Kokohkan Predikat Kampus Intenasional, UMM Gabung AUAP dan EURAS

Periode 2022-2026 menjadi sebuah target tinggi yang akan dicapai Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam International Accreditation. Hal tersebut dimulai dengan resminya UMM sebagai member dari Association of Universities of Asia and the Pacific (AUAP) dan Eurasian Universities Union (EURAS). Adapun UMM resmi menjadi member AUAP dan EURAS sejak September lalu. Risa Herlianita, S.Kep, Ns., MS. selaku Kepala Bagian Kerjasama di Biro Adminitrasi Kelembagaan, Pengembangan SDM dan Kerjasama (KSK) menjelaskan bahwa AUAP merupakan sosiasi yang mewadahi anggotanya untuk berkolaborasi dan berinteraksi. Utamanya dalam hal budaya, sosial, politik dan ekonomi di kawasan Asia Pasisfik. Sedangkan EURAS merupakan asosiasi internasional nirlaba yang bergerak dalam pertukaran ilmu pengetahuan dan praktek di institusi perguruan tinggi terbaik guna menciptakan kemajuan standar pendidikan global di kawasan Eurasia. Risa, sapaan akrabnya mengatakan ini menjadi langkah awal UMM dalam pengakuan akreditasi internasional. Selain itu juga sebagai upaya melebarkan jaringan internasional dengan tujuan membuka kerjasama baru. Langkah ini menjadi sebuah bentuk implementasi Kampus Putih UMM dalam menggapai capaian atau milestone untuk tahun 2022-2026. “Bergabungnya kami di asosiasi perguruan tinggi ini tentu memberikan banyak keuntungan. Mulai dari bertambahnya link dan kemungkinan kerjasama hingga pandangan dunia akan UMM,” tambahnya. Dosen Ilmu Keperawatan UMM ini mengatakan bahwa bentuk kerjasama bukan hanya konferensi internasional semata. Melainkan juga pertukaran ilmu pengetahuan, praktek, penelitian, hingga pertukaran budaya antar negara. Sehingga melalui forum-forum tersebut, hubungan UMM dengan perguruan tinggi di asosiasi AUAP dan EURAS terjalin dengan baik. “Melalui kegiatan yang diadakan oleh AUAP dan EURAS ini, saya rasa UMM bisa bergabung dalam forum yang ideal dalam berjejaring dengan universitas lain dari seluruh dunia dan memperkuat kerjasama internasional” imbuhnya. Dalam prosesnya, pihaknya harus menunggu waktu selama satu bulan sebelum bisa diresmikan menjadi anggota dua asosiasi tersebut. Pun dengan proses dokumen yang menjadi salah satu poin penting agar Kampus Putih bisa jadi salah satu yang masuk. “UMM memang sudah memiliki ratusan kerjasama baik di tingat nasional maupun internasional. Tapi jumlah itu belum cukup dan harus terus ditingkatkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Apalagi melihat target UMM pada empat tahun ke depan yang mneyasar pada rekognisi dan akreditasi internasional,” tam

