IcoN-BEAT UMM Kaji Virus Newcastle hingga Pangan Fungsional

Bioenergi dan pertanian ramah lingkungan menjadi topik menarik yang banyak banyak dibahas. Salah satunya di International Conference on Bio-Energy and Environmentally Agricultural Technologies (IcoN-BEAT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada akhir November lalu. Tidak hanya menghadirkan pemateri ahli dari dalam negeri, ajang ini juga turut diramaikan oleh sederet peneliti andal dari berbagai universitas. Adapun konferensi ini juga menjadi batu loncatan untuk bertukar informasi tentang ilmu-ilmu pertanian dan peternakan dari dalam maupun luar negeri. Maka, turut hadir ratusan peserta yang menyimak paparan dari awal hingga akhir. Apalagi ini adalah gelaran ketiga konferensi bergengsi tersebut. Salah satunya yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS. dari UMM yang membahas tentang pangan fungsional. Menurutnya, pangan fungsional merupakan makanan yang menyediakan nutrisi dan energi. Lebih dari itu juga dapat memodulasi satu atau lebih fungsi yang terarah dalam tubuh dengan meningkatkan respon fisiologis tertentu. Bahkan juga dapat mengurangi risiko penyakit. “Banyak makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia, tapi sayang kurang bergizi dan tidak bisa menjaga kekebalan tubuh. Maka kita perlu memperbanyak memakan makanan yang fungsional seperti buah-buahan dan sayuran. Misalnya buah kiwi, apel, pir, pisang dan lainnya,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Sawita Suwannarat, Ph.D. mengkaji tentang plasma dingin untuk mengontrol penyakit tular benih. Dijelaskan olehnya, plasma tersebut memiliki banyak manfaat, baik di aspek hasil ternak, benih, tanaman dan lainnya. Sawita, sapaan akrabnya, juga memberikan klasifikasi plasma serta komponennya. “Plasma ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga benih di penyimpanan. Utamanya dari benih yang berpenyakit sehingga tidak tertular. Kalau sampai tertular, benih tersebut tentu tidak akan maksimal pertumbuhannya,” katanya menjelaskan. Plasma ini dapat bermanfaat untuk banyakk bidang, seperti hasil ternak, benih, tanaman, dan masih banyak lagi. Sawita menjelaskan juga secara detail mengenai klasiifikasi plasma dan komponennya, serta bagaimana rumus kimia dan pengaplikasiannya. Plasma ini sangat bermanfaat untuk menjaga benih dipenyimpanan agar tidak menular kebenih yang lain. Jika menular, maka kettika ditanam benih tersebut tidak dapat masimal pertumbuhannya. Paparan menarik juga datang dari Prof. Farhid Hemmatzadeh. DVM, Ph.D dari University of Adelaide, Australia. Ia mengkaji tentang virus penyakit Newcastle yang baru-baru ini muncul dan merugikan. Virus ini menyerang hewan-hewan ternak seperti ayam. Sementara Dr. Ir. Joachim J. Schouteten menutup konferensi dengan topik penilaian konsumen terhadap pengalaman konsumsi produk makanan. Bagaimana hubungan emosional, kegunaan, dan penampilan dengan produk makanan terkait. Terkait konferensi tersebut, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. berharap ajang seperti ini dapat terus diadakan. Hal itu tidak lepas dari upaya UMM untuk menjaga kultur akademik dan penelitian. Sehingga muncul penemuan dan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. (wil)

Arif Zuhri, Kaprodi HKI UMM yang Terpilih Jadi Ketua Perkasa

Kabar membanggakan datang dari Prodi Hukum Kelaurga Islam (HKI) Universiats Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.Hi. selaku ketua prodi HKI UMM dinobatkan menjadi ketua Ketua Perkumpulan Akhwal Syakhsiyah (Perkasa) Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta wilayah IV. Hal itu berdasarkan musyawarah dan pemilihan yang dilaksanakan pada November lalu. Adapun Perkasa merupakan asosiasi yang dibentuk oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah IV Surabaya pada 2016. Ada sederet tugas yang harus diemban, mulai dari menghimpun dan menjadi jembatan bagi seluruh Prodi HKI tingkat perguruan tinggi swasta. Utamanya dalam upaya berkolaborasi mewujudkan Tridharma Perguruan Tiinggi. Di antaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Arif, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Perkasa juga berupaya mengoptimalisasi kinerja para akademisi di lingkungan HKI. Kemudian juga melahirkan organisasi keilmuan bidang HKI atau Akhwal Syahkhsiyah dengan nama Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam Swasta ( ADHIKS ). “Lewat Perkasa ini, saya harap kolaborasi dan kerjasama prod HKI di berbagai perguruan tinggi bsia semakin solid, erat, dan mampu bekerja secara kolektif kolegial. Sehingga kita semua bisa melahirkan generasi penerus yang mumpuni dan memiliki tingkat keilmuan yang bagus,” tegasnya. Selain pemilihan pengurus dan ketua baru, konferensi Perkasa juga diisi dengan workshop seputar program MBKM. Terlihat dari tema yang diangkat yakni “Integrasi Program MBKM dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Keislaman Swasta“. Program yang dicanangkan oleh Menditeri Pendidikan dan Kebudayan ini lambat laun menuai banyak tantangan. Maka perlu ada solusi dan inovasi agar program menarik ini dapat berjalan dengan maksimal. Menariknya, tim UMM juga menjadi pemateri dalam workshop itu. Pada ajang itu, ada lebih dari 30 perguruan tinggi yang turut serta. Adapun proses pemilihannya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, yakni pemilihan melalui jalur seleksi yang kemudian menghasilkan lima peserta terpilih. Kemudian yang kedua yakni pemilihan suara terbanyak oleh anggota Perkasa. Hingga akhirnya muncul nama Arif sebagai ketua Perkasa. “Terpilihnya saya sebagai ketua Perkasa bukan hanya menjadi kabar membanggakan. Lebih dari itu juga menjadi amanah dan tanggung jawab yang betul-betul harus diemban. Bagaimana saya dan teman-teman bisa mewujudkan visi yang ingin dicapai di beberapa tahun ke depan. Semoga saya bisa memberikan warna baru di Perkasa,” harapnya. (rev/wil)