Kaji Habbatussauda, Mahasiswa FK UMM Rengkuh Kemenangan di Ajang Esai Nasional

Kabar membanggakan datang dari tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka adalah Yasmin Zakiyyatuzzahra dan tim, Zulfia Rahmawati Utami serta Jesica Lucky Mar’atus Sholiha yang sukses meraih juara 3 Esai Ilmiah pada ajang 2nd Jember Dentistry Festival, Jember, pada awal November ini. Ketiganya mengangat tema pengobatan herbal dalam perspektif agama. Fokusnya yakni efektivitas pemebrian habbatussauda dalam pengobatan pasien diabetes mellitus tipe 2. Selain itu juga mengkaji pandangan Islam tentang habbatussauda sebagai obat herbal. Adapun habbatussauda merupakan salah satu tanaman herbal paling terkenal di Indonesia. Bahkan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya penunjang terapi diabetes mellitus tipe 2. Di Indonesia, diabetes mellitus yang merupakan penyakit tidak menular nomor 3 yang paling banyak diderita dengan jumlah pengidap sebanyak 19,47 juta. Dengan jumlah penduduk sebesar 179,72 juta, berarti prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6%. “Maka kami mencoba memberikan inovasi dan meneliti hal yang menunjang untuk terapi penyakit ini, salah satunya yakni melalui tanaman herbal. Di samping itu, diriwayatkan dalam sebuah hadist riwayat Bukhari bahwa habbatussauda dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit sejak zaman Rasulullah,” tambah Yasmin. Ia menjelaskan bahwa mereka sudah bersiap diri dari jauh-jauh hari. Beberapa langkahnya yakni menentukan tema, mencari literatur, kemudian juga menyusun kerangka esai. Pun dengan melatih public speaking dan presentasi. Mereka merasa beruntung karena pihak Kampus UMM selalu mendukung potensi mahasiswanya dengan membentuk LSO maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Misalnya saja UKM Forum Diskusi Ilmiah yang sering melahirkan mahasiswa berprestasi. Mereka juga bersyukur bisa turut serta dalam ajang tersebut karena bisa mengenal banyak teman. Dengan begitu, banyak ide dan insight baru yang bisa dikembangkan ketika kembali ke kampus. Apalagi ini perlombaan pertama bagi mereka dan bangga dengan hasil yang diraih. “Saya rasa kemenangan kami ini bukan hanya menjadi pelecut bagi saya dan tim, tapi juga harus menjadi motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk turut berkontr

Kontribusi Bangun Bangsa, UMM Resmikan UKM SDGs

  Tingkat pertumbuhan Ekonomi Indonesia telah mencapai angka 5,7 persen. Namun peningkatan yang baik tersebut tidak diimbangi dengan pemerataan sumber daya manusia (SDM) yang baik pula. Oleh karenanya perlu adanya pemikiran tentang tujuan-tujuan yang berkelanjutan. Kalimat tersebut di sampaikan oleh Setyo Wahyu Sulistyono, S.E., M.E dalam acara launching Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Sustainable Development Peluncuran tersebut dilangsungkan di Aula BAU UMM pada Senin, 14 November 2022. Lebih lanjut, Setyo menjelaskan bahwa dengan pandangan yang berkelanjutan, manusia dapat mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Konsep pembangunan berkelanjutan ini mencakup berbagai bidang kerja seperti ekonomi, lingkungan, hukum, serta bidang lainnya. Meskipun sustainable development merupakan konsep yang penting, namun penerapannya di Indonesia masih kurang. “Kurangnya penerapan sustainable development tersebut terlihat dari kekurangan di sistem ekonomi Indonesia. Seperti yang kita tahu, dalam dunia ekonomi terdapat tiga kebutuhan manusia yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Namun celakanya, kadang ketahanan pangan sering diabaikan. Dengan pengembangan  sustainable development kita dapat melihat lebih jelas peluang dan tantangan kedepannya,” ujar dosen jurusan ekonomi pembangunan itu. Dalam kesempatan yang sama, Pembina UKM SDGs Sandi Wahyudiono, ST., MT. mengatakan bahwa pembentukan UKM ini bertujuan untuk menjaga kesejahteraan ekonomi, kualitas lingkungan hidup, serta pembangunan yang inklusif. Dengan peresmian UKM SDGs hari ini, UMM menjadi perguruan tinggi kedua yang memiliki pusat SDGs di kampusnya. “Diharapkan dengan adanya UKM ini, mahasiswa dapat memberikan sumbangsih peningkatan kualitas hidup dari generasi ke generasi seperti slogan SDGs yaitu tiada hidup yang tertinggal,” ungkap Kepala Bagian Umum Bidang II UMM tersebut. Adapun UKM tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai SDGs. Pun dengan aktivitas-aktivitas yang membangun masyarakat sehingga bisa menekan angka ketertinggalan di sebagian masyarakat. UKM SDGs dinilai memiliki banyak sisi positif. Apalagi dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan mahasiswa yang mampu membawa perubahan baik di kehidupan masyarakat. Meski kecil, tapi perubahan yang terus menerus akan mampu menciptakan hal besar dan bermanfaat. Pada kesempatan itu pula dilaksanakan pelantikan pengurus UKM SDGs yang pertama oleh Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si. Diisi oleh para mahasiswa dari berbagai jurusan, SDGs diharapka

