Gaet Perusahaan Ternama, UMM Resmikan Lab CoE PLTS

Dalam upaya meningkatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan laboratorium PLTS dengan kapasitas 5,82 kWp. Peresmian yang dilaksanakan pada akhir November lalu ini juga dihadiri oleh tim dari perusahaan manufacture inverter asal Taiwan Goodwe Technologies Co Ltd. dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memberikan dana corporate social responsibility. Adapun laboratorium tersebut dibangun dalam waktu kurang dari tiga minggu dibantu oleh PT. Adidaya Renewable Energy dan PT. Jayatama Adi Sentosa sebagai kontraktor utama. Menariknya, tidak hanya peresmian, Fakultas Teknik juga melangsungkan seminar yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan ratusan siswa Smk di wilayah Malang. Richard Merchury selaku Country Sales Manager Goodwe Indonesia menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium ini sangat bagus. Apalagi melihat ekosistem PLTS di Indonesia masih tergolong baru. Sehingga akan banyak kesempatan luas, baik dari sisi bisnis maupun lapangan kerja. “Kesempatan akan datang kepada orang yang sudah mempersiapkan diri. Dan Kampus Putih UMM sudah menyiapkan PLTS dengan sangat baik,” tegasnya. Adanya laboratorium PLTS juga dinilai strategis untuk membangun kompetensi mahasiswa teknik elektro. Utamanya di bidang perancanan, pemasangan dan operasional. Pun dengan upaya perawatan terkait PLTS yang tentu dibutuhkan. Sememtara di sisi bisnis, energi surya dinilai cukup menjanjikan meski masyarakat awam masih belum banyak mengerti. Ditamlah lagi dengan ketidaktahuan tentang regulasi pemerintah mengenai penggunaan PLTS. Pada kesempatan yang sama, Alwan Zanuar selaku engineer dari PT. Adidaya Renewable Energy mengatakan bahwa laboratorium ini mampu mendorong mahasiswa untuk lebih tahu bagaimana memasang dan mendesain sebuah PLTS. Sehingga, lahan eksplorasi mahasiswa bisa meningkat. Bahkan menurutnya, laboratorium ini dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan pembangkit yang lain. Apalagi melihat potensi renewable energi dan green energy semakin maju dan masif. “Semoga mahasiswa bisa mempelajari banyak hal terkait PLTS di laboratorium ini. Pun agar bisa memberi pemahaman lebih kepada masyarakat awam bahwa PLTS bisa menjadi alternatif yang baik. Bukan hanya bagi mereka, tapi juga bagi lingkungan,” katanya. Sementara itu, penanggungjawab Center of Excellence (CoE) PLTS Basri Noor Cahyadi, M.Sc. mengungkapkan bahwa laboratorium ini memiliki sederet tujuan khusus. Salah satunya bertujuan untuk menunjang praktikum mahasiswa CoE PLTS. Bahkan juga dijadikan sebagai uji kompetensi skala P3 baik itu mahasiswa maupun orang luar yang ingin mendapatkan sertifikasi profesi. “Laboratorium ini juga menjadi ousat energu abru terbarukan, khususnya dalam penguatan CoE PLTS. Kami berharap akan muncul berbagai inovasi baru seperti penelitian-penelitian di bdiang solar cgarge controler hingga battery management,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)
Driver Ojek Online Asal NTT, Semangat Kuliah di UMM Demi Cita-Cita jadi Negarawan

Meski berprofesi sebagai tukang ojek online, cita-cita Syaiful Muhammad Usman mahasiswa Jurusan Sosiologi Program Pascasarjana UMM asal Kupang, Nusa Tenggara Timur setinggi langit. Pria asli Pulau Timor ini ingin menjadi seorang negarawan. “Saya kuliah tidak semata-semata untuk memperoleh gelar, namun juga untuk menambah ilmu sebanyak mungkin dan menambah relasi. Saya ingin belajar tentang sosiologi dan politik, karena ingin menjadi negarawan,“ ujarnya. Berbekal manajemen waktu yang baik, Syaiful menyelaraskan langkahnya untuk tetap bekerja dengan profesional tanpa menyisihkan kewajiban belajarnya. Meski dilakukan secara online, setiap perkuliahan dia ikuti dengan sungguh-sungguh. “Kerja mulai pagi sampai malam. Kalau sedang ada jadwal kuliah, saya offkan dulu aplikasinya. Selesai kuliah lanjut ngojek lagi,” ujarnya. Meski mungkin ada yang memandang sebelah mata, Syaiful tak lantas minder dengan pekerjaannya. Menjadi driver ojek online memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya. Sehari, ia bisa mendapat ratusan ribu. Meski terlihat sedikit, tapi menurutnya lama-kelamaan akan menjadi banyak dan mampu menghidupinya serta membayar kuliah. Kuncinya adalah tidak merasa gengsi karena yang penting pekerjaan bisa menghasilkan dan berkah. Tekad Syaiful yang besar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga ia usahakan melalui jalur beasiswa. “Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan kemudahan dari arah yang tidak di sangka-sangka. Saya mendapatkan potongan biaya dari pihak kampus karena aktif di Pemuda Muhammadiyah Kupang, selain itu juga ada bantuan dari BAZNAS, dompet Dhuafa dan LAZISMU,” ucapnya senang. Kesempatan emas ini tak ingin Syaiful sia-siakan. Meski terpisah jarak yang cukup jauh, semangat dan keinginannya besar. Ia optimis, ikhtiarnya dapat menjadi tangga yang mengantarkan dirinya untuk mewujudkan mimpi. Membantu orang dalam jumlah yang lebih banyak melalui berbagai kebijakan yang dibuat. Ia memang ingin menjadi salah satu anggota dewan. Menurutnya, ranah politik menjadi tempat yang tsrategis untuk membantu. Bukan hanya satu dua saja, tapi banyak orang. Meski memiliki pengalaman di lembaga zakat, namun ia merasa masih kurang maksimal. Maka belajar di UMM menjadi salah satu upayanya meningkatkan kapasitas. Memilih UMM sebagai tempat melanjutkan studi, Syaiful mengaku ini adalah pilihan yang paling tepat. Menurutnya, menjadi mahasiswa UMM menjadi kebanggan sendiri. “Meskipun jaraknya cukup jauh, kami orang-orang NTT terutama yang muslim merasa bangga berkuliah di UMM yang memiliki nuansa religius dan berskala internasional,” ujarnya. Selain banyak kesempatan beasiswa, Pendidikan Pascasarjana di UMM menurutnya cukup terjangkau karena dapar dibayar secara berangsur. Ini menjadi salah satu yang meringankan langkahnya. Para dosen yang sangat kooperatif juga menjadi salah satu hal yang membuat dirinya merasan nyaman. (aul/sil/wil)