UMM Bekali Wisudawan, Hadirkan Dubes Lebanon dan UNDP

Dunia membutuhkan 1,8 miliar anak muda untuk ikut andil membuat perubahan dan menyukseskan Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut ditegaskan oleh Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Jakarta, Mr. Norimasa Shimomura dalam wisuda Universitas Muhammadiyah Malang ke- 107. Adapun wisuda yang dialksanakan pada 21 Februari 2023 itu dihadiri ribuan wisudawan dan tamu. Norimasa, sapaan akrabnya, juga memberikan konsep tentang Ikigai dalam kehidupan kepada para wisudawan. Ikigai menurutnya adalah konsep mencari kebahagian. Ada dua hal menarik yang bisa diperhatikan dalam konsep Ikigai tersebut. Hal pertama yakni tentang sebuah pencapaian. Dalam kehidupan sehari-hari, momen hari ini harus lebih baik ketimbang kemarin, sementara besok akan lebih baik dari hari ini. Kemudian yang kedua adalah terkait apresiasi. Bagaimana seharusnya manusia berperilaku, saling menghormati dan menghargai karena manusia saling membutuhkan satu dengan lainnya. “Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk menggapai Ikigai. Tiap orang memiliki caranya sendiri dan jalurnya sendiri untuk merasakan kebahagiaan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Norimasa juga menegaskan, wisudawan ke depannya akan menghadapi kehidupan yang penuh dengan kejutan. Misalnya saja hari ini, di mana dunia sedang menghadapi krisis yang diakibatkan oleh pandemik dan pemanasan global. Namun semua masalah itu pasti ada solusinya. Ia juga mengenalkan wisudawan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai jalan keluar. “SDG’s bertujuan untuk melindungi lingkungan dan bagaimana menciptakan dunia agar menjadi tempat yang lebih baik bagi manusia. Maka dari itu, diperlukan banyak anak muda seperti saudara untuk ikut andil dalam SDG’s ini,” jelas Norimasa. Terakhir, ia juga mengucapkan selamat kepada wisudawan yang hadir. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir, tapi awal dari ujian yang sesungguhnya. “Saya percaya anda akan sukses dan bahagia serta menemukan makna dari ikigai kalian masing-masing. Jangan lupa untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat yang berkontribusi untuk masyarakat,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula HE. Mr. Vazken Kavlikan selaku Duta Besar Lebanon untuk Indonesia. Berbagai nasihat ia berikan kepada wisudawan. Ia menegaskan bahwa walaupun perjalanan studi yang telah terlewati terasa berat, tapi ia yakin wisudawan akan merindukan masa-masa berkuliah di kampus. “Berbeda dengan di kampus, ketika sudah memasuki dunia kerja, yang kalian miliki hanyalah diri anda sendiri. Di sanalah anda akan belajar kembali, menemukan guru terbaik dan luar biasa. Guru itu biasa kita kenal dengan kesalahan. Tapi jangan taku untuk berbuat salah karena kesalahan akan mengajarkanmu untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkap Vazken. Nasehat lain yang diberikan Vazken adalah untuk selalu mencintai pekerjaan yang dilakukan, dengan begitu setiap pekerjaan akan terasa mudah. Ia juga berpesan agar wisudawan tidak takut menghadapi situasi dunia yang tak pasti, karena pasti akan selalu ada solusi. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para wisudawan untuk bersiap menghadapi dunia yang tidak menentu. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk tidak menjadi manusia biasa-biasa saja. Tapi menjadi manusia yang bisa mengubah dunia dari yang tak tentu menjadi pasti. Ia menegaskan bahwa kehadiran para wisudawan telah ditunggu untuk menjadi problem solver di masyarakat. “Selamat atas keberhasilan saudara dalam menempuh ilmu selama di kampus putih ini. Saya percaya anda akan menjadi orang sukses, menjadi kebanggaan orang tua dan bermanfaat bagi agama dan bangsa,” harap Fauzan. (zak/wil)

Berkat CoE UMM, Danny Dapat Bekerja Sebelum Lulus

Diterima dan sudah bekerja sebelum prosesi wisuda menjadi impian banyak anak muda. Hal itulah yang kini dijalani oleh Danny Shevarivo Pratama, salah satu wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses bekerja di perusahaan berkat program Center of Excellence (CoE) Human Resource Development (HRD). Adapun ia berhasil lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun saja. Danny, sapaan akrabnya menjelaskasn bahwa CoE HRD dari Fakultas Psikologi UMM sangat berarti baginya. Ia diberi kesempatan untuk magang selama empat bulan di PT. Indotama Seraya Artha, Pasuruan. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang retail bahan baku kue. Di sana, ia mendapatkan berbagai hal baru dan skill yang memang dibutuhkan industri. Bahkan, dari program CoE UMM ini ia mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) level staf HRD. “Selain itu, saya juga mendapatkan sepuluh kompetensi unggul dari CoE dan surat pengalaman kerja dari perusahaan terkait. Usai menjalani program CoE, saya juga berhasil direkrut dan langsung bekerja di perusahaan terkait sekalipun saya belum diwisuda. Saya ditempatkan di posisi staf human capital hingga saat ini,” tegas wisudawan asal Malang itu. Ia bersyukur bisa turut serta dalam program CoE HRD UMM. Menurutnya, program ini sangat bagus untuk para mahasiswa yang ingin mendapatkan skill terbaik yang dibutuhkan oleh industri di berbagai bidang. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah terserap dunia kerja. Apalagi dengan adanya berbagai sertifikasi yang bisa menjadi bekal di persaingan kerja. Waktu 3,5 tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi waktu normal menyelesaikan kuliah biasanya 4 tahun. Danni mengatakan bahwa CoE HRD UMM memiliki peran strategis sehingga ia bisa lulus lebih cepat. Projek dan data yang ia dapatkan di perusahaan magang bisa digunakan untuk tugas akhir. Tugas itulah yang menjadi pengganti dari skripsi yang biasa mahasiswa lain kerjakan. Terkait perkuliahan, Danny merupakan mahasiswa yang aktif dan ambisius. Ia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Putra-Putri Kampus (PPK), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga menjadi asisten laboratorium. Bahkan ia sempat menjabat sebagai ketua di sederet aktivitas mahasiswa tersebut. Wisudawan fakultas psikologi itu juga membeberkan caranya untuk bisa mendapat nilai bagus meski memiliki banyak kegiatan lain. Menurutnya, manajemen waktu merupakan hal penting untuk meraihnya. “Kalau ada kegiatan yang menurut saya bsia dikerjakan dengan cepat, saya langsung melakukannya dengan segera. Dengan begitu, kegiatan terkait tidak mengganggu aktivitas saya yang lain. Jadi lebih efektif dan dapat memaksimalkan waktu 24 jam sehari,” katanya. Terakhir, ia mendorong anak-anak muda untuk mengembagnkan potensi. Tiap anak memiliki minta dan potensinya masing-masing. Kuncinya ada pada kemauan diri untuk bisa melakukan yang terbaik. (wil)