani pada tahun lalu. Dengan berbagai keunggulan itu, tim UMM akhirnya ingin melakukan berbagai pembinaan. Terutama dalam rangka mendorong industri kopi di Pujon. Asyiknya, sederet acara tersebut senantiasa ditemani dengan live music yang ditampilkan oleh Morning Station. Pun dengan demo pembuatan kopi yang dilakukan oleh para barista yang hadir. “Selain memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu mereka untuk mencari alternatif sumber ekonomi lain. Apalagi di tengah kondisi yang tidak menguntungkan karena wabah PMK. Semoga upaya edukasi ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi yang hadir serta menjadi alternatif penghasilan lain,” ucapnya mengakhiri. (Wil)