Dua Kepala Daerah Alumni UMM Bicara Cara Memberi Manfaat bagi Bangsa

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa memberi manfaat kepada orang lain. Hal tersebut ditegaskan Bupati Pasuruan, H. M. Dr. Irsyad Yusuf, S.E., M.MA pada kuliah tamu mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun acara tersebut diselenggarakan pada 31 januari 2023 lalu di Hotel Kapal Garden Sengkaling. Bupati pasuruan yang lebih akrab disapa Gus Irsyad itu mengungkapkan kesuksesannya menjadi bupati Pasuruan adalah karena kemauannya untuk emenbar manfaat kepada masyarakat, bangsa dan juga negara. “Berkontribusi kepada masyarakat itu bisa dimulai dari mana saja. Tidak harus seperti saya, saudara bisa jadi pengusaha, politikus, tenaga pendidik ataupun yang lainnya. Tapi harus memiliki tujuan yang jelas. Misalnya kalau jadi bupati, harus punya visi dan misi dalam program pembangunan. Dimana, tujuan dari pembangunan itu sendiri adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” jelas Irsyad. Alumnus UMM itu juga menjelaskan bahwa dalam membangun, bukan hanya tujuan yang harus jelas, tapi juga harus memiliki sasaran dan target yang tepat. Sehingga program bisa mencapai tujuan yang sudah dicanangkan. “Selain itu, kolaborasi juga menjadi hal penting dalam mempercepat proses pembangunan. Jika ingin mempercepat pembangunan di bidang pendidikan, maka pemerintah harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sehingga pihak kampus nantinya turut membantu untuk memberikan masukan atau ikut membangun berbagai sektor,” kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMM itu. Irsyad juga mendorong mahasiswa untuk percaya pada proses dan terus maju meski banyak halangan. Pun dengan memperluas koneksi dan kolega dalam membangun karir. Ia juga meminta mereka untuk tidak melupakan guru serta dosne yang telah mendidik dan memoles mereka menjadi pribadi yang sukses. Senada dengan yang disampaikan Irsyad, Wakil bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi di bidang yang digeluti. Tidak apa-apa jika harus mulai dari bawah, selama bisa mnejadi pusat manfaat bagi sesama. Ia bahkan menceritakan karirnya di politik yang diawali dengan menjadi aktivis kampus. Kemudian setelah lulus diamanahi menjadi kepala desa dan dilanjutkan menjadi anggota DPRD hingga menjadi ketua DPRD. Berkat kepiawaiannya dalam memimpin, ia akhirnya juga diberi amanah untuk menjabat sebagai Wakil Bupati Malang. “Semua itu didapat dari proses belajar dan usaha. Selain itu, istiqomah juga penting dalam pembelajaran, karena diluar sana kalian akan bertemu ribuan orang yang memiliki keinginan atau cita-cita yang sama dengan kalian,” ungkap Didik yang juga alumnus UMM itu. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki S.T, M.T. menilai bahwa alumni memiliki peran penting dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang kompetitif. Salah satunya dengan kolaborasi bersama banyak pihak. Di mana banyak peluang yang bisa diraih oleh mahasiswa dan alumni di sektor pemerintahan, perusahaan maupun lembaga lainnya. “Oleh karena itu, ambilah hal-hal baik yang bisa diteladani dari para alumni. Jadikan itu sebagai motivasi dan bangun diri untuk menjadi pribadi yang memberikan dampak positif. Bukan hanya untuk UMM tapi juga untuk bangsa,” tegasnya mengakhiri. (zak/wil)

Alumnus UMM Jelaskan Pentingnya Fisioterapis bagi Atlet

Dalam dunia olahraga, cedera adalah hal yang paling menakutkan bagi atlet. Sebesar apapun bakat atau sekonsisten apapun performa yang ditunjukkan, semua akan lenyap ketika mengalami cedera. Hal itu dikatakan oleh Fisioterapis alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Izzul Mujahidin. Ia mengarakan bahwa jika seorang atlet mengalami cedera parah yang tak kunjung sembuh selama bertahun-tahun, maka akan menghambat karirnya. Bahkna bisa pensiun dini dan harus mengubur mimpinya. Maka kehadiran fisioterapis di dunia olahraga menjadi hal yang penting. “Sebagian besar masyarakat belum mengetahui peran penting fisioterapis, utamanya dalam dunia olahraga. Padahal kami memiliki tugas penting seperti memulihkan maupun memaksimalkan kondisi atlet,” katanya. Izzul, begitu ia kerap disapa, menjelaskan bahwa fisioterapi atau terapi fisik itu merupakan rangkaian prosedur. Mulai dari memeriksa, menangani, hingga mengeveluasi pasien yang mengalami keterbatasan gerak dan fungsi tubuh. Proses fisioterapi juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya cedera serta gangguan gerakan di kemudian hari. Adapun ia telah mendirikan klinik yang bernama Society Physioteraphy. Klinik yang baru diresmikan Desember lalu itu memang secara khusus menangani kasus-kasus cedera olahraga dan muskuloskeletal. Ia juga sudah bergabung dengan organisasi-organisasi fisio sport. Menurutnya ada banyak pekerjaan utama seorang fisioterapis dalam dunia olahraga.Mulai dari bertanggung jawab atas program-program latihan untuk atlet, membuat penilaian terhadap resiko cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, atau kadang memberi nasehat mengenai makanan yang dikonsumsi. Selain itu juga memberi masukan kepada pelatih mengenai situasi dan kondisi dari seorang pemain. Apakah pemain bersangkutan siap untuk bermain dalam sebuah pertandingan, apakah dia fit, dan berapa menit kira-kira waktu bermainnya. “Seorang fisioterapis olahraga juga membantu meningkatkan performa fisiknya. Yakni dari kondisi cedera ke kondisi fisik yang sehat dan bugar kembali. Biasanya fisioterapis juga memberi rekomendasi bagaimana seharusnya atlet berlatih dan melakukan pemanasan sebelum bertanding, agar cedera yang pernah kita alami tidak terulang kembali,” jelas alumnus jurusan Fisioterapi UMM 2014 ini. Ia mengaku mendapatkan banyak hal ketika berkuliah di UMM. Bukan hanya ilmu saja, tapi juga koneksi, cara membuka usaha, dan bagaimana memaksimalkan potensi diri. Izzul menilai, perjalanannya sebagai fisioterapis tidak lepas dari pengalamannya di Kampus Putih. (van/wil)