UMM Siapkan Program Unggulan CoE kopi dan Kakao

Kopi merupakan komoditas barang yang menjanjikan di Indonesia. Melihat peluang tersebut jurusan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi pendirian program unggulan Center of Excellence (CoE) Kopi dan Kakao. Penjajakan program tersebut dilakukan dengan menggelar short course pengolahan biji kopi pada akhir bulan Juli lalu. Pendiri Indonesia Coffee Academy (INCA), Drs. Hendarto Setyobudi, dalam materinya menjelaskan bahwa perkebunan kopi merupakan komoditas barang yang penting di Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Menurut data International Coffee Organization (ICO), pada tahun 2020 total produksi kopi Indonesia mencapai 11,95 juta karung ukuran 60 kg. “Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam jenis kopi. Namun yang paling terkenal adalah robusta dan arabika. Meskipun memiliki jenis yang sama, aroma dan rasa kopi bisa berbeda tergantung iklim dan daerah di mana kopi tersebut berasal. Sebagai contoh, kopi Priangan diketahui memiliki aroma yang lebih kaya. Sementara itu, kopi Bali diketahui memiliki cita rasa yang lebih asam daripada kopi Priangan,” ungkap Apprentice Trainer di Specialty Coffee Association of America (SCAA) tersebut. Pada kelas ini, Hendarto juga memperagakan cara memproduksi kopi espresso, cappucino dan americano. Ia mengatakan bahwa selain memanfaatkan bijinya, kulit kopi juga bisa digunakan untuk berbagai hal, antara lain sebagai pupuk organik, pakan ternak, dan bahan pangan. “Kulit kopi memiliki zat kaskara yang kaya akan serat dan antioksidan. Zat kaskara ini lah yang dapat diolah menjadi makanan dan minuman fungsional,” kata Hendarto. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU., menyambut baik kegiatan inisiasi pengembangan CoE ini. Ia berharap kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan secara periodik untuk mendukung terealisasinya kelas profesional CoE Kopi dan Kakao. Kedepannya, kelas ini akan dibuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum. “FPP sendiri telah memiliki beberapa kelas unggulan seperti CoE Industri Produksi Benih, CoE Essential Oil, Kelas Profesional Ruminansia, Kelas Profesional Unggas, Kelas Profesional udang, dan Kelas Profesional Ekspor Produk Agrokompleks. Hadirnya CoE Kopi dan Kakao ini akan menambah jajaran kelas unggulan untuk memfasilitasi minat dan bakat para mahasiswa,” ungkapnya mengakhiri. (*syi)
Tim E-Sport UMM Raih Juara Kompetisi Mobile Legend

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, tim E-Sport Valhalla UMM berhasil meraih juara dua pada Mobile Legend Zodiac E-Sports Competition Season XXII Regional Malang. Perlombaan ini dilakasanakan pada Jumat (24/07) di Jambuluwuk Hotel dan Resort Batu. Tim Valhalla berhasil meraih kemenangan pada posisi Upper Bracket setelah mengalahkan 14 tim lainnya pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Zodiac E-Sports tersebut. Adapun orang-orang yang berada di balik kemenangan ini adalah Giant Andili Pratama, Pramas Setya Wahyu, Fikri Nur Haikal dan Denny Prassetiawan. Giant sapaan akrabnya menceritakan bahwa saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memainkan game online harus pergi ke warung internet (WARNET) dan mengambil paket malam. Namun dengan berkembangnya teknologi, Giant mulai mencari alternatif game melalui smartphone yaitu Mobile Legend. “Bisa kita lihat game sekarang bukan hanya sekadar hiburan tapi juga bisa sebagai tempat berkarir dengan masuknya E-Sport Indonesia ke Sea Game dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal itu lah yang memacu saya untuk berpartisipasi pada kompetisi musim ini. Meskipun hanya keluar sebagai Runner Up, saya bangga dapat memulai langkah awal untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya,” ujar mahasiswa jurusan Informatika itu. Pada perlombaan ini, Giant mengatakan bahwa timnya cukup mempersiapkan diri dengan baik. Selain rutin berlatih, mereka juga menyiapkan mental serta kekompakan dalam tim. Dari babak awal sampai ke tahap semifinal, timnya meraih kemenangan berturut-turut selama beberapa permainan atau yang biasa disebut dengan Win Streak. Namun pada saat semi final, posisi timnya sempat mengalami penurunan. “Kami cukup kewalahan saat bertemu dengan tim dari Sidoarjo. Sempat juga kami terkendala kekurangan hero power. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan komunikasi. Untungnya kami bisa mengatasi hal tersebut dengan baik,” kata mahasiswa UMM angkatan 2019 itu. Mahasiswa asal Jambi ini berharap bahwa kampus bisa mendukung penuh kegiatan E-Sport UMM kedepannya. Giant juga berharap para mahasiswa UMM dapat berkarir di dunia E-sport. “Saya harap teman-teman yang memiliki bakat dan suka dengan game online tetap fokus berlatih. Mungkin dari yang awalnya player amatir bisa naik menjadi pro player suatu saat nanti,” ungkap Giant mengakhiri. (zak/syi)