Pertunjukan Arjuna Bikin Takjub Mahasiswa Asing ISS UMM

Kisah Arjuna menyambut kedatanganan peserta International Student Summit (ISS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kota Batu. Dihadiri oleh 200-an mahasiswa asing, agenda tersebut merupakan gala dinner yang dilaksanakan di Sendratari Arjuna Wiwaha pada 28 November 2022. Para tamu dan mahasiswa juga disambut langsung oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Menariknya, pertunjukan tersebut mengisahkan Arjuna yang sedang bertapa di Mahameru. Hal itu ia lakukan demi mendapatkan senjata pamungkas dan kesaktian dari para dewa guna menghadapi perang Batarayudha. Sayangnya, pada saat yang sama kayangan tempat para dewa diobrak-abrik olek raksasa bernama Niwatakawaca. Para dewa bingung dan lari serta mencari siapa yang bisa mengalahkan raksasa tersebut. Hingga akhirnya Dewa Indra melihat Arjuna yang sedang bertapa dan memberikannya kesaktian dan senjata panah pasopati. Ia juga diminta untuk mengalahkan Niwatakawaca dengan bantuan Dewi Supraba. Akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran dan Niwatakawaca dikalahkan. Kisah tersebut sukses membius para peserta ISS UMM. Apalagi dengan tambahan unsur-unsur kekinian yang tidak membuat bosan. Dalam kesempatan yang sama, Dewanti mengatakan bahwa meski Batu merupakan kota kecil, namun memiliki keindahan yang luar biasa. Bukan hanya pemandangannya, tapi juga hasil pertanian dan perkebunan serta wisatanya yang melimpah. Menurutnya, ketika para mahasiswa lelah dan suntuk akan tugas, Kota Batu menjadi destinasi yang tepat dengan segala kelebihannya. “Selamat datang peserta ISS UMM. Sendratari Arjuna Wiwaha ini juga menjadi tempat kebanggan kami dan dinas pariwisata. Di sini akan ditampilkan seni-seni tari dan drama polesan seniman yang ada di Batu. Malam hari ini, saudara juga akan menyaksikan kisah menarik yang disuguhkan oleh salah satu sanggar tari,” katanya. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Dr. Sidik Sunaryo, M.Si. M.Hum. mengajak para peserta ISS untuk berbahagia. Menurutnya, malam itu menjadi salah satu momen yang bisa dikenang oleh para mahasiswa asing. Apalagi dengan pertunjukan budaya dan tari yang disuguhkan. Ia juga berterimakasih atas kesempatan yang diberikan pada UMM untuk menjadi tuan rumah ISS 2022. Sebagai kota yang dijadikan destinasi tujuan, Malang dan Batu memiliki beragam budaya. Keberagaman ini tercipta karena datangnya berbagai orang dari seluruh provinsi di indonesia, baik yang sedang menempuh kuliah maupun bekerja. “Kedatangan para mahasiswa asing dari 46 negara ini juga akan menambah keanekaragaman yang ada di Malang. Saya berharap para mahasiswa asing yang datang ke program ISS 2022 dapat bersenang-senang dan dapat menikmati beragam sajian yang diberikan selama tiga hari ke depan,” pungkas Sidik. (wil)

UMM dan Kemlu RI Pecahkan Cara Implementasi Hasil G20

Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Group of Twenty (G20) di tengah invasi Rusia ke Ukraina patut diapresiasi. Hal itu telah membuktikan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki kekuatan dan tidak bisa dimonitor negara maju manapun. Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Jendral Kerjasama Multilateral Tri Tharyat, SH. LL.M pada Sharing Session terkait isu-isu strategis hasil presidensi G-20. Adapun acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 29 November 2022 lalu. Lebih lanjut, Tri menjelaskan, setelah menerima estafet kepemimpinan G20 dari Italia, Indonesia tidak pernah membayangkan akan ada invasi Rusia ke Ukraina yang mengubah pola hubungan antar anggota G20. Karena sejak berdirinya G20, tidak ada situasi seperti itu. Kejadian itu membuat Indonesia mendapat banyak tekanan dari berbagai negara seperti Australia, Korea, Jepang, dan lainnya. “Banyak orang mengira konflik Rusia-Ukraina hanya berlangsung dalam waktu sebulan saja. Nyatanya invasi itu terjadi sampai sekarang. Bukannya membaik, tetapi malah makin kisruh. Pada akhirnya, konflik tersebut tidak hanya berdampak kepada Eropa saja, tapi juga seluruh dunia yang mengganggu stabilitas perekenomian. Hal tersebut menghasilkan triple crisis di berbagai negara yaitu krisis keuangan, pangan dan juga energi. Oleh sebab itu, Indonesia sangat berusaha untuk bisa menyelesaikan krisis ini sebagai bentuk menjaga perdamaian dunia,” jelas Tri. Penyelenggaraan KTT G20 tidak hanya membahas terkait ekonomi, tetapi juga membahas isu lainnya seperti dampak pandemi. Selain itu juga ada isu pangan dan pertanian, kesehatan, pariwisata dan kebudayaan, serta perempuan. Tujuan awal pembangunan berkelanjutan tahun 2030 mengalami perenggangan karena pandemi. Sehingga tim G20 berupaya mendorong dan memulihkan situasi dengan menarik investasi dari luar untuk membantu negara berkembang mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang sudah dicanangkan. “Salah satu hal menarik yang saya apresiasi dari UMM adalah program Center of Excellence (CoE). Saya rasa ini menjadi inovasi solutif yang sejalan dengan hasil G20 pada aspek pendidikan. Apalagi dengan kerjasama yang dibangun bersama industri sheingga menciptakan SDM yang unggul. Semoga bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Tri. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada Tri karena sudah mau datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan hanya untuk berdiskusi informasi tentang G20 tapi juga mengajak sivitas akademika untuk memberikan ide solutif. Hal itu dirasa bisa menciptakan banyak problem solver yang membantu di tengah masyarakat. “Pun bagi mahasiswa yang bisa menambah ilmu dan membangkitkan semangat untuk terus membuat perubahan. Apalagi generasi muda merupakan agent of change. Mudah-mudahan sharing session ini tidak hanya menjadi kabar dan berbagi informasi saja tapi menjadi langkah kerjasama UMM dengan kementrian luar negeri,” harap Fauzan mengakhiri. (zak/wil)