Student Day UMM 2022: Bangun Suasana Belajar dan Kompetisi yang Menyenangkan

Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa baru, Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan kegiatan Student Day. Dilaksanakan pada Sabtu, 5 November 2022, ajang ini resmi dibuka dengan pemencetan tombol dan pelepasan balon oleh Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Pembukaan ini juga semakin meriah karena datangnya lebih dari 7000 mahasiswa baru yang menyemarakkan. Apalagi pada pembukaan kali ini ada senam TikTok bersama ribuan mahasiswa dan juga jalan sehat di lingkungan sekitar kampus. Bahkan sederet penampilan juga disediakan seperti tari-tarian dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Sansekerta dan akutik dari bang Follow Bee. Dalam sambutannya, Fauzan menjelaskan bahwa Student Day merupakan kegiatan yang dirancang agar mahasiswa Kampus Putih dapat mengekspresikan diri di berbagai bidang. Dengan begitu, muncul potensi-potensi cemerlang yang bisa dikembangkan. Nantinya juga bisa menjadi bekal untuk bersaing, bukan hanya di level kampus tapi juga nasional hingga internasional. “Acara ini memang wajib diikuti oleh mahasiswa UMM, khususnya mahasiswa baru. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan student day 2022 akan dilaksanakan selama satu tahun penuh sampai 2023 mendatang. Harapannya bisa menyaring minat dan bakat dan menyediakan panggung bagi bibit-bibit baru bertalenta. Selain itu juga agar terbangun suasana belajar yang santai namun tetap serius,” kata Rektor asal Kediri tersebut. Fauzan juga menegaskan UMM akan mengundang berbagai tokoh nasional maupun internasional dalam rangkaian Student Day. Hal itu bertujuan untuk memberi pengetahuan dan wawasan untuk mahasiswa baru agar bisa berkarya serta memberikan inovasi. Pun dengan upaya untuk dapat berkompetisi sampai di ajang internasional. Di sisi lain, Ketua Pelaksana Student Day Imamul Hakim, SE., M. Sh menjelaskan bahwa ada empat bidang yang akan diselenggarakan pada saat student day. Keempat bidang tersebut meliputi akademik, kepemimpinan, entrepreuner, dan juga rekreatif. Jangka waktu student day juga diperpanjang dari yang semula 12 minggu menjadi 24 minggu. “Dengan adanya acara student day ini, kami mencoba untuk membangun iklim prestasi di kalangan mahasiswa baru. Hal ini sesuai tegline yang kita buat yaitu kompetisi kuat prestasi hebat. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi kita bersama,” ucapnya. Kegiatan ini disambut baik oleh mahasiswa. Salah satunya Alnora May, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. Menurutnya, banyaknya kegiatan Student Day memberikan keseruan tersendiri. Khususnya saat pembukaan yang memberikan kesempatan untuk berjalan-jalan di salah satu unit usaha milik UMM, Taman Rekreasi Sengkaling. “Naik bebek-bebekan di Sengkaling kegiatan yang paling seru. Apalagi tadi sempat adu balap sama teman-teman. Senam TikTok juga mengasyikkan dan bikin sehat. Tentu saja kami menunggu rangkaian agenda menarik lainnya dari Student Day,” kata Alnora. (syi/wil)

Tim Dosen UMM Kembangkan Kandang 4.0, Tingkatkan Produktivitas Ayam Petelur

Perkembangan teknologi nyatanya memberikan dampak pada banyak bidang. Salah satunya di aspek peternakan yang kini terus mengembangkan teknologi dalam proses produksinya. Hal itu disampaikan oleh Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Lailis Syafaah, MT. Terbaru, ia dan tim menerapkan model kandang closed house ayam petelur berbasis teknologi 4.0 di PT Jatinom Inda Agri, Blitar, November ini. Adapun ini merupakan hasil kolaborasi keduanya yang pendanaannya berasal dari Kemendikbud-Ristek melalui SKIM Kedaireka Matching Fund dengan TA 2022. Lailis, sapaan akrabnya, menjelaskan, Model kandang ini memang tertutup yang dioperasikan berbasis teknologi terbaru. Dengan begitu, manusia tidak perlu banyak turun tangan dalam menangani ayam. Kelebihannya yakni dapat menjamin kenyamanan dan kesehatan ayam yang ada di kandang. “Ketika ayam merasa nyaman dan kesehatan, hal ini akan berefek pada meningkatnya produktivitas ayam. Hal itu tentu akan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi peternak,” tuturnya. Dalam program ini, ada delapan hal yang diupayakan. Pertama yakni alat penghitung telur ayam otomatis sehingga hasilnya lebih akurat. Kemudian ada juga monitoring debit air minum serta bilik bio-security otomatis. Pun dengan otomasi suhu dan kelembaban, sehingga ayam yang ada di kandang tidak kepanasan ataupun kedinginan. Otomasi feeder poultry farm juga termasuk di dalamnya bersama dengan sistem informasi dan monotioring produktivitas telur ayam. Jadi nanti ada data tentang sejauh mana produktivitas ayam-ayam yang ada di kandang. “Dua yang terakhir yakni model efisiensi sistem produksi telur untuk penentuan kebutuhan pakan ayam peterlur serta sistem pembangkit listrik tenaga surya,” kata Lailis yang juga koordinator tim. Program ini juga menjadi upaya UMM mengembangkan skill mahasiswa melalui Center of Excellence (CoE). Misalnya saja CoE Unggas yang sudah berdiri sejak 2018 dan mencetak lulusan-lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Pun dengan CoE PLTS yang akan memberikan pemahaman praktek dan teori mengenai tenaga surya untuk dijadikan listrik. Dengan begitu, program ini semakin memberikan manfaat bagi banyak pihak. Di sisi lain, Manajemen Operasional PT Jatinom Indah Agri, Gunawan Triswanto menilai program ini sangat bermanfaat bagi pihaknya dan mitra. Model ini dirasa dapat memperbaiki dan meningkatkan produksi telur. Menurutnya, penelitian dan pengembangan ini sangat sejalan dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. “Semoga program ini bisa berlanjut secara terus menerus. Dengan begitu, bidang peternakan juga bsia merasakan pengembangan teknologi. Apalagi manusia memang dituntut adaptif dalam mengikuti zaman. Perguruan tinggi, dalam hal ini UMM tentu selalu berusaha memberikan keilmuan dan inovasi baru demi kemaslahatan masyarakat,” ucap Gunawan. (*/wil)