Mega Baskara, Pentas Drama Lokal Garapan PGSD UMM

Mega Baskara adalah tajun pementasan yang dilangsungkan oleh program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Diikuti ratusan peserta, pagelaran drama itu memberikan decak kagum berkat cerita, penampilan dan musik yang ditampilkan pada 29 Desember 2022 lalu. Apalagi dengan penampilan yang beragam seperti cerita rakyat, puisi, hingg aseni tari. Ketua pelaksana, Naila Zulfaida menjelaskan bahwa pagelaran drama ini bertujuan untuk menjaga budaya nusantara dan menghidupkan kembali cerita rakyat. Selain itu juga mengajak anak-anak muda untuk mencintai budaya lokal. “Memang sebenarnya gelaran ini merupakan ajang kompetisi tugas akhir teman-teman. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami turut serta menjaga dan melestarikan budaya Indonesia,” katanya. Adapun tiap tim dan kelas membawakan cerita dari berbagai pulau yang berbeda. Ada yang dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Dalam agenda itu pula mahasiswa dilatih untuk menjadi penyelenggara, aktor, penulis naskah, hingga penyedia musik agar penampilan yang dibawa menarik. Pun agar mereka bsia merasakan bagaimana proses penampilan seni budaya nusantara. Sementara itu, Innany Mukhlishina, M.Pd selaku dosen pengampu mengatakan bahwa sebenarnya drama tersebut dilakukan rutin setiap tahun. Pun juga sebagai proyek akhir mata kuliah yang dirasa menyenangkan sekaligus memberikan edukasi. “Mata kuliah kajian Bahasa Indonesia SD yang saya ampu ebrsama Ibu Delora jantung Amelia ini memang ingin mengajak mahasiswa dan anak muda untuk lebih mencintai budaya lokal. Dengan begitu, tidak mudah tergerus dengan budaya-budaya luar negeri dari erpoa, amerika maupun juga korea selatan,” tegasnya. Inany, sapaan akrabnya mengatakan bahwa agenda ini sangat dinanti-nanti, bukan hanya bagi mahasiswa PGSD tapi juga mahasiswa dan orang lain. Karena memberikan penampilan menarik yang sudah disiapkan sejak lama. “Melalui cara ini, kami juga ingin agar lulusan PGSD bisa menjadi sosok yang multilalenta. Tidak sekadar memiliki kemampuan akademik dan keahlian mengajar, namun juga memiliki keahlian lain di bidang nonakademik,” harapnya mengakhiri. (*/wil)
Bawa Misi Pengembangan Mahasiswa, Wakil Rektor III UMM Jadi Sekjend Forpimawa

Forum Pimpinan Kemahasiswaan (Forpimawa) adalah forum kemahasiswaan perguruan tinggi seluruh Indonesia yang menjadi wadah penyeimbang antara pimpinan perguruan tinggi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut dikatan oleh Dr. Nur Subeki, ST., MT. selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terpilih sebagai Sekretaris Jendral (Sekjend) Forpimawa. Adapun ia terpilih pada Desember ini dalam Rapat Pleno pemilihan ketua dan sekretaris bertempat di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Eki, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Forpimawa merupakan mediator kerjasama perguruan tinggi dengan kementerian, salah satunya terkait beasiswa. Selain itu, Forpimawa juga fokus mnejalin kerjasama dengan pemerintahan dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam berbagai kompetisi mahasiswa. forum ini ikut andil dalam menentukan Sistem Pemeringkatan Perguruan Tinggi yang berkolaborasi dengan Kemendikbud-Ristek. Sistem pemeringkatan dinilai mampu melecut semangat perguruan tinggi untuk berinovasi dan menciptakan hal kreatif. Sistem ini juga mampu menciptakan pola pendampingan universitas yang dirasa besar, kepada perguruan tinggi yang dirasa masih berkembang. “Melalui sistem pemeringkatan ini, ke depannya bisa membentuk pola pendampingan antar universitas. Ini juga menjadi langkah penyeimbang kualitas pendidikan di perguruan tinggi Indonesia,” imbuhnya. Dosen Teknik Mesin UMM ini mengatakan bahwa Forpimawa ini tentu terus meningkatkan jumlah beasiswa, baik itu kerjasama dengan pemerintahan dan pihak swasta. Menurutnya, jika berhasil, minat pelajar untuk meneruskan ke jenjang kuliah akan lebih tinggi. “Kami tentu ingin jumlah anak muda, khususnya pelajar yang ingin melanjutkan ke jenjang sarjana bisa meningkat. Salah satunya melalui penyediaan beasiswa yang akan kami usahakan. Tentu dengan menggaet berbagai pihak,” katanya. Pada akhir wawancara, ia berharap Forpimawa ini bisa menjadi wadah saling sinergi antar universitas dan pemerintahan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Salah satunya melalui internalisasi sinergi dalam tubuh Forpimawa, sehingga forum kemahasiswaan ini berjalan searah dengan pengembangan mahasiswa. (haq/wil)