Ratusan Pelajar Antusias Ikuti KESI Udang dan Ikan Koi UMM

Sering kali para pelajar kebingungan dalam mengembangkan minat dan kompetensinya. Melihat hal itu, Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI)  yang memperkenalkan Kelas Profesional Udang dan Ikan Koi. Diikuti ratusan pelajar dari 17 sekolah di Jawa Timur, agenda ini dilaksanakan pada 12 November 2022 lalu. Membuka program, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor I UMM menjelaskan bahwa KESI bertujuan untuk memberikan kompetensi dan pengenalan bagi pelajar mengenai dunia kerja serta industri. Bukan hanya berbasis teori, tapi peserta juga turun ke laboratorium terapan di masing-masing Center of Excellence (CoE). Sehingga mereka bisa asyik melakukan praktek, mulai dari pembibitan hingga pemasaran hasil air tersebut. “Tentu harapannya teman-teman SMA, MA, dan SMK ini bisa banyak mengambil pengetahuan di UMM. Khususnya melalui KESI Udang dan Ikan Koi. Dengan begitu, adik-adik bisa meningkatkan skill sesuai passion dan aspek yang diminatinya,” ungkap Syamsul Smeentara itu, Kepala Prodi Akuakultur UMM Dr. Hany Handajani, S.Pi, M.Si. menceritakan bahwa program ini awalnya dilaksanakan secara daring karena pandemi. Kemudian berkembang dan diadakan secara luring dengan mengundang ratusan pelajar ke Kampus putih. Menurutnya, para peserta terlihat antusias dalam mengikuti setiap proses dan pemberian materi. Lebih lanjut, tujuan dari KESI yakni menambah kompetensi siswa, utamanya hal-hal yang tidak pernah mereka temukan di bangku sekolah. “Kami juga sudah menyediakan tutor dari teman-teman industri serta dosen. Maka, kami berharap para pelajar tertarik untuk terjun di dunia perikanan. Apalagi Indonesia kan memiliki wilayah laut dan air yang cukup luas,” katanya. Apresiasi ditunjukkan oleh para guru, salah satunya Ilmin Syakir, M.Pd. selaku guru pendamping dari Pondok Pesantren Ar-Rahmah, Kabupaten Malang. Menurutnya, program ini bisa memberikan wawasan baru bagi santri-santrinya, mengajak brainstorming mengenaik dunia perikanan, dan mampu memotivasi. “Kegiatan ini menjadi kompetensi baru bagi santri kami. Pun juga sebagai bekal mereka untuk masuk dan mengembangkan diri di dunia perkuliahan. Bahkan bisa juga menjadi bekal membangun usaha di bidang udang dan ikan koi. Semoga program seperti ini bisa terus dijalankan Kampus Putih UMM agar manfaat yang diberikan juga semakin meluas,” katanya mengakhiri. (haq/wil)