Kirim Mahasiswa ke Malaysia, Psikologi UMM Bantu Migran Indonesia

Dalam meningkatkan kualitas dan kapabilitas mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Kali ini, Fakultas Psikologi UMM berangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti program Seco Social Support for Migrant Workers di Malaysia. Tiap tim menghabiskan waktu selama dua hingga tiga minggu di negara tetangga dan melaksanakan programnya. Terkait hal itu, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. merasa senang dan mengucapkan selamat kepada Fakultas Psikologi dan para mahasiswa yang berangkat. Menurutnya, program seperti ini mampu meningkatkan kapasitas skill dan juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Fauzan berharap program ini diadakan tidak hanya ke Malaysia, namun juga bisa ke negara lain. “Selamat belajar di negara orang, cari sebanyak mungkin pengalaman dan jangan lupa kalian membawa nama UMM disana. Semangat terus dan yang terpenting jangan lupa untuk mengabari serta meminta doa restu kepada orang tua,” pesan Fauzan. Di sisi lain, Muhammad Fath Mashuri, S.Psi., M.A selaku dosen psikologi dan juga pendamping menjelaskan bahwa tujuan dari program ini yaitu untuk memberikan dukungan psikologis kepada pekerja migran Indonesia yang ada di kedutaan. Fath, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UMM dengan kedutaan Indonesia. Menariknya, mahasiswa yang mengikuti program ini nantinya juga bisa melakukan konversi nilai ke dalam mata kuliah, karena telah mempraktekkan asesmen dan intervensi psikologis. “Adapun 14 mahasiswa yang berangkat dibagi menjadi dua tim. Tim pertama berangkat pada 12 September, selama dua minggu mereka melakukan riset atau asesmen mengenai permasalahan apa saja yang dialami pekerja migran disana. Setelah tim pertama melaporkan asesmennya, tim kedua merancang program yang kemudian berangkat pada 3 Oktober untuk mengaplikasikan rencana yang telah dibuat,” jelas Fath. Sejalan dengan apa yang diharapkan Rektor UMM, Fath juga berharap bisa melebarkan program ini ke berbagai tempat untuk memberikan dukungan psikologis bagi pekerja migran Indonesia. Dengan begitu, manfaat yang diberikan dapat dirasakan banyak pihak. Sementara itu, salah satu mahasiswa psikologi Silbia Opnia Rista mengaku beruntung bisa ikut serta. Apalagi program ini bertaraf internasional sehingga bisa memberikan banyak pengalaman baginya. “Jadi saya tidak hanya belajar ilmunya saja, tpai benar-benar bisa mengaplikasikannya di masyarakat. Semoga apa yang saya lakukan di sana bisa memberikan manfaat bagi para migran Indonesia,” harapanya. (zak/wil)
Usai Bikin Teh Herbal dan Minuman Serbuk Jagung, Tim UMM Latih Warga Sragi Jadi Sociopreneur

Untuk mendukung kemandirian usaha unggulan desa, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar pelatihan sociopreneur untuk produk unggulan berbasis rambut jagung. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada awal September lalu di Desa Sragi, Blitar. Beberapa produk yang digunakan adalah teh herbal antioksidan dan juga minuman serbuk dari rambut jagung serta jahe. Kegiatan pengabdian masyarakat dari tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatekpa) ini mengundang seorang wirausahawan pemilik UD. Mazedo Inti Jaya, Taufiq Hidayah Irianti. Taufiq menjelaskan bahwa ada beberapa karakteristik yang membedakan sociopreneur dengan wirausaha pada umumnya. “Perbedaan pertama adalah kegiatan jual belinya yang sekaligus menangani masalah sosial di masyarakat sekitar. Kedua, adalah inovatif dan peka dalam dalam menjalankan bisnisnya. Ketiga yakni bisnis ini memiliki dampak yang besar, tak hanya pada satu daerah saja tetapi juga di beberapa daerah lainnya. Terakhir adalah keterbukaan akan timbal balik yang orang lain berikan dan terus beradaptasi dalam pengembangan usaha,” ungkapnya. Selain memberikan materi mengenai sociopreneur, Taufiq juga menjelaskan bagaimana cara untuk memasarkan produk. Ada beberapa langkah strategis yang harus di lakukan agar pemasaran berjalan lancar. Pertama adalah membagi segmentasi pasar. Hal ini berguna untuk membagi masyarakat ke dalam beberapa kelompok. Setelah membagi segmentasi pasar, langkah selanjutnya adalah menentukan target market. “Langkah berikutnya adalah menentukan market positioning dengan cara membangun brand awareness. Beberapa langkah ini akan bermanfaat untuk mendapatkan konsumen baru serta menciptakan kelompok pelanggan yang loyal,” jelas Taufiq. Lebih lanjut, Taufiq mengatakan bahwa ada beberapa jenis dari pemasaran. Jenis tersebut meliputi branding, iklan, multilevel marketing, internet, dan online. Untuk menjalankan branding, produk harus memiliki target pasar dan juga nama merek untuk dikenal. Jenis ini sangat membantu untuk membuat produk atau layanan menjadi lebih menarik dan juga terkenal. Sementara itu, untuk iklan biasanya menggunakan media radio atau iklan berbayar. Sementara itu, salah satu peserta Gunawan menilai bahwa pelatihan ini bermanfaat. Terutama dalam upaya memasarkan produk teh herbal dan minuman serbuk dari rambut jagung. Setelah berkolaborasi dengan UMM untuk membuat produk terkait, maka sekarang saatnya untuk memasarkannya dengan baik. “Tips dan langkah-langkah yang diberikan pemateri sangat tepat. Kami jadi lebih paham strategi agar produk kita yang unik dan menarik ini bisa diminati oleh masyarakat luas. Termasuk salah satunya melalui media sosial yang banyak digunakan. Semoga ke depan UMM juga bisa berbagi ilmu lain yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, tidak hanya di sini, tapi juga di daerah-daerah lain,” pungkasnya. (syi/wil)