CEO Ginray Jepang Ajari Wisudawan UMM Cara Berbisnis

Bisnis tidak hanya sekadar pada profit dan investasi saja. Justru keduanya malah tidak menghasilkan apa-apa. Hal tersebut disampaikan oleh CEO Ginray Co.Ltd Shinji Okazaki, MBA. Di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang pada 15 Desember 2022 lalu. Adapun Ginray Co. Ltd merupakan perusahan besar Jepang yang bergerak di pertanian dan makanan. Menurut Okazaki bisnis adalah sebuah ide atau gagasan yang disalurkan untuk mengatasi sebuah masalah yang terjadi di sekitar kita. Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan yang besar dengan adanya krisis pangan yang terjadi di berbagai negara. Pun dengan perubahan iklim hingga jumlah penduduk yang terus meningkat. Menurutnya, permasalahan itu tidak bisa diselesaikan diri, perlu adanya kerja sama dari berbagai negara dan juga berbagai pihak untuk saling membantu. Namun, menurutnya menjalin kerjasama bukan perkara mudah. Apalagi dengan banyaknya perbedaan dan persaingan. Menariknya, ia melihat bahwa perbedaan seharus bisa dijadikan kunci mengatasi permasalahan. Salah satu caranya yakni melakukan sesuatu bukan berdasarkan keinginan sendiri atau kelompok, tapi untuk kepentingan bersama. “Kedatangan kami ke UMM tidak lain adalah untuk menjalin kerja sama, dengan begitu akan ada generasi yang nantinya menjadi bagian dalam mengatasi permasalahan dunia. Sekali lagi selamat untuk para wisudawan dan wisudawati, orang tua dan juga dosen karena sudah sampai di momen ini,” ungkapnya. Hadir pula dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang membuka banyak lowongan pekerjaan. Berbagai investasi juga banyak dibuka karena hal ini bisa memperbesar jumlah pekerjaan yang tersedia. “Namun untuk mendatangkan investor tentu tidak mudah, karena kita juga berkompetisi dengan negara lain yang memiliki tujuan yang sama,” katanya. Muhadjir, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa salah satu upaya untuk memenangkan kompetisi itu adalah dengan pmenyelenggarakan agenda besar yang strategis. termasuk Indonesia yang berhasil menjadi tuan rumah G20. Apalagi mengingat negara yang tergabung di G20 merupakan negara yang memiliki gross domestik program tinggi. Indonesia saat ini berada diposisi 16 di antara 20 negara dari segi kekayaan. Naumn, pada tahun 2045 Indonesia memiliki target untuk mencapai posisi ke lima. “Untuk mencapai tujuan itu, maka para wisudawan hari inilah yang akan mengambil peran signifikan. Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, saudara harus memiliki modal yang cukup karena tingginya persaingan. Tidak cukup belajar di perguruan tinggi saja, namun harus tetap belajar untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ungkapnya. Adapun Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menilai bahwa para wisudawan merupakan golongan yang beruntung karena sudah lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu tidak lepas dari raihan UMM yang mendapatkan beragam pengakuan nasional dan internasional. “Ini menjadi modal yang sangat bagus. Selalu pergunakan ilmu yang sudah saudara dapat untuk menebar kebermanfaatan. Jadilah problem solver di tengah masyarakat, bukan malah menjadi problem maker. Sekali lagi, selamat untuk para wisudawan, saya harap anda selalu percaya diri dalam menyongsong masa depan,” harap Fauzan mengakhiri. (zak/wil)
Unik, Wisudawan UMM Ini Hadiri Wisuda dengan Naik Kuda dan Dokar

Menghadiri wisuda dengan mengendarai mobil atau motor sudah biasa. Bagaimana jika datang ke wisuda dengan menaiki kuda diiringi keluarga yang mengendarai dokar? Hal itu dirasakan oleh Nur Avia Aminia Junaedy, wisudawan jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang datang ke wisuda UMM pada 15 Desember 2022 lalu. Ia dengan lincah mengendarai kuda diikuti rombongan keluarga bersama empat dokar. Avia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sudah lama ia merencakan hal tersebut. Ia merasa wisuda merupakan momen istimewa yang harus dirayakan secara berbeda. Maka, kuda dan dokar menjadi pilihannya. “Apalagi ini adalah momen sekali seumur hidup. Saya ingin agar kenangan hari ini bisa selalu saya ingat hingga tua nanti,” katanya. Perempuan asal Malang ini memang menyukai kuda sejak lama. ia juga diajari ayahnya bagaimana menaiki kuda dan menenangkannya. Bahkan, Avia menunggang kuda dari rumah hingga ke Dome, lokasi wisuda UMM dilaksanakan. Apalagi jarak rumahnya di Tegalgondo tidak begitu jauh dari Kampus Putih. Beruntung, keputusannya membawa kuda saat wisuda diperbolehkan oleh kedua orangtuanya. Malah didukung karena memang kedua orang tuanya memiliki peternakan tidak jauh dari rumah. “Alhamdulillah diperbolehkan untuk mengukir kenangan manis. Saya juga berharap UMM bisa terus mengembangkan berbagai hal dan semakin maju. Sehingga prestasi demi prestasi terus diraih dan menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya. Sementara itu, sang ayah, Usman Junaidi menjelaskan bahwa anaknya memang menyukai hewan sejak belia, utamanya sapi dan kuda. Hal itu tidak lepas dari kebiasaan Usman yang sering mengajak Avia ke peternakan. Adapun saat ini ada beberapa sapi dan kuda yang ia miliki. “Malah mau saya Avia naik sapi yang besar saja, bukan kuda. Tapi dia memilih kuda sebagai tunggangannya untuk wisuda. Kebetulan kami memang memiliki peternakan sapi. Kalau kuda, saya hobi merawat dan menunggang kuda. Ternyata anak saya juga suka dan ikut nimbrung kalau saya sedang merawat sapi dan kuda,” katanya. Terakhir, Usman berharap anaknya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia yakin bahwa dengan pendidikan, kesejahteraan dan kebahagiaan bisa dicapai. Usman dan istri juga berterimakasih kepada UMM yang menyediakan berbagai fasilitas sehingga anaknya bisa berkuliah dengan baik dan selesai dengan hasil memuaskan. “Semoga UMM bisa senantiasa menebar manfaatnya dengan berbagai cara. Saya yakin, segala prestasi akan terus mengalir ke Kampus Putih. Sekali lagi terimakasih telah mendidik anak saya dengan baik,” pungkasnya mengakhiri. (wil)