Buka Posko, Psikologi UMM Terjunkan 74 Relawan Atasi Trauma Korban Kanjuruhan

Tragedi yang menimpa para supporter arema di Stadion Kanjurhan meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat. Tak hanya menorehkan luka dan merenggut nyawa, kejadian ini juga meninggalkan trauma. Tergerak atas dasar kemanusiaan, Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beri dukungan psikososial bagi para korban tragedi Kanjuruhan. Layanan ini telah diberikan sejak minggu (02/10) sampai akhir bulan Oktober nanti. Dekan Fakultas Psikologi, M. Salis Yuniardi, Ph.D., menjelaskan bahwa layanan psikososial ini langsung dibuka sehari setelah kejadian. Layanan ini di buka secara hotline dengan menyebar flyer melalui sosial media. Dengan gerakan awal ini, Fapsi UMM dapat menjangkau korban yang membutuhkan pertolongan psikologi. “Di hari-hari awal setelah kejadian, layanan psikososial susah untuk masuk ke masyarakat. Hal ini terjadi karena berbagai elemen masyarakat masih sibuk untuk mengidentifikasi jenazah dan mengobati korban yang luka-luka. Pendirian posko psikososial di Rumah Sakit (RS) juga tidak memungkinkan karena akan menambah kepadatan. Melihat hal tersebut, kami berusaha menjangkau korban menggunakan layanan hotline,” kata dosen asal Madiun tersebut. Untuk menjangkau para korban lain, Salis, sapaannya menjelaskan bahwa kampus telah menyiapkan beberapa langkah lanjutan. Setelah melakukan layanan hotline, Fapsi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan berbagai elemen lainnya untuk mendirikan posko psikososial di beberapa titik. Posko ini memberikan layanan asesmen awal dan tindakan Psychological First Aid (PFA) kepada para korban. “Langkah ketiga yang kami lakukan adalah dengan menerjunkan para relawan ke rumah-rumah korban untuk pendampingan psikososial. Hal ini dilakukan untuk menjangkau korban lain yang tidak dapat tergapai oleh hotline dan posko. selain itu, kami juga berkerja sama dengan Koordinator Wilayah Aremania untuk mengumpulkan para korban yang membutuhkan,” ujar ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malang itu. Lebih lanjut, Salis mengatakan dalam penanganan psikososial, fakultas telah menerjunkan 32 relawan mahasiswa dan 42 dosen psikologi. Kedepannya, para relawan ini akan terus ditambah. Melalui hotline yang telah di buka, Salis berkata bahwa layanan psikososial ini telah menangani lebih dari 130 korban. “Kami membagi korban menjadi dua tipe. Tipe yang pertama adalah korban yang mengalami langsung kejadian tersebut. Rata-rata para korban tipe pertama ini mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) pasca insiden. Tipe kedua adalah korban yang mengalami kedukaan akibat kehilangan anggota keluarga. Gejala yang dialami cukup bervariasi seperti kesulitan tidur, ingatan traumatis, dan lainnya,” jelasnya. Terakhir, Salis mengatakan bahwa selain berdasar rasa kemanusiaan, hal ini juga merupakan penerapan visi UMM yaitu dari muhammadiyah untuk bangsa. Ia berharap dengan adanya bantuan psikososial ini bisa sedikit meringankan beban para korban. “Terkait dukungan psikososial, rencananya kami akan membuka layanan ini sampai akhir bulan. Namun jika nanti diperlukan lagi kami akan memperpanjang masa layanannya. Semoga kedepannya tragedi seperti ini tak akan terulang kembali,” pungkasnya. (syi/wil)
Belajar sambil Bermain, Kampus Mengajar dan Mobil Kaca UMM Ajak Siswa Jadi Kreator

Indonesia berada di urutan ke 62 dari 70 negara dalam aspek literasi. Melihat akan hal itu, Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir di tengah siswa-siswi dalam meningkatkan literasi dan antusiasme membaca. Tidak sendiri, tim Mobil KaCa juga berkolaborasi dengan tim Kampus Mengajar UMM untuk berkunjung ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI 1 Tajinan, Kabupaten Malang pada Kamis (13/10) lalu. Adapun Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digaungkan Kemendikbud-Ristek RI. Ratusan siswa menyambut baik dan senang dengan kedatangan dua tim ini. Bukan hanya siswa SMP saja, tapi adapula anak-anak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumbersuko yang turut menimba pengetahuan. Rahmawati Khadijah Maro, M.P.Ed. selaku koordinator Kampus Mengajar UMM mengatakan bahwa kehadiran program ini merupakan bentuk pemerataan pendidikan yang dilakukan oleh universitas. Baik itu melalui kegiatan belajar mengajar, permainan edukatif, hingga mendatangkan mobil KaCa. “Harapannya, program ini bisa membantu meningkatkan motivasi siswa dalam bersekolah dan belajar. Sehingga ada rasa rindu dan senang ketika menimba ilmu di sekolah. Bukan malah terpaksa dan malas-malasan. Pun dengan para mahasiswa yang diharapkan bsia menjalankan Kampus Mengajar MBKM dengan baik dan sepenuh hati,” imbuh dosen Prodi Bahasa Inggris UMM ini. Rangkaian acara itu diisi dengan sederet permainan, kelas membaca, serta materi tambahan yang menyenangkan. Bahkan anak-anak diajak dan diajari membuat konten edukatif dan menjadi seorang content creator. Adalah Dinda Nur Aisyah yang memberikan materi serta membuat anak-anak antusias. Aica, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa setiap hobi atau ide bisa diturunkan menjadi sebuah konten. Baik itu yang bisa diunggah di media sosial maupun Youtube. Ia yang juga tergabung dalam digital tim UMM juga mengajak siswa untuk tidak hanya menjadi konsumen konten, tapi juga harus menjadi kreatornya. Di sisi lain, Dra. Hartini selaku kepala sekolah SMP PGRI 1 Tajinan mengaku senang dengan adanya kunjungan kampus mengajar dan mobil KaCa ini. Sejak adanya program ini, para siswa semakin semangat dan antusias dalam belajar. Pun dengan minat membaca yang terus bertambah berkat ratusan buku yang disediakan. “Ini tentu kegiatan yang sangat bermanfaat ya. Apalagi anak-anak sekarang kurang begitu suka membaca dan melakukan kegiatan edukatif. Saya harap di bulan-bulan depan, program seperti ini bisa diadakan kembali,” tambahnya berharap. Sementara itu, salah satu tim Kampus mengajar UMM Zildan Afif Muhidin menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah bergulir sejak Agustus lalu dan ebrakhir pada Desember mendatang. Ia tidak sendiri karena ditemani para mahasiswa kampus lain yang saling bahu membahu dalam menciptakan program menarik. “Beruntung kali ini kami ditemani Mobil KaCa yang membuat anak-anak semakin tertarik untuk ikut program ini. Semoga apa yang kami lakukan mampu bermanfaat bagi anak-anak dan memberi semangat mereka agar terus termotivasi dalam belajar,” tuturnya. (haq/wil)