Bikin Prototipe Mobil Etanol, Tim UMM Raih juara KMHE Nasional

Kabar membanggakan datang dari tim Mekatronic Team 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tujuh orang yang tergabung dalam tim tersebut berhasil menyabet juara tiga dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Nasional yang dilaksanakan di Circuit Gelora Bung Tomo, Surabaya. Adapun tim itu berlaga di kategori prototipe etanol pada 30 Oktober-4 November 2022. Menariknya, ini juga menjadi pengalaman pertama para anggota tim untuk bersaing di kompetesi mobil. Ketua Tim Muhammad Abid Zaini menjelaskan bahwa ajang tersebut berupaya menemukan inovasi mobil yang tidak memerlukan banyak energi. Jadi, semakin hemat energi yang digunakan, maka semakin besar peluang untuk menang. “Jadi tiap tim diberi lima kesempatan untuk melakukan race dengan batas waktu tertentu. Kemudian dilihat mobil mana yang paling hemat di antara para peserta. Alhamdulillah kerja keras kami membuahkan hasil juara ketiga,” katanya. Abid, sapaan akrabnya, melanjutkan, ia dan tim telah melakukan persiapan sejak awal tahun 2022, tepatnya pada Januari. Mereka memperhitungkan berbagai hal dan melakukan perakitan sendiri. Sistem pemasangannya juga sudah mereka rancang matang-matang. Mulai dari body mobil, gir, rantai, mesin, chassis, hingga jumlah etanol yang dihabiskan dalam sekali jalan. Meski ajang tersebut menjadi lomba KMHE pertama mereka, namun tak ada rasa takut untuk terus berinovasi dan memberikan sistem yang terbaik. Bahkan mereka tidak ragu untuk bertanya pada dosen pembina serta para senior yang dulu pernah memenangkan kontes serupa. Apalagi dengan adanya dukungan penuh dari Kampus Putih UMM berupa bimbingan, financial, dan juga kebebasan dalam berinovasi. Terkait kendala, mahasiswa teknik mesin tersebut menjelaskan bahwa penyambungan antar bagian masih menjadi yang terumit. Namun, ia yakin dengan riset yang mumpuni, timnya bisa memenangkan juara pertama di kompetisi selanjutnya. Apalagi dengan banyaknya pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapat di KMHE 2022 itu. “Tentu kemenangan ini menjadi bekal yang bagus bagi adik-adik untuk bisa memenangkan KMHE tahun depan. Dengan analisa yang baik perubahan yang strategis, serta perhitungan yang presisi, saya yakin tim mekatronic 3 bisa mendapatkan hasil lebih di ajang selanjutnya,” tegasnya mengakhiri. (wil)
Program Doktoral PAI Sukses Raih Akreditasi Unggul

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa meningkatkan kualitas pendidikannya. Bukan hanya di tingkat sarjana, tapi juga di program doktoral. Terbaru, program doktoral pendidikan agama Islam (PAI) sukses mendapatkan akreditas unggul. Hal itu berdasarkan surat keputusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) yang dikeluarkan pada 4 November lalu. Ketua Program Doktor PAI UMM, Dr. Abdul Haris, MA. menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil proses pengajuan akreditaso dengan format baru. Sebelumnya, program doktor PAI UMM juga telah mendapatkan akreditas A, kemudian kini menjadi Unggul. Ada sederet indikator yang harus dilengkapi oleh pihaknya. Mulai dari visi dan misi, tujaun serta strategi. Pun dengan tata kelola, kerjasama, kemahasiswaan, hingga sumber daya manusia. “Berdasarkan penilaian, dosne kami cukup mumpuni. Sampai saat ini ada 13 dosen yang memberikan pengetahuan baru melalui berbagai cara seperti diskusi atau riset,” tuturnya. Adapula penelitian, pengabdian, dan luaran. Termasuk di dalamnya bagaimana program doktoral PAI bisa melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dengan baik dan seimbang. Menurut Haris, ketiganya menjadi ujung tombak pihaknya untuk terus berbagi ilmu dan pengetahuan. Haris, sapaan akrabnya melanjutkan, prodi PAI doktoral memiliki dua program yang senantiasa ditekankan. Yang pertama ialah kelulusan tepat waktu sehingga para mahasiswa bisa segera menyelesaikan studi dan bisa memberikan kontribusi ke masyarakat. Kemudian yang kedua adalah publikasi yang terus ditekankan sebagai upaya memberikan manfaat keilmuan. Sampai saat ini, ia menegaskan ada lebih dari 80% mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu. Pun dengan publikasi yang terus digenjot agar maksimal. “Saat ini, ada sekitar 85 mahasiswa doktoral yang sedang menempuh studinya di Doktoal PAI UMM. kami juga ingin agar mereka mampu menjadi doktor yang profesional di bidangnya. Mampu mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi berlandaskan Islam serta Muhammadiyah,” katanya. Terakhir, ia berharap doktoral PAI UMM mampu menorehkan berbagai inovasi serta upaya untuk menjadi institusi berkemajuan. Sehingga mampu bersaing di berbagai level, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga interanasional melalui berbagai cara. (wil)