Tragedi Kanjuruhan: UMM Sigap Turunkan Tim Medis dan Pendampingan Psikologis

Tragedi memilukan terjadi pada Sabtu (1/10) di stadion Kanjuruhan. Sebanyak lebih dari 120 korban meninggal karena tragedi tersebut. Korban merupakan supporter Arema dan sederet anggota kepolisian. Selain itu adapula ratusan korban luka-luka yang harus mendapat perawatan. Tragedi ini menyisakan pilu, bukan hanya bagi suporter kedua klub saja, tapi juga penggemar sepak bola seluruh dunia. Terutama para keluarga korban yang tak menyangka hal itu bisa terjadi. Sampai saat ini, pihak UMM terus berupaya mendapimpingi keluarga para korban untuk menenangkan. Sederet tim dari Fakultas Psikologi dan RS UMM diturunkan sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat di tengah tragedi. Selain itu, Kampus Putih juga menurunkan tim medis dari RS UMM untuk membantu penanganan korban sejak malam tadi (1/10). RS UMM juga sudah berkoordinasi dengan sederet fasilitas kesehtan lain serta Dinas Kesehatn Kabupaten Malang. “Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak dan langsung terjun membantu para korban di Kanjuruhan,” jelas Wakil Direktur RS UMM dr. Thontowi Jauhari, M.Kes. Terkait kondisi tersebut, Psikolog UMM Hudaniah S.Psi. M.Si. juga berkomentar terkait psikologis keluarga yang ditinggalkan korban. Menurutnya, setiap keluarga pasti merasakan kehilangan. Namun tingkatnya akan berbeda tergantung peran korban dalam keluarganya. Ada korban yang merjadi tulang punggung, anak pertama, anak tunggal, suami, anak dan lainnya. “Semakin kuat peran korban di keluarganya, maka semakin tinggi pula tingkat kehilangannya. Jika korban seorang ayah yang menjadi tulang punggung, maka kehilangan akan terasa sangat sakit bagi istri dan anak-anak. Pun dengan peran korban lainnya,” ungkap Hudan menjelaskan. Salah satu cara untuk mengurangi rasa kehilangan tersebut adalah dengan social support. Yakni Bagaimana keluarga, tetangga, atau lembaga pemerintahan terdekat seperti Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW) menemani dan menanangkan. Kemudian, jika sudah membaik, keluarga yang ditinggalkan bisa beranjak dan melakukan langkah lain untuk melanjutkan hidup. Para kerabat juga bisa membantu baik dari segi material maupun non-material. Maka, melihat hal itu, UMM sigap menurunkan tim psikolog dari Fakultas Psikologi untuk mendampingi keluarga korban. “Kami berupaya hadir, menemani, dan mendengarkan keluh kesah keluarga yang ditinggalkan. Itu saya rasa bisa membantu. Kami juga berpesan agar jangan sampai para tetangga menanyakan kronologi dan kejadiannya. Karena hal itu malah akan memperburuk keadaan,” kata Hudan. (haq/wil)

CoE Anggrek UMM Kaji Peluang Bisnis Anggrek Level Internasional

Undang ratusan pelaku bisnis, peneliti, dosen, dan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Center of Excellence (CoE) Anggrek gelar International Seminar and Business Network. Kegiatan yang diinisiasi oleh jurusan Pendidikan Biologi ini diselenggarakan pada akhir September lalu di Taman Rekreasi Sengkaling UMM. Ketua pelaksana kegiatan Tutut Indria Permana, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan peran bisnis anggrek sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia maupun dunia. Oleh karena, itu seminar ini memilih tema The Contribution of Orchids Agribusiness to National Development. “Selain mengundang 100 pembisnis, peneliti, dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini juga turut bekerja sama dengan DPW Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut. Dalam event itu, dijelaskan beragam kondisi bisnis anggrek di berbagai negara. Salah satunya adalah pergerakan bisnis anggrek di Singapura. Selain itu, ada juga paparan materi mengenai konservasi anggrek liar di Malaysia beserta peningkatan kesadaran masyarakat agar anggrek tidak punah. Salah satu pemateri, Sales Manager PT Ekakarya Graha Flora Ir. Joko As’ad juga turut menyampaikan beberapa tips bagi pembisnis anggrek pemula. “Hal yang harus diperhatikan oleh para pemula adalah  aspek pengembangan dan perluasan jaringan. Bisnis anggrek terbuka luas, tidak pernah sepi, berkelas, dan merupakan hal yang menarik. Tren ini perlu disambut baik dan dibaca sebagai peluang bisnis unggulan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa dalam perjalanannya, UMM akan terus melibatkan diri dalam kerja intelektual. Berupaya menciptakan pebisnis  di bidang anggrek serta mencetak peneliti anggrek skala internasional. “Saya berharap seminar ini dapat menegaskan kepada khalayak umum bahwa UMM mampu membaca selera pasar dan membuka peluang bisnis yang menarik,” pungkas pria kelahiran Kediri tersebut. Di sisi lain, salah satu peserta seminar Retno mengaku sangat terkesan dengan event temu bisnis ini. Apalagi dengan pembahasan peran Indonesia dalam konservasi dan bisnis anggrek. Ia melihat Jurusan Pendidikan Biologi UMM mampu menjadi bagian strategis dan berperan aktif dalam peningkatan bisnis anggrek. “Saya kagum karena Pendidikan Biologi mampu menangkap tren kekinian dan peluang global pertumbuhan bisnis anggrek,” ungkap pengurus DPW PAI tersebut mengakhiri. (Syi/Wil)