Halal Center UMM Gandeng Lembaga Halal Malaysia

Memiliki komitmen untuk meningkatkan sadar halal secara global, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gaet lembaga halal asal Malaysia. Salah satunya menerima kunjungan tim dari International partnership and Global Event Serunai Commerce Malaysia pada 9 Februari 2023. Kedatangan mereka yakni untuk melakukan kerjasama dengan Halal Center UMM. Intan Suriya Ramly selaku Director of International partnership and Global Event Serunai mengatakan bahwa perusahaannya adalah lembaga yang memang bergerak di bidang halal. Termasuk melakukan sertifikasi halal baik skala kecil, menengah hingga perusahaan besar. Selain itu juga memiliki kompetensi sumber daya manusia dan teknologi dalam upaya menyatukan komunitas pegiat halal di dunia, dimulai dengan ASEAN mini (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand). “Kami juga mempunyai komitmen untuk mempermudah umat Islam terhadap kebutuhan dan informasi produk halal. Yakni melalui pemeriksaan halal, autentikasi halal, publikasi atau sosialisasi yang mendukung banyak pihak. Menurut saya, Halal Center UMM menjadi pihak yang strategis untuk menjalin kerjasama,” terang Intan. Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. selaku Kepala PS P3 Halal UMM mengatakan bahwa ada sederet bidang yang bisa dikolaborasikan. Utamanya dala pendampingan halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mellaui Halal Center UMM. Pun dengan lembaga pemeriksa halal Muhammadiyah maupun Pemerintah daerah. “Hal itu merupakan upaya untuk memperbanyak  wirausaha muslim yang mempunyai produk bersertifikat halal. Pun dengan standar yang disepakati bersama agar dapat digunakan untuk mempermudah membuat jejaring informasi produk, outlet, hingga toko oleh-oleh yang sudah bersertifikasi halal,” jelas Elfi. Adapun kedua belah pihak saling memberi input untuk memperkuat ekosistem dan industrialisasi halal di dunia, khususnya ASEAN. Kemudian juga merancang kurikulum bersama dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada stakeholders yang mana selaras dengan tujuan dan keinginan PS P3 Halal dalam membentuk CoE Halal UMM. “Kami berharap program dan kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan sadar halal bagi produsen, konsumen dan peran kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan keislaman dan mendunia. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Anbiya’ ayat 107, Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (rahamatan liralamin),” haraf Elfi. Rencana kerja sama itupun juga mendapat tanggapan baik dari Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd . Ia sangat mendukung dengan program dan target internasionalisasi UMM. Utamanya untuk menyiapkan SDM menyongsong Indonesia menjadi pusat halal dunia 2024 dan Indonesia Emas 2045. “Saya kira kerjasama ini bisa direalisasikan ddi berbagai aspek. Misalnya kegiatan ilmiah seperti workshop ataupun seminar hingga pelatihan atau pendampingan, penelitian, dan publikasi bersama. Selain itu juga dapat menjadi kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk pertukaran kegiatan magang sebagai mitra kerja Serunai di negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya,” harap Fauzan. (zak/wil)

Dosen UMM: Jelang Pemilu, Pemilih Pemula Wajib Waspadai Black Campaign

Pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah akan segera dilaksanakan pada tahun 2024. Ini merupakan salah satu bentuk dari partisipasi politik di masyarakat. Partisipasi politik sendiri memiliki banyak bentuk. Salah satunya adalah voting atau pemungutan suara untuk memilih wakil rakyat. Hal ini dijelaskan oleh Ach. Apriyanto Romadhan, S.Ip., M.Si. selaku Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, dalam memilih wakil rakyat ada tiga tahapan yang dilalui oleh pemilih. Pertama, akses sumber informasi yang berkaitan dengan wakil rakyat bakal calon. Bisa dengan melihat program kerja maupun track recordnya. Kedua, proses di mana pemilih ikut dalam melakukan pemungutan suara. ”Ketiga, pasca dimana pemilih mengawal calon yang terpilih dan melihat apakah mereka berhasil dalam struktur legislatif. Kemudian melihat apakah mereka menjalankan program-program yang telah dijanjikan ketika berkampanye,” lanjutnya. Achmad, sapaannya, juga menekankan bahwa pemilih yang baik adalah mereka yang memiliki orientasi terhadap program kerja dan track record dari calon wakil rakyat. Maka, perlu adanya pendidikan politik yang diberikan oleh partai pengusung calon maupun pihak lainnya. Hal ini dilakukan bukan hanya menjelang pemilu saja, tetapi dilakukan secara periodik dan berkelanjutan. Sehingga dapat meningkatkan stock of knowledge bagi pemilih terkait pemilu maupun politik. Sejalan dengan hal itu, pendidikan politik akan meningkatkan kepercayaan pemilih terhadap kapasitas calon. Selain pendidikan politik, penting juga peran dari media sosial dalam mengkampanyekan berita-berita politik. Baik itu prestasi maupun pribadi calon-calon yang diusung. Selain itu, media sosial nyatanya juga dapat menjadi black campaign dalam memberikan berita-berita bohong informasi calon wakil rakyat tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus lembaga pendidikan maupun lembaga masyarakat yang memiliki kepedulian dalam pendidikan politik. Dengan meningkatnya pendidikan politik dari stakeholder akan meningkat pula modal intelektual para pemilih pemula. “Fungsi pendidikan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi yang tentu akan meningkatkan penjaringan informasi dalam memilih calon atau partai yang akan dipilih,” jelasnya. Untuk melihat track record calon, dapat dilihat dari keanggotan partai politik calon, latar belakang calon melalui akses yang diberikan oleh KPU dan dari berbagai media. Sehingga pemilih dapat membandingkan informasi yang didapat, menyaring informasi sepadat mungkin dan selektif agar tidak mudah terbawa arus black campaign. “Keberhasilan suatu pemilu adalah proses kerja sama antara berbagai kepentingan, baik itu pemerintah, lembaga swasta, masyarakat, maupun organisasi-organisasi lainnya. Ini adalah tugas bersama untuk mencerdaskan pemilih pemula dengan membuka kelas-kelas politik,” tutupnya. (nov/wil)